Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel

BI Pastikan Cadangan Devisa Cukup untuk Kawal Rupiah

- Apahabar.com Kamis, 26 Maret 2020 - 17:42 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Cukup untuk Kawal Rupiah

Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: pasardana.id

apahabar.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memastikan bahwa jumlah cadangan devisa yang ada saat ini cukup untuk mengawal stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan wabah virus corona atau Covid-19.

“Kami pastikan jumlah cadangan devisa yang kami miliki lebih dari cukup. Kami akui dengan tekanan nilai tukar yang cukup besar pada pekan lalu maupun pekan sebelumnya tentu saja ada jumlah penurunan terhadap cadangan devisa,” katanya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/03).

Perry mengakui bahwa terjadinya tekanan terhadap nilai tukar pada dua pekan belakangan membuat cadangan devisa menurun tapi masih cukup untuk triple intervention baik di DNDF, pembelian SBN di pasar spot, serta intervensi di pasar valas.

“Itu cukup untuk bagaimana mendukung upaya-upaya kami dalam menstabilkan nilai tukar rupiah termasuk triple intervention, baik di spot, DNDF, maupun pembelian SBN di pasar sekunder,” katanya.

Tak hanya itu, Perry mengatakan pihaknya juga memiliki fasilitas currency swap secara bilateral bersama sejumlah bank sentral lain yang dapat mendukung cadangan devisa.

“Kami juga mempunyai second line of defense yaitu bilateral swap dengan sejumlah bank sentral,” ujarnya.

Ia menyebutkan, perjanjian bilateral tersebut seperti dengan China senilai 30 miliar dolar AS, Jepang sebesar 22,7 miliar dolar AS, Singapura sebanyak 10 miliar dolar Singapura, serta Austalia maupun bank sentral lain.

“Kami juga berkomunikasi dengan bank sentral AS untuk memperkuat kerja sama bilateral swap ini,” katanya.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2020 tercatat sebesar 130,4 miliar dolar AS atau tetap tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan posisi akhir Januari 2020 sebesar 131,7 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan untuk impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Itu juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Gandeng Polisi, OJK Segera Panggil Dua Pegadaian Swasta Belum Kantongi Izin di Kalsel
Sepanjang 2019, OJK Tarik Rp5,9 T dari Industri Jasa Keuangan

Ekbis

Sepanjang 2019, OJK Tarik Rp5,9 T dari Industri Jasa Keuangan
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah di Tengah Isu Penurunan Fed Fund Rate
apahabar.com

Ekbis

Jadi Pendemi Global, Rupiah Terpapar Kebijakan WHO
apahabar.com

Ekbis

Sejak Darurat Covid-19, Masker Kulit dari Garut Mulai Diminati Pasar
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Pandemi, Telkom Cetak Laba Rp10,99 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Hipmi Minta BPK Audit Anggaran Program Kartu Prakerja
apahabar.com

Ekbis

Bank Indonesia Target 17 Juta Pedagang QRIS di 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com