Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan

Bank Dunia: Pandemi Covid-19 Pukul Pertumbuhan Ekonomi Asia

- Apahabar.com     Selasa, 31 Maret 2020 - 12:11 WITA

Bank Dunia: Pandemi Covid-19 Pukul Pertumbuhan Ekonomi Asia

Ilustrasi virus Korona. Foto: istockphoto

apahabar.com, WASHINGTON – Bank Dunia menyebut pandemi virus corona atau Covid-19 diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju di Asia Timur dan Pasifik. Salah satunya pertumbuhan China sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia.

Pada Selasa (31/03) Bank Dunia mengatakan sulit untuk menentukan persisnya pertumbuhan ekonomi masa depan. Terutama karena cepatnya perubahan situasi.

Namun asumsi awal (baseline) pertumbuhan perekonomian negara-negara maju di Asia dan Pasifik pada tahun 2020 akan melambat 2,1 persen dan untuk skenario yang lebih buruk minus 0,5 persen. Jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan tahun 2019 sebesar 5,8 persen.

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi China yang menjadi titik awal pandemi virus corona melambat 2,3 persen atau minus 0,1 persen di skenario terburuk. Lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2019 sebesar 6,1 persen.

Jika proyeksi ini terwujud maka menjadi performa terburuk Asia Timur dan Pasifik sejak krisis ekonomi tahun 1997 dan 1998. Krisis yang menyebabkan 40 persen negara di seluruh dunia mengalami resesi.

Berdasarkan skenario terburuk Bank Dunia lebih dari 11 juta orang di kawasan tersebut akan jatuh ke jurang kemiskinan. Sangat bertolak belakang dengan prediksi sebelumnya yang menilai pertumbuhan ekonomi dapat mengangkat 35 juta orang dari kemiskinan.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan Bank Dunia akan menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi negara-negara lain di seluruh dunia. Bank Dunia mengatakan mereka belum selesai memprediksi pertumbuhan ekonomi di kawasan lain.

Tapi pekan lalu Direktur International Monetary Fund Kristalina Georgieva mengatakan sudah jelas perekonomian global akan memasuki masa resesi yang dapat sangat buruk. Ia memperkirakan resesi kali ini mungkin lebih buruk dibandingkan krisis finansial tahun 2008.(Rep/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jasa Keuangan

Ekbis

Akhir Tahun, Sektor Jasa Keuangan Stabil dengan Kinerja Membaik
apahabar.com

Ekbis

Bila Banjarmasin di-PSBB, Hanya Dua Pasar yang Buka
apahabar.com

Ekbis

Digitalisasi UMKM, BI Kalsel Akan Gelar Expo ‘Karya Gawi Borneo’ Virtual Bersama Blibli.com
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Perkasa, Menguat ke Rp14.715/USD
apahabar.com

Ekbis

Mulai Hari Ini, Pemerintah Uji Coba Blokir Ponsel Ilegal via IMEI
apahabar.com

Ekbis

Sambangi Wonogiri, Jokowi Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Kritis

Ekbis

Rupiah Berjaya ke Rp14.402 di Tengah Mata Uang Asing Lesu
apahabar.com

Ekbis

Alasan Kementan Musnahkan Jamur Enoki dari Korsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com