Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Dibayangi Wabah Covid-19, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif

- Apahabar.com Selasa, 3 Maret 2020 - 11:05 WIB

Dibayangi Wabah Covid-19, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif

Ilustrasi IHSG menguat. Foto- Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diprediksi bergerak variatif dibayangi sentimen wabah Covid-19 yang sudah masuk ke Tanah Air.

IHSG dibuka menguat 70,05 poin atau 1,31 persen ke posisi 5.431,3. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 16,94 poin atau 1,97 persen menjadi 876,27.

“Pada perdagangan hari ini, kami perkirakan IHSG bergerak “mix” mengikuti pasar AS yang ditutup positif. Namun investor diharapkan berhati-hati ditengah sentimen Virus Corona di Indonesia yang diperkirakan akan tetap mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam riset seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (03/03).

Pada perdagangan Senin (02/03) lalu, bursa saham AS ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 5,1 persen, S&P meningkat 4,6 persen dan Nasdaq naik 4,5 persen.

Pelaku pasar berekspektasi bahwa bank sentral di berbagai negara tengah berencana memangkas suku bunga.

Demikian juga dengan ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 18 Maret 2020 mendatang sebanyak 50 basis poin.

Dari Asia, perdagangan kemarin ditutup bervariasi, sedangkan IHSG ditutup melemah. Penurunan IHSG menjadi respon pasar atas berita kasus pertama Virus COVID-19 di Indonesia terkonfirmasi telah terjangkit pada dua orang WNI di wilayah Jakarta.

Pasar obligasi juga ikut terkoreksi dimana yield FR0082 tenor 10 tahun yang biasanya menjadi acuan pasar, mengalami kenaikan imbal hasil (yield) 7,6 bps menjadi 6,96 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 13,7 poin atau 0,06 persen ke 21.330,4, indeks Hang Seng menguat 122,2 poin atau 0,46 persen ke 26.413,9, dan indeks Straits Times menguat 26,53 poin atau 0,08 persen ke 3.034,25.(Ant)

Baca Juga: Arab Saudi Umumkan Kasus Pertama Positif Virus Corona

Baca Juga: Ancaman Virus Corona Tak Berdampak Signifikan Pada Sektor Batu Bara

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Emas Menguat Pasca Donald Trump Tawarkan Stimulus Lawan Covid-19
Anggarkan Rp 106 Miliar Entaskan Wilayah Rentan Pangan

Ekbis

Anggarkan Rp 106 Miliar Entaskan Wilayah Rentan Pangan
apahabar.com

Ekbis

Koreksi Bursa Saham Asia, IHSG Awal Pekan Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Tetapkan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun Hingga 16%, Berlaku 15 Mei 2019
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Harga Pangan, Simak Analisis Bank Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Resolusi Pelindo III Banjarmasin di 2020; Tambah Alat Bongkar Muat Berharga Ratusan Miliar
apahabar.com

Ekbis

Selain Menjual Oleh-Oleh, Pokta Tabalong Juga Pasarkan Ini
apahabar.com

Ekbis

Berharap Tumbuh Pengusaha Milenial Sektor Pertanian
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com