Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal

Covid-19, Warga Batulicin Diingatkan Jangan Latah di Medsos

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 13:43 WIB

Covid-19, Warga Batulicin Diingatkan Jangan Latah di Medsos

Kapolsek Batulicin, Iptu Farikin Rois. Foto-apahabar.com/Syahriadi.

apahabar.com, BATULICIN – Maraknya informasi terkait Covid-19 yang disebar di media sosial menjadi perhatian banyak pihak, tak terkecuali jajaran Polsek Batulicin.

Pasalnya informasi yang disebar terkadang belum diketahui kebenarannya dan tidak memiliki sumber informasi yang jelas.

Masyarakat diminta untuk tidak termakan isu yang belum tentu kebenarannya apalagi yang tidak benar atau hoaks.

“Kepada masyarakat di wilayah hukum Batulicin untuk bijak dalam menggunakan medsos dan smartphone terkait hal tersebut,” ujar Kapolsek Batulicin, Iptu Farikin Rois kepada apahabar.com, Rabu (18/3).

Ia mengingatkan kepada masyarakat di wilayah hukumnya, kalau mendapat informasi terkait Corona, agar diteliti dan mencari tahu duhulu kebenarannya serta sumber informasinya.

“Teliti dan jangan langsung membenarkan serta jangan latah dengan jari untuk membagikan berita yang tidak benar atau hoaks, karena ada pasalnya dan undang-undangnya,” tegasnya.

Terkait ancaman dan hukumannya, Kapolsek menerangkan Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 19/2016) mengatur mengenai penyebaran berita bohong di media elektronik (termasuk sosial media).

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” tegasnya.

Reporter: Syahriadi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pilgub Kalsel 2020, KPU Tala Rampungkan DPT
apahabar.com

Kalsel

Tanam 1.000 Batang Bibit Kopi di Lokasi TMMD Banjarmasin

Kalsel

Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis!
apahabar.com

Kalsel

Kasus ISPA Meningkat Drastis, Dinkes Banjarmasin: Jangan Panik
apahabar.com

Kalsel

Update 25 April, Bayi asal Tanah Bumbu Negatif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Terhalang Aturan, Pemkab HST Tunda Lantik Puluhan Pejabat Fungsional
apahabar.com

Kalsel

Setelah Tutup 6 Bulan, Taman Rekreasi dan Edukasi Amanah Borneo Park Buka
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Tim Denny Indrayana Laporkan Bawaslu Kalsel ke DKPP RI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com