Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel

Berharap Tumbuh Pengusaha Milenial Sektor Pertanian

- Apahabar.com Senin, 2 Maret 2020 - 06:00 WIB

Berharap Tumbuh Pengusaha Milenial Sektor Pertanian

Ilustrasi. Foto- Liputan6.com/Gempur M Surya

apahabar.com, JAKARTA – Sasaran Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menargetkan hadirnya jutaan pengusaha milenial di sektor pertanian diyakini bakal berdampak positif terhadap perekonomian nasional.

“Untuk itu harus didukung demi kepentingan ekonomi bangsa Indonesia. Syaratnya Pak Syahrul juga harus bersedia menggandeng pihak yang berkompetensi dalam bidang kewirausahaan,” ujar Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (BPO HKTI) Oesman Sapta Odang.

Menurut Osman Sapta, tumbuhnya pengusaha muda atau milenial yang berminat di sektor pertanian akan mampu memperkecil angka pengangguran di Tanah Air. Sehingga hal tersebut menjadi dukungan baik kepada pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pertanian yang dikenal sebagai andalan profesi utama masyarakat.

“Indonesia jadi punya generasi muda yang mandiri. Apalagi jarang-jarang bidang pertanian itu disukai generasi muda. Sumber daya manusia Indonesia bisa jadi pencipta,” kata pengusaha sekaligus pemilik bisnis OSO Group ini.

Syahrul Yasin Limpo diketahui telah kerap menyampaikan komitmennya untuk melahirkan 2,5 juta pengusaha milenial sektor pertanian selama lima tahun ke depan pemerintahan Presiden Jokowi.

Supaya dapat merealisasikan itu, Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, akan mendorong pemanfaatan teknologi sehingga menarik minat generasi milenial. Selain itu juga memperbanyak pelatihan ekonomi pertanian menyasar generasi milenial.

Sebelumnya, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menemukan jika berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terjadi migrasi tenaga kerja yang terus meningkat dari sektor pertanian ke non pertanian, kurun tahun 2.000 hingga 2014. (lip6)

Baca Juga: Pesta Sabu, 2 Orang Pengusaha Ditangkap di Apartemen

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Harga Nikel US$ 30/Metrik Ton, Hipmi: Berita Baik Bagi Pengusaha

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ikan Haruan Penyumbang Inflasi Paling Banyak untuk Kalsel  
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Dunia Anjlok, Rupiah Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

Dikenakan Pajak 50 Persen, Hotel Aston Tanjung Berharap Ada Relaksasi
apahabar.com

Ekbis

Warga di Banjarmasin Utara Keluhkan Isi Tabung Elpiji
apahabar.com

Ekbis

Darurat Covid-19, Pertamina Suntik UMKM Rp 33,7 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Dukung PSBB, Toyota Hentikan Produksi 5 Hari
apahabar.com

Ekbis

Renault Kenalkan Mobil Listrik Murah Dacia Spring, Harganya Segini
apahabar.com

Ekbis

GSX-R150 Tampil Beda, Berikut Fitur dan Harganya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com