150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar! Ratusan Rumah Terbakar, Dapur Umum Mulai Dibuka di Patmaraga Kotabaru Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu

Apresiasi Gerak Cepat Jokowi, JMSI Ajak Media Jernihkan Informasi

- Apahabar.com Senin, 2 Maret 2020 - 15:32 WIB

Apresiasi Gerak Cepat Jokowi, JMSI Ajak Media Jernihkan Informasi

Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan RI Terawan saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin siang. Foto-Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Media siber di Indonesia diajak ikut berperan aktif di tengah badai informasi terkait corona baru atau COVID-19.

Media massa khususnya dalam jaringan atau online diminta membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi isu corona baru atau COVID-19.

Sebelumnya, wabah corona telah dikonfirmasi pemerintah masuk ke wilayah Indonesia. Dua WNI positif terjangkit virus mematikan itu.

Di tengah berbagai informasi yang berkembang, baik di masyarakat atau media sosial, pengelola ruang redaksi media siber diharapkan berperan sebagai penjernih informasi.

apahabar.com

Plt Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Mahmud Marhaba. Foto-JMSI for apahabar.com

“Sehingga publik terjauhkan dari kabar bohong atau hoaks,” ujar Plt Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Mahmud Marhaba dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (02/03).

Keterangan itu disampaikan Mahmud setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Covid-19 pertama yang terjadi di Indonesia yang dialami oleh seorang ibu dan anaknya. Keduanya adalah warga Depok yang terjangkit virus Corona di Jakarta.

“Kami mengapresiasi gerak cepat pemerintah mengumumkan kasus virus Corona pertama di Indonesia. Ini alarm yang sangat serius, yang harus kita hadapi bersama,” ujar Mahmud Marhaba.

Dia juga mengatakan kepanikan di tengah masyarakat yang dipicu oleh informasi yang tidak jelas dan tidak benar seringkali membuat situasi semakin buruk. Karena itu, ruang redaksi media siber harus bekerja ekstra sungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban jurnalistik.

“Sensasionalisme harus ditinggalkan. Tidak ada tempat pada upaya membesar-besarkan masalah hanya untuk click-bait. Masyarakat dan kita semua memiliki hak untuk mendapatkan berita yang benar dan apa adanya tanpa bumbu sensasi,” ujar dia lagi.

Mahmud juga mengatakan pihaknya bersedia menjadi partner pemerintah untuk mendistribusikan informasi yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi penyebaran virus corona ini.

Sekedar diketahui, JMSI sendiri salah satu organisasi yang menaungi perusahaan media siber yang dideklarasikan di sela perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 8 Februari 2020 kemarin.

Saat ini JMSI telah memiliki 300 anggota yang tersebar di 24 provinsi. [*]

Baca Juga: Terpilih Sebagai Plt Ketua JMSI Sumsel, Agus Harizal Siap Rangkul Semua Media Siber

Baca Juga: JMSI Riau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Anak Wartawan

Baca Juga: Bakal Dibuka Menkominfo, Riau Tuan Rumah Munas JMSI

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gedung Kejagung Masih dalam Tahap Pendinginan
apahabar.com

Nasional

Jokowi vs Prabowo Survei Terkini, Simak Hasilnya

Nasional

Ustaz M Arifin Ilham Ramai Dikunjungi Tokoh, Siapa Mereka?
apahabar.com

Nasional

Kecam Kekerasan Anak di Banjarbaru yang Viral di Medsos, Dewan: Stop Bullying
apahabar.com

Nasional

Korban Banjir Sentani Jadi 79 Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi
apahabar.com

Nasional

Tahun Depan Kendaraan Wajib Uji Emisi
apahabar.com

Nasional

Wah! DKI Raih Tiga Penghargaan Hari Antikorupsi Sedunia
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tepis Isu Miring UU Cipta Kerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com