Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel

Berkaca Pada Kisah Tobatnya Kaum Nabi Yunus

- Apahabar.com Minggu, 22 Maret 2020 - 05:00 WIB

Berkaca Pada Kisah Tobatnya Kaum Nabi Yunus

Ilustrasi, tobat. Foto-blogspot.com

apahabar.com, JAKARTA – Allah mengabarkan bahwa Nabi Yunus ‘alaisissalam pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah, sebagaimana dalam ayat, “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah,” (QS al-Anbiyâ’ [21]: 87).

Kemudian ia lari menuju kapal yang penuh muatan, Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh dengan muatan, (QS Ash-Shaffat [37]: 139-140).

Sementara itu, seperti dilansir nu.or.id, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam mengisahkan dalam haditsnya bahwa Nabi Yunus ‘alaisissalam menjanjikan kepada kaumnya akan turun azab karena sekian lama mereka mendustakan sang rasul. Disampaikan Nabi Yunus ‘alaisissalam, tiga hari lagi azab akan turun kepada mereka. Namun, setelah meyakini akan turunnya azab, mereka kemudian bertobat dan kembali kepada perintah Allah. Mereka pun menyesal karena telah mendustakan rasul yang diutus di tengah mereka.

Ketika bertobat, mereka memisahkan anak-anak dari ibunya, baik manusia maupun binatang. Sehingga terdengar jelas suara gemuruh mereka seraya berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah di tengah rintihan suara anak-anak yang tengah mencari ibunya. Dan berkat doa dan usaha mereka, Allah pun berkenan dan mengurungkan azab yang akan menimpa mereka.

Ibnu Katsîr, Ibnu Mas‘ud, Mujahid, Sa‘id ibn Jubair, dan lebih dari ulama salaf dan khalaf menjelaskan bahwa sewaktu Nabi Yunus ‘alaisissalam pergi meninggalkan mereka, azab itu benar-benar akan turun kepada mereka.

Namun, Allah membuka pintu tobat dan ampunan kepada mereka. Mereka menyesali apa yang telah mereka perbuat terhadap nabi mereka. Salah satu bentuk penyesalan mereka adalah memisahkan setiap hewan dari induknya, lalu berteriak, bermunjat, dan berpulang kepada Allah.

Setiap orang pun menangis, baik anak-anak maupun dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, baik bayi maupun ibu-ibu. Tak terkecuali binatang dan hewan ternak. Mereka seakan turut berteriak dan berdoa. Sampai tibalah saatnya Allah memberikan pertolongan, kasih-sayang dan rahmat-Nya, serta mengangkat azab yang akan menimpa mereka. (Lihat: Ibnu Katsir, al-Bidâyah wan–Nihâyah, jilid 1, hal. 231).

Kejadian itu kemudian diabadikan Allah dalam Al-Quran:

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ
“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu,” (QS Yunus [10]: 98).

Allah juga menginformasikan bahwa setelah azab akan turun, keimanan mereka benar-benar bermanfaat bagi kaum Nabi Yunus ‘alaisissalam. Dia mengangkat azab itu setelah melihat keadaan dan tobat mereka.

Tiga hari yang dijanjikan Nabi Yunus ‘alaisissalam kepada kaumnya pun berlalu. Ia menanti janji Allah terhadap mereka. Namun, karena menjauh dari mereka, Nabi Yunus ‘alaisissalam pun tidak mengetahui tobat dan permintaan ampun yang mereka lakukan.

Tahu-tahu ia menemui lagi mereka dalam keadaan selamat. Karena itu, tak heran jika ia merasa kesal karena Allah tak jadi menurunkan azab. Disebutkan, jika ada yang berbohong pada saat itu, maka hukumannya adalah dibunuh. Konon, Nabi Yunus ‘alaisissalam pun pergi dari kaumnya karena menghindari hukuman tersebut.

Dari kisah di atas, dapat dipetik pelajaran penting bahwa keimanan dan pertobatan suatu kaum berpengaruh besar dalam menghapus murka Allah dan menolak petaka yang akan ditimpakan-Nya. Buktinya, keimanan dan pertobatan kaum Nabi Yunus ‘alaisissalam yang mampu mengangkat azab yang hendak ditimpakan kepada mereka. Padahal, Nabi Yunus menyampaikan, tentunya berdasarkan wahyu, bahwa tiga hari lagi azab kepada mereka. Sungguh Allah adalah Dzat yang maha pemurah lagi maha penyayang.

Demikian kisah yang disarikan dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya, jilid 11, hal. 541, nomor hadis 1195, dari Abdullah ibn Mas‘ud, tepatnya dalam “Kitâb Fadhâ’il Yûnus.” Wallahu a’lam.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Dahsyatnya Doa Ibu, Kisah Nabi Musa Jadi Buktinya!
apahabar.com

Hikmah

Ramuan dari Nabi Muhammad Bagi Penderita Penyakit Jantung
apahabar.com

Hikmah

Mimpi Rasulullah dan Kehebatan Angkatan Laut Muslim
apahabar.com

Hikmah

Rahasia Keberkahan Rezeki Menurut Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Hukum Membaca Al Fatihah Bagi Makmum, Berikut Pendapat Imam 4 Madzhab
apahabar.com

Hikmah

Guru Seman dan Cara Unik Membimbing Murid
apahabar.com

Hikmah

Ketika Ibnu Abbas Tinggalkan Itikaf Demi Bantu Sahabat Lain
apahabar.com

Hikmah

Dua Kalimat Zikir yang Berat Timbangan Amalnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com