BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi

Deklarasi JMSI di Aceh, Rizal Ramli: Bangun Optimisme di Tengah Kelesuan Efek Corona

- Apahabar.com Jumat, 6 Maret 2020 - 16:13 WIB

Deklarasi JMSI di Aceh, Rizal Ramli: Bangun Optimisme di Tengah Kelesuan Efek Corona

Rizal Ramli saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Foto-JMSI for apahabar.com

apahabar.com, BANDA ACEH – Ekonom nasional, Rizal Ramli menilai situasi tak menentu yang dipicu oleh penyebaran virus corona baru atau Covid-19 dapat dimanfaatkan untuk membangun kekuatan ekonomi nasional.

Kenyataan bahwa arus masuk komoditas dan barang dari luar negeri mengalami hambatan dapat dijadikan momentum untuk mengembangkan sektor produksi di dalam negeri. Baik komoditas holtikultura maupun produk-produk non-pangan seperti spareparts kendaraan.

Keyakinan itu Rizal sampaikan saat berkunjung ke Aceh untuk menghadiri Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Jumat (6/3).

Mantan Menko Perekonomian itu mencontohkan keputusan pemerintah membuka keran impor bawang putih. Menurutnya, kebijakan itu tidak perlu dilakukan.

Rizal Ramli optimistis apabila dimaksimalkan dalam dua sampai tiga bulan mendatang, suplai bawang putih dari berbagai daerah di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Selain itu, ini juga kesempatan yang baik bagi fakultas-fakultas pertanian terutama IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk mengembangkan riset mengenai kualitas tanah yang dapat meningkatkan kualitas dan juga kuantitas panen bawang putih,” urai Rizal.

Dia memperkirakan untuk waktu yang cukup lama produk-produk holtikultura dari Republik Rakyat China (RRC) yang sebelum ini cukup banyak di pasar Indonesia akan kurang diminati.

“Penyebaran virus corona baru dari Wuhan kelihatannya akan melahirkan sentimen negatif pada sayur dan buah dari China, bisa jadi sampai setahun setelah vaksin untuk virus ini ditemukan” ujarnya lagi.

Bukan hanya sayur dan buah, barang-barang pabrikasi lain dari China juga mengalami nasib serupa di Indonesia.

“Kapasitas industri suku cadang kita cukup besar. Bisa dimaksimalkan untuk mencukupi kebutuhan,” demikian Rizal. (*)

Baca Juga: Terinspirasi Haul Guru Sekumpul, H Husin Ciptakan Lagu

Baca Juga: Update Virus Corona, Lebih dari 50 Persen Sembuh

Baca Juga: Sebelum Dikubur, Korban Pembunuhan di Tamban Sempat Direkayasa Hilang

Baca Juga: Polisi Ungkap Penimbunan Masker dan Antiseptik di Makassar

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Reza Artamevia Mengaku Beli Sabu Seharga Rp1,2 Juta dari Pengedar
apahabar.com

Nasional

Mardani H Maming, Si Penyuka Taro Mengejar Hipmi 1
apahabar.com

Nasional

Viral, Dokter ‘Cantik’ Rupanya Gadungan
apahabar.com

Nasional

Kebakaran Beruntun Terus Melanda Tanah Laut
apahabar.com

Nasional

Lagi, Rumah Menteri Susi Dilempari Batu
apahabar.com

Nasional

Sandiaga Uno Takziah ke Rumah Keluarga Ketua KPPS yang Meninggal Dunia di Pekanbaru
Habib Rizieq

Nasional

Kawal Habib Rizieq, FPI Bantah Anggotanya Dibekali Senjata Api
Listrik Gratis Tiga Bulan, Simak Ketentuan Pengguna Toke

Nasional

Listrik Gratis Tiga Bulan, Simak Ketentuan Pengguna Token
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com