Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Antologi Puisi Penawar Jiwa dan Penantian Diah NN Selama 4 Tahun

- Apahabar.com Jumat, 20 Maret 2020 - 23:22 WIB

Antologi Puisi Penawar Jiwa dan Penantian Diah NN Selama 4 Tahun

Launching Antologi Puisi Penawar Jiwa dilaunching di Angkring 79, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu. Foto-apahabar.com/Puja Mandela

apahabar.com, BATULICIN – Untuk menghasilkan karya yang maksimal seringkali membutuhkan proses kontemplasi yang panjang. Perasaan itu dialami oleh Diah NN yang baru saja merilis buku perdananya “Penawar Jiwa”.

Diah NN memerlukan waktu 4 tahun sampai buku yang berisi 97 puisi itu dirilis. Melalui perjuangan yang tidak mudah, buku tersebut akhirnya dilaunching dengan cara sangat sederhana di Angkring 79, Kecamatan Simpang Empat, Jumat (20/3).

Launching dihadiri sejumlah pegiat seni dan sastra di Kabupaten Tanah Bumbu. Lokasi launching juga merupakan tempat yang biasa menjadi wadah berkumpulnya para jemaah Majelis Hahahihi, sebuah forum yang diisi oleh pegiat seni dan sastra di Bumi Bersujud.

Seniman asal Tanah Bumbu, Arif Rahman, mengapresiasi launching Penawar Jiwa. Ia mengatakan ada banyak pegiat sastra di Tanah Bumbu yang karyanya diakui, tetapi belum berhasil menerbitkan buku.

“Banyak penulis maupun sastrawan yang diakui kualitasnya, tapi belum bisa menerbitkan buku. Untuk menerbitkan buku ini adalah sesuatu yang sulit,” kata Komisioner KPU Tanah Bumbu itu.

Arif yang menjadi salah satu pendiri Majelis Hahahihi menilai menulis buku merupakan langkah untuk mencatat pemikiran. Hal itu merupakan sesuatu yang penting untuk mengetahui perkembangan pemikiran seseorang.

“Ini luar biasa dan akan menjadi motivasi bagi orang lain untuk menulis buku,” kata pria yang dikenal ramah dan humoris.

Jemaah Majelis Hahahihi lainnya, Aris Purnomo, memandang seseorang yang menulis buku merupakan langkah untuk menciptakan keabadian. Sebab, kata-kata yang tertulis akan tetap abadi meskipun penulisnya sudah tiada.

“Saya banyak membaca catatan-catatan sejarah yang diabadikan melalui babad. Banyak di antaranya juga merupakan syair-syair dan puisi. Dan itu abadi sampai hari ini,” kata pegiat seni lukis itu.

Setelah berhasil merilis buku perdananya, Diah NN yang tercatat sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Batulicin dan SMPN 4 Batulicin merasa lega setelah merilis buku setebal 100 halaman.

“Perasaan tentu lega. Karena pengumpulan naskahnya sampai jadi buku perlu waktu 4 tahun,” kata ibu dua anak bernama asli Halimatus Sadiah.

Dalam proses kreatifnya, Diah NN dibantu oleh suaminya sendiri yang kebetulan juga bernama Arif Rahman.

Berbeda dengan Arif Rahman yang bekerja di KPU dan dikenal sebagai seniman musik dan Mamanda, Arif Rahman suami dari Diah NN bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di SMAN 1 Karang Bintang.

Melalui dorongan dan motivasi Arif inilah, Diah merasa terpacu dan ingin menulis buku tersebut. Puisi-puisi yang ditulis dikumpulkan dari periode 2016 sampai awal 2020.

“Sebenarnya kalau melihat beberapa teman yang juga berprofesi sebagai guru, bisa saja ini dibuat menjadi 2 buku. Tapi karena masukan dari suami saya, akhirnya dibuat jadi satu buku saja,” kata Diah.

Lalu, mengapa Diah memilih jumlah 97 puisi di bukunya?

Ternyata ada sejarah sendiri di baliknya. “Angka 97 itu bertepatan dengan tahun 1997 saat peristiwa kebakaran di Bati-bati. Waktu itu ada ratusan rumah yang terbakar, termasuk rumah saya,” ungkapnya.

Di buku tersebut, Diah bercerita tentang pemikiran pribadinya dari soal lingkungan, hubungan antarmanusia, dan antara manusia dengan Tuhannya.

Antologi Puisi Penawar Jiwa diterbitkan oleh Scripta Cendekia Banjarbaru dan diberi pengantar oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Bumbu, Ir. Sartono.

“Terbitnya buku ini sangat mendukung program pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang sangat menggelorakan program literasi di semua jenjang pendidikan. Semoga bermanfaat untuk masyarakat terutama para guru dan siswa yang menggunakan buku ini dalam proses belajar mengajar,” kata Sartono.

Editor: Puja Mandela

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Mengenang Kedermawanan H Maming
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Jelang Idul Adha, 800 Hewan Kurban di Tanbu Dinyatakan Sehat
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan SDM, Puluhan Pelaku Usaha Mikro Diberikan Pelatihan Pemanfaatan IT
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Salurkan Bantuan, Ketua Bawaslu Tanbu: Gotong Royong Kunci Sukses Lawan Covid-19

Pemkab Tanah Bumbu

Dewan Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pandangan Fraksi Terhadap Raperda APBD 2021
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Angsana Fishing Tournamen Diupayakan Jadi Even Tahunan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Banjir di Sungai Loban Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Ready Kambo Kunjungi Asrama Mahasiswa Tanbu di Makassar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com