Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan

- Apahabar.com Sabtu, 28 Maret 2020 - 21:10 WIB

Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan

RSUD Ulin Banjarmasin menyiagakan 10 ruang isolasi khusus untuk menangani pasien suspect Covid-19. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Banjarmasin dilaporkan negatif Virus Corona (Covid-19).

Dari laporan Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin, balita itu telah dipulangkan sejak 3 hari lalu.

Sebelumnya dia merupakan satu di antara empat warga Banjarmasin yang dirawat dalam ruangan isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin.

“Anak kecil dipulangkan, karena kemarin itu ada sempat pasien 3 PDP termasuk 1 orang positif. Sekarang ditambah 2 PDP lagi sehingga menjadi 4 pasien,” ujar Ketua Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi, Sabtu (28/3).

Machli memastikan kepulangan satu PDP ini karena sudah dinyatakan sembuh oleh tim medis RSUD Ulin Banjarmasin.

“Kita tidak bisa menentukan hari kesembuhan pasien jadi tergantung kesimpulan doktor aja,” pungkasnya.

Selain itu, ia melaporkan jumlah orang dalam pemantuan (ODP) Covid-19 sebanyak 87 pasien. Data tersebut mengalami penambahan dari hari sebelumnya.

Adapun orang dalam risiko (ODR) Covid-19 juga ikut meningkat. Mereka itu yang melaporkan dirinya ke puskesmas dan hasilnya tidak memiliki gejala terjangkit virus yang menyerang saluran pernafasan itu.

“Tapi mereka tetap harus mengarantina diri dan memahami gejalanya sampai 14 hari ke depan,” pungkasnya.

Kendati demikian Machli mengimbau masyarakat supaya tidak panik berlebihan. Berlakukan social distancing atau pembatasan jarak. Menjaga pola hidup sehat dan mengurangi interaksi dengan banyak orang.

Untuk diingat mereka yang masuk dalam pemantauan atau OPD umumnya memiliki gejala demam, gangguan pernapasan, batuk dan pernah berkunjung ke zona merah — daerah terjangkit Covid-19.

Selain ODP ada juga yang namanya PDP atau pasien dalam pengawasan Covid-19. Beda PDP yakni yang bersangkutan pernah melakukan kontak dengan orang positif Covid-19.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

CATATAN REDAKSI: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang mendalam soal virus corona Covid-19, silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Apa Kabar Nasrudin, Terdakwa Nabi Palsu di HST
apahabar.com

Kalsel

Rapid Test Tiba di Kalsel, Prioritas ODP dan Rujukan PDP
apahabar.com

Kalsel

Gugah Kesadaran Warga Pakai Masker, Polsek Banjarbaru Barat Upayakan Segala Cara
apahabar.com

Kalsel

Kembali Gaungkan #MosiTidakPercaya, Massa Anti-Omnibus Law Demo Lagi DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel: 82 Positif, 98 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Diskusi Media Forum Merdeka Barat Bahas Jumlah Penduduk Miskin di Kalsel Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Dinkes Banjarbaru Sebar Edaran Terkait Cacar Monyet
APK

Kalsel

Ratusan APK Pilkada Kalsel Ditertibkan, DLH Banjarmasin Curigai Potensi Sampah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com