Risiko Terburuk Wabah Covid-19, Kabupaten Banjar Siap Lockdown Disuruh di Rumah, Remaja di Banjarmasin Timur Malah Pesta Miras Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng




Home Kalsel

Jumat, 27 Maret 2020 - 12:03 WIB

Di Tengah Covid-19, Permintaan Daging Turun Drastis

rifad - Apahabar.com

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengecek harga daging di salah satu pasar tradisional, Jumat (27/3) pagi. Foto-Istimewa

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengecek harga daging di salah satu pasar tradisional, Jumat (27/3) pagi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Permintaan masyarakat Kota Banjarmasin terhadap daging turun drastis.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, saat memantau sejumlah harga bahan pokok di pasaran, Jumat (27/3) pagi, mengungkapkan, permintaan terhadap daging turun
50-70 persen dari hari biasanya.

“Saat kita mencek ke pasar daging stok dan harga stabil kisaran Rp120 hingga Rp125 ribu, tetapi permintaan yang menurun dratis hampir 50%. Sama juga dengan ayam harga dan pasokan aman tapi permintaan kurang, 70 persen. Dan beras mencapai 30%,” ujar Ibnu Sina.

Sebaliknya, peminat ikan gabus atau haruan cukup tinggi. Tak ayalnya, sulit untuk dicari dan harganya mahal.

Baca juga :  Terpidana Korupsi Jembatan Mandastana Mulai Mengembalikan Uang

“Ikan haruan yang langka sejak berapa bulan lalu, sehingga harga melambung sekitar Rp 120 ribu,” terang Ibnu Sina.

Meski demikian, Ibnu yang turun bersama Kapolres Banjarmasin dan Dandim 1007/Banjarmasin, memastikan pasokan komoditas seperti minyak goreng dan telor masih aman terkendali.

Terkendalanya hanya pada ketersediaan gula pasir harganya mencapai Rp20-21 ribu/perkilogram.

Padahal stok gula pasir sudah masuk ke pasaran beberapa waktu lalu.

Selain itu, stok bahan pokok seperti bawang putih yang diisukan langka juga sudah masuk ke pasaran.

Sebab pada 3 hari lalu kran bawang putih masuk sekitar 150 ton, sehingga kelangkaan bisa teratasi segera.

Baca juga :  Mengamuk, Kepala BKD Banjarmasin Ancam Pidanakan Pol PP

Alhasil harga bawang putih mencapai stabil Rp43 ribu dan bawang merah Rp33 ribu.

“Cabe juga normal walaupun pasokan daerah saja. Mudahan mudahan kondisi ini bisa terkendali sampai dengan berakhirnya status Tanggap Darurat penyebaran virus Corona sampai dengan lebaran,” harapnya.

Ibnu juga menegaskan bahwa Pemkot Banjarmasin tidak menutup pasar dalam naungannya, meski dalam kondisi tanggap darurat Covid-19.

Atas pertimbangan, warga masih membutuhkan kebutuhan pokok, sehingga roda perekonomian bisa jalan seperti biasa.

Hanya saja penutupan aktifitas pasar terjadi di dalam pengelolaan swasta.

“Kita tidak memaksa mereka kecuali ada perkembangan lain,” tuturnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Isak Tangis dan Doa Iringi Pemakaman Korban Serangan Kobra
apahabar.com

Kalsel

Sering ke Kediaman Kiai Idham Chalid, Kiai Ma’ruf: Beliau Luar Biasa
apahabar.com

Kalsel

Sosok Mardani H Maming Sumber Inspirasi Semua Pihak
apahabar.com

Kalsel

Semarakkan HAN 2019, Ratusan Anak Sedot Perhatian Warga HST
apahabar.com

Kalsel

Temui Mahasiswa, Anggota DPRD Banjarbaru Mengeluh Kepanasan
apahabar.com

Kalsel

Ikan Keramba di Banua Anyar Kena Imbas Intrusi Air Laut, Kerugian Rp 34 Juta
apahabar.com

Kalsel

Tiga Isu Lingkungan Kalsel, Walhi: Wajib Jadi Prioritas Capres
apahabar.com

Kalsel

Tunggu Putusan Ibnu Sina, Sembilan Pelamar Kepala Dinas Deg-Degan