Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru Pulang ke Banjarmasin, Jemaah Ijtima Ulama Dunia Diobservasi Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga Wafat Usai dari Bandung, Warga Landasan Ulin Kuatir Covid-19 Bertambah Dua, WNA di Palangka Raya Positif Corona




Home Kalsel

Sabtu, 21 Maret 2020 - 16:27 WIB

BREAKING NEWS: Kalsel Naik Status Tanggap Darurat Covid-19

Aam - Apahabar.com

Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Pengendalian Covid-19 Kalsel melakukan jumpa pers, Sabtu sore. Foto-apahabar.com/Robby

Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Pengendalian Covid-19 Kalsel melakukan jumpa pers, Sabtu sore. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Sekalipun belum ada pasien positif Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan meningkatkan status kewaspadaan. Dari siaga darurat menjadi tanggap darurat Corona.

“Meskipun hasil dari enam pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikirim ke pusat masih belum diterima. Tetapi, berdasarkan pertimbangan aspek-aspek psikologi masyarakat, maka Kalsel melakukan langkah preventif,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel Abdul Haris Makkie dalam konferensi pers, Sabtu (21/3) sore.

Dalam mengambil keputusan ini, kata dia, Pemprov Kalsel telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Langkah yang diambil ini berdasarkan pertimbangan preventif untuk menjaga ketenangan dan ketentraman,” tegasnya.

Oleh sebab itu, standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat pun akan diberlakukan.

Khususnya di daerah perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng.) Mengingat, sudah ada pasien yang positif Covid-19 di dua provinsi tersebut.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan kabupaten atau kota yang berbatasan langsung dengan dua provinsi tersebut,” ungkapnya.

Seluruh petugas, sambung dia, akan melakukan screening atau cegah tangkal di daerah perbatasan, khususnya pada jalur darat dan sungai.

“Kalau saat pemeriksaan terdapat warga Kalsel yang terdeteksi, maka akan ditangani langsung. Sedangkan warga lain akan dikembalikan di tempat asal,” cetusnya.

Ia berharap masyarakat tetap tenang dan setiap langkah yang diambil akan berjalan dengan baik.

“Untuk teknis, kita sudah koordinasi dengan TNI – Polri. Seluruh petugas akan melakukan screening,” pungkasnya.

Baca juga :  Tiba di Syamsudin Noor, Ini Kata Sandiaga Uno

OPD TERUS BERTAMBAH

Pergerakan masyarakat dari luar daerah menuju Kalimantan Selatan terus bertambah. Hal itu yang kemudian memicu penambahan daftar orang dalam pengawasan (OPD) Covid-19 di Banua — sebutan Kalsel.

Per 21 Maret, Gugus Tugas Penanganan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 menetapkan 285 sebagai OPD.

Jumlah itu meningkat signifikan. Dibanding Jumat kemarin yang hanya 123 ODP saja. Penambahan terbesar disumbang oleh Barito Kuala dengan 57 OPD.

Praktis dari hanya 9 daerah kini bertambah menjadi 11 kabupaten/kota masuk dalam pengawasan Virus SARS -Cov-2 itu.

“Penambahan itu karena ada orang yang datang dari wilayah yang ada warganya positif terjangkit Corona, otomatis menjadi orang dalam pemantauan dalam 14 hari,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Kalsel, Wahyuddin saat dihubungi apahabar.com, Sabtu (21/3) siang.

Apabila dalam 14 hari tersebut tidak ditemukan gejala atau baik baik saja, maka nama ODP tersebut akan dihapus dari daftar.

“Jika tidak ada apa apa nanti dikurangi atau namanya dicoret dari ODP, seperti itu,” jelas kepala Pelaksana BPBD Kalsel itu.

Ujud, sapaan akrabnya, meminta masyarakat tak kuatir dengan peningkatan OPD ini. Karena hingga saat ini belum ada ODP yang beralih status ke pasien dalam pengawasan (PDP).

“Sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, Kami hanya meningkatkan kewaspadaan aja jadi kita pantau, itu upaya pencegahan karena mereka melewati daerah-daerah yang dinyatakan ada positif warganya terjangkit,” terang Ujud, sapaan akrabnya.

Baca juga :  Pengen Viral, 'Kuntilanak' di Banjarbaru Malah Diciduk Polisi

Maka, lanjut Ujud, menurut SOP atau protokol yang berlaku Gugus Tugas harus memantau orang-orang tersebut.

“Dan mereka (ODP) karantina secara mandiri saja di rumah, saat ini dari ODP ke PDP belum ada, masih aman. Pergerakan masih di jumlah ODP,” pungkasnya.

Adapun beberapa kabupaten/kota yang mengalami peningkatan ialah Banjarmasin.

Dari sebelumnya 10 ODP menjadi 45 ODP, Tanah Bumbu sebelumnya 5 ODP menjadi 28 ODP. Dan dua kabupaten/kota yang baru masuk, Barito Kuala 57 ODP dan HST 47 ODP.

Adapun total ODP saat ini berjumlah 285 orang. Dengan rincian sebagai berikut:

BANJARMASIN – 45
BARITO KUALA – 57
TABALONG – 11
TANAH LAUT – 1
KOTABARU – 5
TANAH BUMBU – 28
HULU SUNGAI SELATAN (HSS) – 49
HULU SUNGAI TENGAH (HST) – 47
HULU SUNGAI UTARA (HSU) –
BALANGAN –
BANJAR – 6
KOTA BANJARBARU – 34
TAPIN – 2

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Catatan Redaksi: Berita ini semata demi meningkatkan kewaspadaan publik mengenai prosedur antisipasi pencegahan virus SARS-Cov-2. Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hujan Lebat Ancam Tanbu dan Kotabaru Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Mulai 25 Maret, Siswa SD dan SMP di Batola Dirumahkan

Kalsel

Cekcok Suami Istri Diduga Picu Kebakaran di Alalak Selatan
apahabar.com

Kalsel

Ditinggal Pergi Pemiliknya, Sebuah Rumah di Kintap Kecil Ludes Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Kantor Desa Baroqah “Libur” Dadakan, Camat Bakal Sanksi Kades
apahabar.com

Kalsel

Makna Logo Harjad ke-60 HST: Burung Anggang hingga Angka 6
apahabar.com

Kalsel

Pengawas Pemilu Ikuti ESQ, Ini Tujuannya
apahabar.com

Kalsel

Jelang Haul Abah Guru Sekumpul, Drainase Mulai Dibersihkan