Rekonstruksi Pembunuhan di Buncit Indah, Satu Pelaku Sakit Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda

Cegah Penularan Covid-19, Repnas Dukung Karantina Wilayah Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 31 Maret 2020 - 19:39 WIB

Cegah Penularan Covid-19, Repnas Dukung Karantina Wilayah Kalsel

Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) mendukung wacana karantina wilayah Kalimantan Selatan. Itu demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Foto-Dok apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) mendukung wacana karantina wilayah Kalimantan Selatan. Itu demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

“Menanggapi hal ini saya pernah menyampaikan dukungan untuk melakukan karantina wilayah di Kalsel. Ini seiring dengan desakan masyarakat, kekhawatiran dan lainnya,” ucap Ketua Repnas Kalsel, Nawang Wijayati kepada apahabar.com, Selasa (31/3) siang.

Walhasil, kata dia, wacana tersebut dipertimbangkan sebagai upaya untuk mengendalikan lajunya penyebaran Covid-19 di Kalsel .

Meski begitu, ia menilai sangat banyak pertimbangan dalam melakukan karantina wilayah. Salah satunya dari sektor perekonomian.

“Ini akan berdampak pula bagi para pelaku usaha, terutama kita di Repnas. Pastinya banyak sisi yang harus dipersiapkan,” bebernya.

Kemudian, pemerintah harus meminimalisir dampak sosial jika pada akhirnya pemerintah menerapkan karantina wilayah.

“Salah satunya terkait memastikan suplai kebutuhan pokok terjaga,” cetusnya.

Sejauh ini pemerintah sudah mendirikan posko di sudut perbatasan provinsi dan kabupaten atau kota.

“Di jalur laut sendiri, hari ini sepertinya Pelabuhan Trisakti tidak ada penumpang yang datang dari luar. Sekarang menjadi pelabuhan khusus terminal cargo,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar seluruh keluarga orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) diisolasi serta dijaga oleh petugas.

Namun, orang tetap diperbolehkan berjualan. Sedangkan orang yang tak berkepentingan dilarang masuk Kalsel.

Kalaupun dengan alasan bekerja, tambah dia, maka mesti didata terlebih dahulu.

“Jika bandara berasal dari red zone, maka diharuskan bersedia dikarantina selama 1-3 hari,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hadapi Pandemi Covid-19, BI Ambil Kebijakan Strategis
Vaksin

Ekbis

Uji Coba Vaksin Bikin Harga Minyak Naik Menggeliat

Ekbis

Jokowi Minta Jajarannya Percepat Pengembangan Industri Turunan Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Datang, Anggota DPRD Kalsel Harap Realisasi PSN
apahabar.com

Ekbis

Jelang Hasil Rapat BI, Rupiah Siap-Siap Menguat
apahabar.com

Ekbis

Tiket AirAsia Hilang di Agen Online, Intervensi Kompetitor?
apahabar.com

Ekbis

Siapa Bilang Pelajar Tidak Bisa Jalankan Bisnis Online?
apahabar.com

Ekbis

Atasi Krisis di Masa Kenormalan Baru, Simak Saran Sandiaga Uno
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com