Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Corona Jadi Pendemi, Jokowi Makin Sering Minum Jamu

- Apahabar.com Kamis, 12 Maret 2020 - 12:44 WIB

Corona Jadi Pendemi, Jokowi Makin Sering Minum Jamu

Presiden Jokowi dikenal gemar meminum jamu, seperti saat masih menjadi calon presiden pada Pilpres 2014 lalu. Kala itu, ia mengajak Presiden Jusuf Kalla minum segelas jamu beras kencur dari pedagang jamu gendong setelah menjalani pemeriksaan kesehatan selama 10 Jam, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, medio Mei silam. Foto-Dok.Tempo

apahabar.com, JAKARTA – Belakangan ini, Presiden Joko Widodo makin sering meminum jamu.

Dari semula hanya pagi hari menjadi tiga kali dalam sehari. Itu semua dilakukan sang presiden untuk mencegah virus corona.

“Saya biasanya tiap hari minum itu, temulawak, jahe, sereh, kunyit saya campur, saya minum hanya pagi. Sekarang karena ada corona saya minumnya pagi, siang, malam,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan The 2nd Asian Agriculture & Food Forum di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3) dilansir Antara.

Selama ini, eks wali kota Solo itu dikenal gemar sekali meminum jamu.

Secara khusus, eks gubernur DKI Jakarta ini juga membocorkan resep jamu yang biasa diminumnya. Yakni, jahe merah, temulawak, sereh, kunyit, yang semuanya dicampur menjadi satu.

Bahkan ia mengganti suguhan minuman teh untuk tamu dengan resep jejamuan tersebut.

“Sekarang tamu-tamu saya kalau pagi, siang, dan malam saya beri minuman itu, bukan teh, tapi temulawak, jahe, sereh, kunyit, campur jadi satu,” katanya.

Presiden juga mengingatkan saat ini harga rempah-rempah tersebut naik berkali lipat hingga 4-5 kali lipat.

“Hati-hati sekarang ini harganya naik sampai 4 kali lipat, 5 kali lipat. Jahe merah, temulawak, kunyit. Naik sampai 3, 4, 5 kali lipat. Biasanya kalau mencari mudah,” katanya.

Ia sendiri mengaku kian susah mencari rempah di pasaran karena banyak yang mengonsumsi.

“Saya biasanya tiap hari minum itu. Itu yang menyebabkan mungkin (harganya naik itu), karena diminum tidak hanya sekali, tapi 3 kali,” katanya.

Seperti diwartakan sebelumnya, WHO telah mengumumkan bahwa penyebaran virus corona telah menjadi pandemi bukan lagi epidemi.

“Kami mengingatkan semua negara untuk mengambil langkah sigap dan siap. Kami telah menggaungkan peringatan dengan keras dan jelas,” ujar Direktur HO Tedros Adhanom Ghebreyesus dilansir Kompas.com, Rabu (11/3) kemarin.

Pasca-penetapan ini, WHO meminta semua negara untuk melakukan beberapa hal berikut.

Pertama, mengaktifkan dan meningkatkan mekanisme tanggap darurat.

Kedua, berkomunikasi dengan publik tentang risiko dan bagaimana mereka dapat melindungi diri sendiri.

Ketiga, menemukan, memisahkan, menguji, dan mengobati setiap kasus Covid-19 dan melacak setiap kontak yang berkaitan.

Baca Juga: Update Corona, Bintang Film hingga Pemain Juventus Terinfeksi

Baca Juga: Update Virus Corona: WHO Sebut Korban Meninggal Mencapai 4.012 Orang

Baca Juga: Malaysia Lacak 5.000 Warganya Usai Positif Corona di Masjid

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Batal di Bukit Soeharto, Ibu Kota Pindah ke Penajam?
apahabar.com

Nasional

Cucu Wiranto Meninggal karena Terpeleset di Kolam
apahabar.com

Nasional

Ditutup karena Corona, Betlehem Bagaikan Kota Hantu
apahabar.com

Nasional

Ustaz Somad: Ibu Meninggal Persis Seperti Keinginan Beliau
Pengamen

Hiburan

TOP! Pengamen Indonesia Menangi Ajang Pencarian Bakat Italia, Begini Ceritanya
apahabar.com

Nasional

Dari Madura ke Sekumpul, Ngalap Berkah Orang Saleh
apahabar.com

Nasional

Budi Mayat dalam Koper Bawa ‘Banyak Uang’, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Jaya: Pemeriksaan Kivlan Zen Terkait Dana dari Habil Marati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com