Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Berikut Pesan Rasulullah SAW untuk Mereka yang Suka Tunda Pekerjaan

- Apahabar.com Senin, 23 Maret 2020 - 06:45 WIB

Berikut Pesan Rasulullah SAW untuk Mereka yang Suka Tunda Pekerjaan

Ilustrasi orang yang malas bekerja. Foto-yourstory.com

apahabar.com, JAKARTA – Orang yang suka menunda pekerjaan, atau disebut juga procrastinator, selalu beranggapan masih ada hari esok untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya bisa dilaksanakan hari ini.

Mereka tidak menyadari tidak ada jaminan bagi seseorang untuk dapat bertemu dengan hari esok. Rasulullah SAW bersabda, ”Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya; gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu, masa hidupmu sebelum datang kematianmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, dan waktu kaya sebelum waktu miskinmu.” (HR Hakim).

Sabda Rasullullah SAW di atas mengandung pesan kepada kita agar tidak menunda pekerjaan. Karena menunda pekerjaan merupakan awal dari timbulnya permasalahan. Apalagi, jika pekerjaan itu merupakan suatu kebaikan.

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW berpesan, ”Bersegeralah kamu sekalian melakukan amal-amal yang shalih, karena akan terjadi suatu bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita, di mana ada seseorang pada waktu pagi ia beriman tetapi pada waktu sore ia kafir, pada waktu sore ia beriman tetapi pada waktu pagi ia kafir; ia rela menukar agamanya dengan satu kesenangan dunia.” (HR Muslim).

Ada beberapa alasan yang menyebabkan dilarangnya menunda pekerjaan. Pertama, kita tidak dapat menjamin untuk hidup pada esok hari. Kedua, tidak ada jaminan esok kita masih diberi nikmat kesehatan, memiliki waktu luang seperti hari ini. Ketiga, menunda pekerjaan yang baik menyebabkan seseorang terbiasa melakukannya, sehingga kemudian menjadi suatu kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan.

Waktu berjalan sesuai dengan sunatullah. Detik menjadi menit, menit menjadi jam, dan jam menjadi hari, begitu seterusnya. Siang dan malam pun datang silih berganti. Allah SWT berfirman, ”Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS 25:62).(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Sabda Rasul SAW yang Selalu Diingat Ibnu Umar RA
apahabar.com

Hikmah

Ibnu Qayyim Ungkap Kata Terakhir Pria yang Sibuk Dagang
Pengobatan Ala Nabi Muhammad: Manfaat Henna

Hikmah

Pengobatan Ala Nabi Muhammad: Manfaat Henna
apahabar.com

Hikmah

Ini Keistimewaan Lailatul Qadar
apahabar.com

Hikmah

Puluhan Anak Punk Mantapkan Hijrah
apahabar.com

Hikmah

6 Amaliyah di Awal Bulan Muharram
apahabar.com

Hikmah

Seorang Kristen di Korsel yang Menjadi Penasihat Masjid
apahabar.com

Hikmah

Ibadah di Masjid Al Haram Dilipatgandakan, Seberapa Besar?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com