Hari Tahu Sedunia: Walhi Kalsel Desak Pemerintah Buka-bukaan soal Kontrak Tambang Raksasa Kilang Minyak Rp300 Triliun di Kotabaru Masih Angan-Angan Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Ribut-Ribut Salah Tangkap Mahasiswa HMI Barabai Berakhir Antiklimaks Tinjau Penataan Sekumpul, Dirjen Cipta Karya Ngomel-Ngomel!

Darurat Covid-19, Kumpulkan Massa di Banjarbaru Dikenakan Pasal Berlapis

- Apahabar.com     Selasa, 24 Maret 2020 - 14:17 WITA

Darurat Covid-19, Kumpulkan Massa di Banjarbaru Dikenakan Pasal Berlapis

Sosialisasi Polres Banjarbaru mengenai larangan pengumpulan massa. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Polisi siap menindak masyarakat yang kukuh melakukan pengumpulan massa selama masa tanggap darurat Covid-19.

“Untuk sekarang berdasarkan perintah kapolri dan pemerintah mohon ditunda dulu. Kita harus hargai dan hormati (kebijakan), demi kebaikan serta kepentingan bersama,” ungkap Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso, melalui Kasubag Humas AKP Siti Rohayati kepada apahabar.com, Selasa (24/3) pagi.

Seperti diketahui pada 19 Maret lalu, telah dikeluarkan Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ber Nomor Mak/ 2 /11/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang pada poin (a) berbunyi:

Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu:

1) pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya,
Sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis;
2) kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga;
3) kegiatan olah raga, kesenian, dan jasa hiburan;
4) unjuk rasa, pawai, dan karnaval; serta
5) kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

Atas maklumat itu, Polres Banjarbaru telah mensosialisasikan imbauan kepada masyarakat terkait kebijakan tersebut agar tidak mengadakan kegiatan pengumpulan massa.

“Sudah diimbau, dibubarkan. Melalui seluruh Babin sudah digerakkan,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, melalui patroli malam sudah pula disosialisasikan.

“Dengan bentuk patroli UKL, semua fungsi kepolisian bergerak,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengenakan pasal berlapis dari Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) bagi warga yang sengaja berkumpul dan mengabaikan peringatan pembubaran dari polisi.

“Hal ini termuat dalam Pasal 212, 216 dan 218 KUHP tentang aturan kerumunan di suatu tempat,” jelasnya lagi.

Apabila masyarakat masih ngotot melakukan kegiatan pengumpulan massa dan tidak mengindahkan instruksi pemerintah maka sanksi penjara diberlakukan.

“Ancaman hukuman mulai dari 4,5 bulan hingga tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Mufidah.
Editor: Fariz Fadhillah

CATATAN REDAKSI: Berita ini semata demi meningkatkan kewaspadaan publik mengenai prosedur antisipasi pencegahan virus SARS-Cov-2. Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi selanjutnya silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dukung Mahasiswa, Nenek Rohana Ikut Aksi Lilin di Gedung DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Satu Bulan Jabat Kapolres, AKBP Andi Adnan Ajak Jurnalis Kotabaru Bersinergi
apahabar.com

Kalsel

Hoaks Corona Toko Hj Enong, 2 Gadis Banjarbaru Minta Maaf
apahabar.com

Kalsel

Kemenag Kalsel Harap PPIU Jadwal Ulang Keberangkatan Umrah Jemaah
apahabar.com

Kalsel

PSBB Dinilai Picu Kekosongan Stok Darah, PMI Banjarmasin Kembali Menjerit
apahabar.com

Kalsel

Tambah 20 Pasien Positif, Covid-19 Kalsel Capai 11.508 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Nekat Kabur dari Mobil Patroli, Jukir Liar di Banjarmasin Rasakan Akibatnya
apahabar.com

Kalsel

Rapat Pleno KPU, Sederet Bakal Calon Pilwali Banjarmasin 2020 Tak Hadir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com