ga('send', 'pageview');
Jokowi Pidato Perdana di Sidang Umum PBB, BTS Jadi Pembicara Khusus VIDEO: Pengurus PDIP Resmi Laporkan Pemilik Akun FB Geger Mayat di Batara HST, Polisi Beber Identitas Korban Siang Bolong, Kabupaten HST Geger Mayat Lagi Sungai Bilu Banjarmasin Heboh! Anak Hilang Diduga Disembunyikan Makhluk Halus

Alasan Mengapa Honda Beat Generasi Lima lebih Ringan

- Apahabar.com Sabtu, 7 Maret 2020 - 20:03 WIB

Alasan Mengapa Honda Beat Generasi Lima lebih Ringan

Tahun ini PT Astra Honda Motor (AHM) melahirkan dua pilihan terbaru Honda Beat. Yaitu, All New Honda Beat dan All Honda Beat Street. apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Honda Trio Motor kembali memamerkan generasi kelima Honda Beat series di triwulan pertama tahun 2020.

Resmi diluncurkan secara nasional awal Februari lalu, dua kendaran jenis matic low ini muncul dengan berbagai inovasi baru. Dengan rangka body lebih ringan dan mesin eSP.

Direktur Marketing PT Trio Motor KalselTeng, Antonius Silitonga bilang tahun ini PT Astra Honda Motor (AHM) melahirkan dua pilihan terbaru Honda Beat. Yaitu, All New Honda Beat dan All Honda Beat Street.

“Dua motor ini kini dibekali mesin baru eSP 110cc yang pasti lebih irit bahan bakar. Dan di bagian rangka dua jenis ini memakai rangka baru berteknologi eSAF (enhanced Smart Architecture Frame).

Baca juga :  Kerap Dimanfaatkan Petahana, Bawaslu Awasi Momen Harjad Ke 494 Kota Banjarmasin

Antonius menjelaskan rangka eSAF yang dipasang di Honda Beat dan Beat Street membuat motor lebih ringan.

Frame ini menggunakan proses produksi terbaru seperti dalam pengelasan press dan laser. Struktur tersebut dikembangkan untuk meningkatkan stabilitas pengendalian dan penanganan (handling).

Dengan demikian, Honda mengklaim, Beat menjadi lebih mudah dikendarai, ringan, dan nyaman untuk bermanuver.

“Karena ringan, motor pun menjadi lebih irit. Dan pengunaan Frame ini membuat ruang penyimpanan lebih besar,” sambungnya.

Tapi ujarnya, ada yang tetap sama. Seperti Beat keluaran sebelumnya. Yakni, Beat masih tetap ramping.

Baca juga :  Sungai Bilu Banjarmasin Heboh! Anak Hilang Diduga Disembunyikan Makhluk Halus

Sementara di sisi tenaga, Teknologi eSP mampu menghasilkan tenaga 6.6 kW atau 7.500 rpm dengan torsi tertinggi di 9.3 Nm atau 5.500 rpm.

Sementara di pasaran Kalsel dua jenis Beat yang memiliki 9 varian pilihan di jual dengan harga Rp17 jutaan. Dan Kalteng dijual dengan harga Rp18 jutaan.

Baca Juga: Honda Jazz Terbaru Diluncurkan, Besar Kemungkinan Tidak Dipasarkan di Indonesia  

Baca Juga: Laris Manis, Beli Honda CRF 150 Mesti Menunggu Sebulan

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Turun, Ekonom Sebut “Tiongkok Effect”
apahabar.com

Ekbis

Dukung Pengembangan UMKM, Ini yang Dilakukan Lion Express di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Hore! Listrik Gratis Diperpanjang hingga September
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Awal Pekan Menguat Seiring Suntikan Dana oleh PBoC
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Kalsel: Bagasi Pesawat Berbayar Berpotensi Matikan Usaha Kecil
apahabar.com

Ekbis

Tiga Program BI Dorong Penguatan Ekonomi Syariah
apahabar.com

Ekbis

VW Kodok Bertenaga Listrik Pertama di Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI: Harga Minyak Dunia Anjlok Positif Bagi Ekonomi Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com