Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup!

Akibat Corona, Pertumbuhan Global Kuartal I 2020 Bakal Terpukul

- Apahabar.com Senin, 2 Maret 2020 - 05:30 WIB

Akibat Corona, Pertumbuhan Global Kuartal I 2020 Bakal Terpukul

Ilustrasi: Foto Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, memperkirakan pertumbuhan global akan terpukul pada kuartal I tahun ini.

Mengutip pernyataan lembaga pemeringkat Moody’s, Hans mengatakan dampak virus corona akan memicu resesi global pada paruh pertama tahun ini.

“Kami perkirakan wabah virus corona berhasil di tanggulangi tetapi pertumbuhan global pada kuartal pertama tahun 2020 pasati akan terpukul turun,” kata Hans seperti dilansir Republika.co.id, Minggu (01/03).

Sebagian besar bursa global, regional dan Indonesia mengalami tekanan turun sepekan lalu. Indeks utama Wall Street tercatat merosot mulai dari Dow Jones turun 12 persen, Indeks S&P 500 turun 11,5 persen dan Nasdaq terkoreksi 10,5 persen. Menurut Hans, secara mingguan ini merupakan kinerja terburuk sejak 2008.

Hans menambahkan, kecemasan pelaku pasar terjadi karena penyebarana virus corona saat ini tumbuh lebih cepat di luar China. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pada pasokan barang dan permintaan konsumen turun lebih besar dari estimasi sebelumnya.

Bursa kawasan Eropa juga mengalami tekanan, seiring negara-negara kawasan Eropa yang juga mengalami penyebaran virus corona. Estonia, Denmark dan Yunani telah melaporkan kasus virus corona pertama mereka. Sementara Inggris melaporkan dua kasus baru.

Virus corona juga di temukan di Austria, Swiss dan Spanyol. Bahkan Prancis mengkonfirmasi dua orang warganya meninggal akibat virus corona. Sedangkan di Italia, sebanyak 600 orang warganya telah terinfeksi virus corona dan 12 orang meninggal dunia.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengharapkan pemberitaan yang tidak terlalu sensasional karena akan dapat menyebabkan ekonomi Italia yang rapuh ke jurang resesi.

Saat ini, ada lebih dari 83.700 kasus virus corona di dunia. Sebanyak 2.859 orang dilaporkan meninggal karena virus tersebut. Pada Jumat lalu, beberapa negara mengumunkan kasus pertama mereka diantaranya Azerbaijan, Belarus, Lithuania, Meksiko, Selandia Baru dan Nigeria.(Rep)

Baca Juga: Jackie Chan, Dari Isu Kematian Hingga Terjangkit Virus Corona

Baca Juga: Datang dari Iran, 1 Warga Qatar Positif Terinfeksi Virus Corona

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Sabet Penghargaan Prestisius di Telecom Asia Awards 2019
apahabar.com

Ekbis

Pertama Kali Dalam Sejarah, Harga Minyak AS Anjlok di Bawah Nol Dolar
apahabar.com

Ekbis

Sudah Sepekan, Nelayan 2 Desa di Pulau Sembilan Kotabaru Tak Bisa Melaut
apahabar.com

Ekbis

Mau Jadi Pengusaha Tangguh di Masa Pandemi? Intip Kiat Jitu Ketum Hipmi
apahabar.com

Ekbis

Saham-Saham Tokyo Dibuka Bervariasi Rabu Pagi
apahabar.com

Ekbis

Menaker Minta Investor Amerika Kembangkan SDM Indonesia

Ekbis

Diskriminasi Sawit Indonesia, Hipmi Dukung Jokowi Protes Eropa
apahabar.com

Ekbis

Menhub Tak Ingin Garuda dan Sriwijaya Air Pecah Kongsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com