Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Antisipasi Virus Corona, Pemprov Kalsel Tutup Wisata Kebun Raya Banua

- Apahabar.com Kamis, 19 Maret 2020 - 17:53 WIB

Antisipasi Virus Corona, Pemprov Kalsel Tutup Wisata Kebun Raya Banua

Embung Kebun Raya Banua source. Foto-instagram @madan_leww

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menutup sementara lokasi wisata untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan hasil musyawarah bersama kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel, menetapkan penutupan wisata Kebun Raya Banua sejak 18 Maret 2020.

“Hasil rapat internal telah sepakat guna menghindari virus tersebut, resmi menutup Geopark Tahura Sultan Adam, Mandiangin,” ucap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel, Muhammad Amin.

Penutupan wisata yang menjadi ikon utama komplek pekantoran Setdaprov Kalsel tersebut, juga telah dikoordinasikan kepada Kepala UPT Kebun Raya Banua.

Kesepakatan ini mengacu demi keselamatan dan kesehatan masyarakat maupun jajaran SKPD yang berada di area sekitar.

“Demi keselamatan dan kesehatan masyarakat, maka kami menutup sementara selama 14 hari. Namun apabila masih tidak kondusif, kemungkinan akan ditambah lagi sampai benar-benar aman,” lanjut Amin.

Walau ditutup untuk sementara waktu, namun Pemerintah Pemprov Kalsel masih memperbolehkan sebagian pengunjung yang ingin datang ke lokasi Kebun Raya Banua.

Kunjungan akan dibatasi berdasarkan prosedur yang ditetapkan, serta sudah mendapatkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Betul, ada beberapa mahasiswa dari Palangkaraya untuk melakukan penelitian di lokasi wisata Kebun Raya Banua, tetapi dalam hal sudah dikoordinasikan dan akan mendapatkan sosialisasi tentang pencegahan covid-19 ini,” ucapnya.

Retribusi yang semula ditargetkan bakal menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), nyatanya tidak berpengaruh begitu besar. Mengingat wisata ini masih dalam tahap pengembangan sampai nanti bisa difungsikan dengan sepenuhnya.

“Kalau retribusi masih belum berpengaruh, tapi mau gimana lagi kami harus mengikuti perintah dari atasan dan satgasnya agar pencegahan penyebaran virus corona ini setidaknya dapat diminimalisir,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penutupan sementara khusus wisata rekreasi di lokasi Kebun Raya Banua ini mulai ditutup pada 18 Maret – 1 April 2020 sesuai kesepakatan. Namun, apabila kondisi masih berstatus siaga darurat maka pihaknya akan memperpanjang masa penutupan.

Reporter : Musnita Sari
Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemprov Kalsel

Kalsel Usulkan Bantuan Modal Kerja Kreatif untuk 6 Ribu UMKM
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Hindari Klaster Pesantren, Paman Birin Beri Wejangan untuk Para Santri
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Hadiri Rektor Cup di UIN Antasari, Paman Birin Dukung Kepemudaan
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Paman Birin Minta Warga Banua Tetap Semangat dan Saling Tolong Menolong
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Entaskan Kemiskinan, Pemprov Kalsel Bedah Rumah Buruh Bengkel
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Jelang HUT RI, Calon Paskibraka Diseleksi Ketat
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Kejar Target, Bapelkes Banjarbaru Curi Start Swab Masif
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Panic Buying Imbas Corona, Disperindag: Stok Kalsel Aman!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com