Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

150 Ribu Alat Tes Cepat Corona dari China Tiba di Tanah Air

- Apahabar.com Minggu, 22 Maret 2020 - 21:59 WIB

150 Ribu Alat Tes Cepat Corona dari China Tiba di Tanah Air

Ilustrasi tes pemeriksaan virus corona. Foto-AP Photo/John Minchillo via republika.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah telah mendatangkan 150 ribu alat tes cepat yang akan digunakan untuk melakukan pemeriksaan virus corona.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah Indonesia sudah mendapatkan sebanyak 150 ribu kit tes cepat yang dijemput dari China untuk digunakan dalam mendeteksi Covid-19 di Tanah Air.

“Sebanyak 150.000 kit tes hari ini sudah berada di tanah air yang kemarin dijemput menggunakan pesawat Herculer. Posisi terakhir pesawat sedang transit di Natuna, untuk kemudian tidak berapa lama lagi akan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta,” kata Yurianto dalam jumpa pers yang diadakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (22/03).

Perangkat pemeriksaan itu akan digunakan untuk penapisan awal atau tes skrining dalam mendeteksi positif atau negatif Covid-19 pada seseorang. Pengecekan akan dilakukan dengan mengambil sedikit darah pasien dan hasilnya dapat keluar dalam waktu kurang dari dua menit.

Perangkat pemeriksaan cepat Covid-19 itu akan disebarkan ke seluruh Tanah Air sesuai dengan pengelompokan faktor resiko di masyarakat atas dasar kasus positif yang dilayani di rumah sakit.

Dari kasus positif Covid-19 yang dilayani di rumah sakit, maka akan dilacak orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien tersebut maka mereka akan menjalani tes skrining melalui perangkat pemeriksaan cepat itu.

Orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien positif Covid-19 merupakan kelompok berisiko yang harus segera menjalani tes skrining Covid-19

Dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia akan terus menambah jumlah perangkat pemeriksaan cepat yang didatangkan dari luar negeri hingga mencapai satu juta perangkat pemeriksaan cepat.

“Tidak berapa lama lagi kita akan mendatangkan jumlah yang lebih besar dengan target kita adalah satu juta perangkat pemeriksaan cepat untuk memeriksa kelompok resiko di antara masyarakat,” ujar Yurianto.

Yurianto menuturkan jika orang tertentu diperiksa sebelum tujuh hari terinfeksi virus maka muncul hasil negatif, oleh karena itu pemeriksaan harus diulangi setelah tujuh hari pasien terinfeksi virus corona untuk memastikan negatif atau positif Covid-19.

Jika ditemukan hasil positif Covid-19 dari pemeriksaan cepat yang menggunakan perangkat itu, maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan molekular dengan menggunakan mesin polymerase chain reaction (PCR).(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Prostitusi Finalis Pariwisata: Sosok YW, Pengusaha Pemesan Putri
apahabar.com

Nasional

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda, Begini Kata BMKG
Jemaah Pejalan Kaki di Simpang 4 Banjarbaru Diantar Relawan BPK

Nasional

Jemaah Pejalan Kaki di Simpang 4 Banjarbaru Diantar Relawan BPK
apahabar.com

Nasional

Febri Diansyah Mundur dari KPK, Ini Isi Lengkap Surat Pengunduran Dirinya
apahabar.com

Nasional

Geng Motor Paling Ditakuti di Selandia Baru Siap Jaga Umat Muslim Tunaikan Salat Jumat
apahabar.com

Nasional

Kisah Pilu di Balik Operasi Penyergapan Begal Sapi di Tanah Laut
apahabar.com

Nasional

Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara, 11 Warga Dinyatakan Hilang
apahabar.com

Nasional

Mulai Juni 2020 Jakarta Bukan Lagi Ibu Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com