Istri Polisi Korban Penyerangan Mapolsek Daha: NKRI Harga Mati! PDP-Tracking GTPP Tambah Daftar Warga Kalsel Terjangkit Covid-19 Operasi Anti-Teror di Kalsel, Jumlah Pelaku Kemungkinan Bertambah 5 Terduga Teroris Ditangkap, MUI: Kalsel Bukan Zona Aman PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri




Home Kaltim

Senin, 30 Maret 2020 - 15:16 WIB

Alasan Petugas Medis Penajam Gunakan Jas Hujan Hadapi Covid-19

Uploader - Apahabar.com

Ilustrasi petugas medis menggunakan jas hujan. Foto: Istimewa

Ilustrasi petugas medis menggunakan jas hujan. Foto: Istimewa

apahabar.com, PENAJAM – Petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, harus menggunakan jas hujan sebagai pengganti alat pelindung diri (APD).

“Petugas medis di luar tim penanganan Covid-19 langsung, masih menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri saat bertugas memeriksa pasien di ruang rawat jalan,” ucap Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung Jense Grace Makisurat ketika ditemui di Penajam, Senin (30/3) dilansir Antara.

Menurut dia penggunaan jas hujan dilakukan para petugas medis di ruang rawat jalan tersebut, karena jas hujan dianggap aman, tidak ada pori-pori dan tidak tembus.

Tim medis pelayan pasien rawat jalan yang seharusnya juga menggunakan APD, menurut Grace Makisurat, hanya menggunakan jas hujan untuk meminimalisir kemungkinan terinfeksi berbagai jenis virus atau kuman lainnya.

Baca juga :  Tinjau TPS, Gubernur Kaltim Andalkan Heli

Penggunaan jas hujan oleh petugas medis di ruang rawat jalan tersebut, katanya, karena persediaan baju khusus pelindung diri yang dimiliki RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara masih sangat terbatas.

Persediaan baju khusus pelindung diri yang dimiliki RSUD Ratu Aji Putri Botung dari bantuan pemerintah pusat dan dari seseorang warga Indonesia yang tinggal di negara Qatar disiapkan untuk petugas medis yang menangani langsung pasien Covid-19.

Penanganan satu pasien COVID-19 jelas Grace Makisurat , bisa menghabiskan 13 lembar baju khusus pelindung diri dalam satu hari, sedangkan ADP yang tersedia saat ini sangat terbatas.

Baca juga :  Korban Kebakaran akan Direlokasi, Pemkab PPU Siapkan 3 Lokasi

“Baju khusus pelindung diri yang tersedia saat ini hanya sekitar 99 lembar, APD itu bisa untuk empat penanganan pasien Covid-19, maksimal untuk perawatan selama tiga hari,” ujarnya.

“Jadi APD bantuan yang ada saat ini akan dikhususkan untuk petugas medis yang menangani pasien COVID-19 di ruang observasi dan isolasi,” ucap Grace Makisurat.

RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini juga masih kekurangan masker untuk para petugas medis karena pesanan dari luar daerah belum kunjung tiba.

“Petugas medis juga butuh masker. Kami sudah memesan masker dari luar daerah, tapi belum tiba, jadi persediaan masker saat ini masih minim,” kata Grace Makisurat.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Samarinda Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur
apahabar.com

Kaltim

Tiba di Tarakan, 19 Mahasiswa dari Natuna Teriakan Yel-yel
apahabar.com

Kaltim

Ramah Anak, Delapan Daerah di Kaltim Diganjar KLA Award
apahabar.com

Kaltim

Pembatasan Produksi Batubara IUP, Isran Minta Pengusaha Tak Khawatir
apahabar.com

Kaltim

Dipasang Hanger, Jembatan Mahakam IV Ditarget Rampung Februari
apahabar.com

Kaltim

Penajam Jadi Ibu Kota Negara, Pemkab Minta Terus Dilibatkan
apahabar.com

Kaltim

Jajaki Kerja Sama Sektor Pariwisata, Seychelles Puji Pulau Maratua
apahabar.com

Kaltim

DKP3A: 1.131 Anak di Kaltim Menikah Dini