BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Darurat Covid-19, Kumpulkan Massa di Banjarbaru Dikenakan Pasal Berlapis

- Apahabar.com Selasa, 24 Maret 2020 - 14:17 WIB

Darurat Covid-19, Kumpulkan Massa di Banjarbaru Dikenakan Pasal Berlapis

Sosialisasi Polres Banjarbaru mengenai larangan pengumpulan massa. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Polisi siap menindak masyarakat yang kukuh melakukan pengumpulan massa selama masa tanggap darurat Covid-19.

“Untuk sekarang berdasarkan perintah kapolri dan pemerintah mohon ditunda dulu. Kita harus hargai dan hormati (kebijakan), demi kebaikan serta kepentingan bersama,” ungkap Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso, melalui Kasubag Humas AKP Siti Rohayati kepada apahabar.com, Selasa (24/3) pagi.

Seperti diketahui pada 19 Maret lalu, telah dikeluarkan Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ber Nomor Mak/ 2 /11/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang pada poin (a) berbunyi:

Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu:

1) pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya,
Sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis;
2) kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga;
3) kegiatan olah raga, kesenian, dan jasa hiburan;
4) unjuk rasa, pawai, dan karnaval; serta
5) kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

Atas maklumat itu, Polres Banjarbaru telah mensosialisasikan imbauan kepada masyarakat terkait kebijakan tersebut agar tidak mengadakan kegiatan pengumpulan massa.

“Sudah diimbau, dibubarkan. Melalui seluruh Babin sudah digerakkan,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, melalui patroli malam sudah pula disosialisasikan.

“Dengan bentuk patroli UKL, semua fungsi kepolisian bergerak,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengenakan pasal berlapis dari Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) bagi warga yang sengaja berkumpul dan mengabaikan peringatan pembubaran dari polisi.

“Hal ini termuat dalam Pasal 212, 216 dan 218 KUHP tentang aturan kerumunan di suatu tempat,” jelasnya lagi.

Apabila masyarakat masih ngotot melakukan kegiatan pengumpulan massa dan tidak mengindahkan instruksi pemerintah maka sanksi penjara diberlakukan.

“Ancaman hukuman mulai dari 4,5 bulan hingga tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Mufidah.
Editor: Fariz Fadhillah

CATATAN REDAKSI: Berita ini semata demi meningkatkan kewaspadaan publik mengenai prosedur antisipasi pencegahan virus SARS-Cov-2. Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi selanjutnya silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (II), Massa Diduga Dikawal Batalyon K Binaan Komunis
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Cuaca Ekstrem Ancam Banjarmasin dan Batola Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Calon Anggota KPU Tabalong, Abdi dan Sandy Kecewa, Agus “No Comment”
apahabar.com

Kalsel

Bentrokan Pecah, Pemuda Bersimbah Darah di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Satu Lagi Oknum Keamanan PT SILO Dibekuk Polisi
apahabar.com

Kalsel

3 Hari Tak Ada Kabar, Staf Lion Air di Bandara Syamsudin Noor Ditemukan Membusuk
apahabar.com

Kalsel

Kinerja DLH Dipertanyakan Dewan, Mukhyar Geram!!!   
apahabar.com

Kalsel

Jika ‘Bandel’, Izin Operasional Bioskop XXI Banjarmasin Terancam Dicabut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com