Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Apresiasi Gerak Cepat Jokowi, JMSI Ajak Media Jernihkan Informasi

- Apahabar.com Senin, 2 Maret 2020 - 15:32 WIB

Apresiasi Gerak Cepat Jokowi, JMSI Ajak Media Jernihkan Informasi

Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan RI Terawan saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin siang. Foto-Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Media siber di Indonesia diajak ikut berperan aktif di tengah badai informasi terkait corona baru atau COVID-19.

Media massa khususnya dalam jaringan atau online diminta membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi isu corona baru atau COVID-19.

Sebelumnya, wabah corona telah dikonfirmasi pemerintah masuk ke wilayah Indonesia. Dua WNI positif terjangkit virus mematikan itu.

Di tengah berbagai informasi yang berkembang, baik di masyarakat atau media sosial, pengelola ruang redaksi media siber diharapkan berperan sebagai penjernih informasi.

apahabar.com

Plt Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Mahmud Marhaba. Foto-JMSI for apahabar.com

“Sehingga publik terjauhkan dari kabar bohong atau hoaks,” ujar Plt Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Mahmud Marhaba dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (02/03).

Keterangan itu disampaikan Mahmud setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Covid-19 pertama yang terjadi di Indonesia yang dialami oleh seorang ibu dan anaknya. Keduanya adalah warga Depok yang terjangkit virus Corona di Jakarta.

“Kami mengapresiasi gerak cepat pemerintah mengumumkan kasus virus Corona pertama di Indonesia. Ini alarm yang sangat serius, yang harus kita hadapi bersama,” ujar Mahmud Marhaba.

Dia juga mengatakan kepanikan di tengah masyarakat yang dipicu oleh informasi yang tidak jelas dan tidak benar seringkali membuat situasi semakin buruk. Karena itu, ruang redaksi media siber harus bekerja ekstra sungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban jurnalistik.

“Sensasionalisme harus ditinggalkan. Tidak ada tempat pada upaya membesar-besarkan masalah hanya untuk click-bait. Masyarakat dan kita semua memiliki hak untuk mendapatkan berita yang benar dan apa adanya tanpa bumbu sensasi,” ujar dia lagi.

Mahmud juga mengatakan pihaknya bersedia menjadi partner pemerintah untuk mendistribusikan informasi yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi penyebaran virus corona ini.

Sekedar diketahui, JMSI sendiri salah satu organisasi yang menaungi perusahaan media siber yang dideklarasikan di sela perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 8 Februari 2020 kemarin.

Saat ini JMSI telah memiliki 300 anggota yang tersebar di 24 provinsi. [*]

Baca Juga: Terpilih Sebagai Plt Ketua JMSI Sumsel, Agus Harizal Siap Rangkul Semua Media Siber

Baca Juga: JMSI Riau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Anak Wartawan

Baca Juga: Bakal Dibuka Menkominfo, Riau Tuan Rumah Munas JMSI

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Malaysia Rilis Indeks Pencemaran Udara
apahabar.com

Nasional

7 Penyakit yang Bisa ‘Diredam’ dengan Ganja
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Calon Haji Diminta Jaga Kebugaran
apahabar.com

Nasional

Beratribut 01, Pengemudi Taksi Online Turunkan Penumpang
apahabar.com

Nasional

Ada-ada Saja! Wanita Hamil Ngidam Ngotot Ikut Polisi Patroli
apahabar.com

Nasional

Biang Kerok Banyaknya Tenaga Honorer di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Malam Hari, Sebaiknya Matikan Komputer atau Tidak?
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Temukan Surat Perpisahan dari Rumah Terduga Teroris
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com