Jokowi Telepon Paman Birin, TNI Terjunkan Kopaska hingga Puluhan Perahu Karet Kapolres Balangan Siap Salurkan Bantuan Adaro ke Masyarakat Terdampak Banjir Tiba di Kalsel, Panglima TNI Marsekal Hadi Tinjau Banjir di Objek Vital BPBD Kapuas Kembali Ingatkan Warga, Waspada Cuaca Ekstrem Bantu Warga Terdampak Banjir, Sekretariat PDIP Kalsel Disulap Jadi Tempat Pengungsian

BREAKING NEWS: Kalsel Naik Status Tanggap Darurat Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 21 Maret 2020 - 16:27 WIB

BREAKING NEWS: Kalsel Naik Status Tanggap Darurat Covid-19

Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Pengendalian Covid-19 Kalsel melakukan jumpa pers, Sabtu sore. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Sekalipun belum ada pasien positif Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan meningkatkan status kewaspadaan. Dari siaga darurat menjadi tanggap darurat Corona.

“Meskipun hasil dari enam pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikirim ke pusat masih belum diterima. Tetapi, berdasarkan pertimbangan aspek-aspek psikologi masyarakat, maka Kalsel melakukan langkah preventif,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel Abdul Haris Makkie dalam konferensi pers, Sabtu (21/3) sore.

Dalam mengambil keputusan ini, kata dia, Pemprov Kalsel telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Langkah yang diambil ini berdasarkan pertimbangan preventif untuk menjaga ketenangan dan ketentraman,” tegasnya.

Oleh sebab itu, standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat pun akan diberlakukan.

Khususnya di daerah perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng.) Mengingat, sudah ada pasien yang positif Covid-19 di dua provinsi tersebut.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan kabupaten atau kota yang berbatasan langsung dengan dua provinsi tersebut,” ungkapnya.

Seluruh petugas, sambung dia, akan melakukan screening atau cegah tangkal di daerah perbatasan, khususnya pada jalur darat dan sungai.

“Kalau saat pemeriksaan terdapat warga Kalsel yang terdeteksi, maka akan ditangani langsung. Sedangkan warga lain akan dikembalikan di tempat asal,” cetusnya.

Ia berharap masyarakat tetap tenang dan setiap langkah yang diambil akan berjalan dengan baik.

“Untuk teknis, kita sudah koordinasi dengan TNI – Polri. Seluruh petugas akan melakukan screening,” pungkasnya.

OPD TERUS BERTAMBAH

Pergerakan masyarakat dari luar daerah menuju Kalimantan Selatan terus bertambah. Hal itu yang kemudian memicu penambahan daftar orang dalam pengawasan (OPD) Covid-19 di Banua — sebutan Kalsel.

Per 21 Maret, Gugus Tugas Penanganan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 menetapkan 285 sebagai OPD.

Jumlah itu meningkat signifikan. Dibanding Jumat kemarin yang hanya 123 ODP saja. Penambahan terbesar disumbang oleh Barito Kuala dengan 57 OPD.

Praktis dari hanya 9 daerah kini bertambah menjadi 11 kabupaten/kota masuk dalam pengawasan Virus SARS -Cov-2 itu.

“Penambahan itu karena ada orang yang datang dari wilayah yang ada warganya positif terjangkit Corona, otomatis menjadi orang dalam pemantauan dalam 14 hari,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Kalsel, Wahyuddin saat dihubungi apahabar.com, Sabtu (21/3) siang.

Apabila dalam 14 hari tersebut tidak ditemukan gejala atau baik baik saja, maka nama ODP tersebut akan dihapus dari daftar.

“Jika tidak ada apa apa nanti dikurangi atau namanya dicoret dari ODP, seperti itu,” jelas kepala Pelaksana BPBD Kalsel itu.

Ujud, sapaan akrabnya, meminta masyarakat tak kuatir dengan peningkatan OPD ini. Karena hingga saat ini belum ada ODP yang beralih status ke pasien dalam pengawasan (PDP).

“Sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, Kami hanya meningkatkan kewaspadaan aja jadi kita pantau, itu upaya pencegahan karena mereka melewati daerah-daerah yang dinyatakan ada positif warganya terjangkit,” terang Ujud, sapaan akrabnya.

Maka, lanjut Ujud, menurut SOP atau protokol yang berlaku Gugus Tugas harus memantau orang-orang tersebut.

“Dan mereka (ODP) karantina secara mandiri saja di rumah, saat ini dari ODP ke PDP belum ada, masih aman. Pergerakan masih di jumlah ODP,” pungkasnya.

Adapun beberapa kabupaten/kota yang mengalami peningkatan ialah Banjarmasin.

Dari sebelumnya 10 ODP menjadi 45 ODP, Tanah Bumbu sebelumnya 5 ODP menjadi 28 ODP. Dan dua kabupaten/kota yang baru masuk, Barito Kuala 57 ODP dan HST 47 ODP.

Adapun total ODP saat ini berjumlah 285 orang. Dengan rincian sebagai berikut:

BANJARMASIN – 45
BARITO KUALA – 57
TABALONG – 11
TANAH LAUT – 1
KOTABARU – 5
TANAH BUMBU – 28
HULU SUNGAI SELATAN (HSS) – 49
HULU SUNGAI TENGAH (HST) – 47
HULU SUNGAI UTARA (HSU) –
BALANGAN –
BANJAR – 6
KOTA BANJARBARU – 34
TAPIN – 2

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Catatan Redaksi: Berita ini semata demi meningkatkan kewaspadaan publik mengenai prosedur antisipasi pencegahan virus SARS-Cov-2. Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Denny Cecar Soal Reklamasi, Paman Birin Tangkis dengan Revolusi Hijau
apahabar.com

Kalsel

Kemenhub RI Resmikan Go Live Inaportnet Pelabuhan Batulicin-Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Detik-Detik Penangkapan Pengendara Avanza Bawa Sabu di HSU
apahabar.com

Kalsel

Dibongkar, Jembatan Mandastana Belum Tentu Dibangun Ulang
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Waspadai Karhutla Hampir Seluruh Wilayah Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Siang Hujan, Malam Berpayung Awan
apahabar.com

Kalsel

Difasilitasi TPS 06 Marabahan Kota, Hanya 3 Suara dari Karantina Covid-19 di Batola
apahabar.com

Kalsel

Sekumpul Dilanda Banjir, Legislator Senayan Lobi Kementerian PUPR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com