Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel

Cegah Corona, RS Idaman Banjarbaru Jadi Transit Pasien

and - Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 11:13 WIB
and - Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 11:13 WIB

Cegah Corona, RS Idaman Banjarbaru Jadi Transit Pasien

Kasi Pelayanan Medik RSDI Banjarbaru Siti Ningsih bersama Kasi Tata Usaha RSDI Banjarbaru Firmansyah saat menyampaikan keterangan di Aula Lantai 4 RSDI Banjarbaru, Rabu (4/3).Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU Seiring ditemukan WNI positif terserang virus Covid 19 atau yang populer disebut Corona, Rumah Sakit di Banjarbaru pun turut berbenah. Rumah Sakit Daerah Idaman (RSID) Banjarbaru resmi ditunjuk sebagai rumah sakit transit pasien yang diduga terkena Corona.

“Begitu beberapa hari diumumkan ada positif Corona di Indonesia maka kemudian kita heboh dan siap siaga termasuk rumah sakit Idaman Banjarbaru,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Medik RSD Idaman Banjarbaru, Siti Ningsih kepada apahabar.com, Rabu (4/3).

Nah, lanjutnya, setelah pihaknya mengikuti rapat di Dinas Kesehatan provinsi, ditentukan Rumah Sakit rujukan utama pasien diduga Corona saat ini adalah RS Ulin Banjarmasin dan RS Hadji Boejasin Tanah laut, Pelaihari.

“Kita sendiri masih sebagai rumah sakit transit pasien, bukan rujukan pasien,” tegasnya.

Artinya, sambung Ningsih, jika ada pasien yang diduga terkena Corona dan dibawa ke RSID Banjarbaru maka akan ditangani kegawatannya, dan setelah itu dirujuk ke RS rujukan.

“Kita tangani kegawatannya, tapi untuk selanjutnya akan kita kirim ke salah satu dari rumah sakit rujukan, jadi penanganannya bukan di RSID Banjarbaru. Kita siapkan sebagai RS transit,” jelasnya.

Akan tetapi, jika nantinya RSID menerima surat dari Kementrian Kesehatan untuk harus menjadi RS rujukan, RSID akan menyiapkan peralatan lebih.

“Tentu kita harus menyiapkan lebih karena kalau transit hanya punya ruang isolasi IGD, tapi kalau rujukan harus menyiapkan ruang perawatan rawat inap dan itu ruang isolasinya harus punya standar khusus,” terangnya.

Terakhir ia mengingatkan ada 5 hal yang patut diwaspadai sebagai serangan Corona.

“Demam atau riwayat demam, batuk pilek atau sakit tenggorokan, sesak atau kesulitan bernafas,” paparnya.

Yang paling penting, kata Ningsih, yakni dua hal sisanya yaitu riwayat bepergian ke Tiongkok atau daerah terjangkit lainnya dalam 14 hari terakhir.”Riwayat kontak dengan pasien yang terkonfirmasi Corona,” tutupnya.

Baca Juga: Cegah Corona, Intip Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer di Rumah

Baca Juga: Cegah Virus Corona, 118 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Imbau Warga Pelaihari, Polisi Bentangkan Spanduk Larangan Bakar Lahan

Kalsel

Jadi Tersangka, Eks Pemred Banjarhits Langsung Ditahan
apahabar.com

Kalsel

Gaji Guru Honorer di Banjarbaru Masih Rendah
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel Gelar Evaluasi Penyampaian LHKPN Tahun 2019 dan LHKASN Serta Sosialisasi Peraturan KPK RI
apahabar.com

Kalsel

Arie Husairi ‘Si Garuk Kaki Nyamuk’ Juara KNPI Stand Up Comedy
apahabar.com

Kalsel

BMKG Pantau Kalimantan Selatan Cerah Kamis Ini
apahabar.com

Kalsel

Banjir Rendam Perumahan Warga dan Jalan Nasional di Tapin Kalsel
apahabar.com

Kalsel

1 September mendatang, Perbup Tabalong Akan Ditegakkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com