Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru Pulang ke Banjarmasin, Jemaah Ijtima Ulama Dunia Diobservasi Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga Wafat Usai dari Bandung, Warga Landasan Ulin Kuatir Covid-19 Bertambah Dua, WNA di Palangka Raya Positif Corona




Home Nasional

Kamis, 26 Maret 2020 - 05:15 WIB

Awas! Ada Situs Web Tawarkan Vaksin Virus Corona

Aam - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Unsplash/Rawpixel

Ilustrasi. Foto-Unsplash/Rawpixel

apahabar.com, JAKARTA – Saat masyarakat panik menghadapi pendemi virus corona (Covid-19), ada pihak yang mencari keuntungan. Sebuah kasus penipuan melalui situs web terungkap di Amerika.

Sebuah situs web mengklaim sebagai organisasi kesehatan dunia sedang memberikan kit vaksin kepada para korban. Yang kemudian, pelaku meminta korban untuk membayar biaya pengiriman, yang sebenarnya ingin mencari informasi kartu kredit milik korban.

“Faktanya, saat ini tidak ada vaksin Covid-19 yang sah dan WHO tidak mendistribusikan vaksin semacam itu,” kata pernyataan Departemen Kehakiman, dikutip TechCrunch.

Seorang hakim federal mengeluarkan perintah penahanan sementara terhadap pemilik situs web, yang namanya tidak diketahui. Pesan itu juga menuntut agar Namecheap, host domain situs itu, untuk menutup situsnya.

Baca juga :  Jika Batuk Lebih Baik Salat di Rumah, DMI Kalsel: Hanya Imbauan

Asisten jaksa agung Jody Hunt menambahkan, Departemen Kehakiman tidak akan menolerir eksploitasi kriminal darurat nasional ini untuk keuntungan pribadi. Pihaknya akan menggunakan setiap sumber daya yang dimiliki pemerintah untuk bertindak cepat menutup aksi para scammer, berupa penipuan konsumen, pencurian identitas, atau mengirimkan malware.

Seperti berdiri, ada lebih dari 300.000 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia. Tetapi karena otoritas pemerintah terus kekurangan peralatan pengujian, jumlah infeksi global dikatakan jauh lebih tinggi.

Baca juga :  Puncak Haul Guru Sekumpul, Jumlah Jemaah Hilang Meningkat

Hingga Jumat, sekitar 80 juta orang Amerika dikurung, termasuk di California, New York, dan Illinois, dalam upaya membatasi penyebaran penyakit pernapasan.

Penyebaran virus juga mendorong AS dan Kanada untuk saling setuju untuk menutup perbatasan utara, dan AS untuk menutup perbatasan selatannya dengan Meksiko untuk semua, kecuali perjalanan penting.

Bahkan Kamis (19/3), AS memerintahkan peringatan ‘jangan bepergian’ kepada semua orang Amerika. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. (Rep)

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming : Ibu Mega Pendorong Anak Muda Maju Berpolitik
apahabar.com

Nasional

Peneliti Apresiasi Langkah Cepat Jokowi Evakuasi WNI dari Wuhan
apahabar.com

Nasional

Sukarelawan Sandiaga Uno Terbentuk di NTB
apahabar.com

Nasional

Ani Yudhoyono Kanker Darah: Ridwan Kamil, Hengky Kurniawan, Agnez Mo, Beri Semangat
apahabar.com

Nasional

Hasil Situng KPU per 20 April 17.00 WIB Jokowi-Ma’ruf Amin Masih Unggul Sementara
apahabar.com

Nasional

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Ingin Indonesia Tidak Terjebak Rutinitas Monoton
apahabar.com

Nasional

Banyak Direksi Terlibat Kasus Harley, Erick ‘Bersih-bersih’ di Garuda