Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Awal Ramadhan, NU Masih Menunggu Hasil Pengamatan Hilal

- Apahabar.com Selasa, 10 Maret 2020 - 05:45 WIB

Awal Ramadhan, NU Masih Menunggu Hasil Pengamatan Hilal

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Berdasarkan hisab, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF-PBNU) memprediksikan 1 Ramadhan 1441 H bertepatan 24 April 2020. Namun NU masih akan tetap menunggu hasil rukyat hilal (pengamatan awal dan akhir bulan).

Wakil Ketua Lembaga Falakiyah (LF) PBNU, KH Sirril Wafa, menuturkan dalam kalender NU, awal Ramadhan memang pada 24 April 2020. Dengan keterangan, ijtimak atau konjungsi antara Bulan dan Matahari di akhir Sya’ban terjadi pada 23 April pukul 09.30.

Baca Juga: Untuk Sementara, Travel Diminta Tak Buka Pendaftaran Umrah

Ijtimak adalah tanda berakhirnya siklus bulan Qamariyah. “Artinya ada jeda waktu yang cukup lama antara ijtima sampai Maghrib. Sehingga memungkinkan bulan ada di atas ufuk ketika Matahari terbenam,” tutur dia.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Sirril menyampaikan, ketinggian vulan pada 23 April waktu Maghrib sudah lebih dari 3 derajat untuk wilayah Pulau Jawa. Kondisi ini dianggap sudah cukup tinggi dan memenuhi kriteria yang digunakan Kementerian Agama. Sedangkan jika ijtimak terjadi menjelang matahari terbenam, tentu Matahari terbenam bersama bulan atau didahului bulan. “Nah itu enggak mungkin ada hilal,” ucap dia.

Karena itu, menurut Sirril, pemantauan hilal atau rukyat akan berhasil. Ada sekitar 100 titik rukyat yang disebar oleh LF-PBNU di seluruh wilayah Indonesia. Meski sudah ada perhitungan penentuan awal Ramadhan, mekanisme di NU tetap mengacu pada hasil rukyat atau pemantauan langsung hilal.

“Di NU, penentuan awal waktu terkait ibadah tunduk pada nash-nash agama. Ilmu-ilmu yang menyangkut kealaman seperti astronomi itu untuk membantu. Meski sudah ada perhitungan dari dulu, mekanisme di NU menggunakan kaidah rukyat hilal atau pemantauan hilal, atau observasi hilal di akhir Sa’ban, jadi tetap menunggu hasil rukyat,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menentukan 1 Ramadan 1441 Hijriyah jatuh pada Jumat kliwon yang bertepatan pada 24 April 2020.

Keputusan ini disampaikan melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor  01/MLM/I.0/E/2020 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah 1441 H, yang dikeluarkan pada 25 Februari 2020.

Awal Ramadhan 1441 Hijriyah atau 2020 ini diperkirakan akan seragam, yakni jatuh pada 24 April. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama, Thomas Djamaluddin, terkait potensi keseragaman awal Ramadhan 1441 Hijriah.

“Dengan kriteria wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah dan kriteria tinggi bulan 2 derajat yang digunakan Nahdlatul Ulama dan pemerintah, awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha 1441 Hijriyah tahun ini Insya Allah seragam,” kata dia. (rep)

Baca Juga: Polisi Muda Sukabumi yang Imami Tahanan di Sel Dipanggil Kapolri

Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

380 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Pascabentrok Senayan
apahabar.com

Nasional

Jadi Klaster Covid-19, IDI: Protokol Kesehatan di Kantor Harus Dijaga
apahabar.com

Nasional

Aprindo: Belum Semua Ritel Terapkan Kantong Plastik Berbayar
apahabar.com

Nasional

Apkasi Bantu Air Bersih untuk Korban Gempa Palu
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming Temani Jokowi Ngopi Bareng di Taher Square
apahabar.com

Nasional

DPR Segera Gelar Uji Kelayakan Calon Kapolri Idham Azis
apahabar.com

Nasional

Hari Masyarakat se-Dunia, Kenang 20 Tahun Penindasan
apahabar.com

Nasional

Diatensi Luhut Pandjaitan, Warga Kalsel yang Abai Protokol Kesehatan Terancam Pidana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com