Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Doa Iri Hati yang Diperbolehkan, kepada Siapa Saja?

- Apahabar.com Senin, 2 Maret 2020 - 06:15 WIB

Doa Iri Hati yang Diperbolehkan, kepada Siapa Saja?

Ilustrasi membaca Alquran. Foto: Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Iri merupakan salah satu penyakit hati yang bisa melanda siapa saja. Rasa tidak suka melihat kelebihan orang lain, baik harta maupun karir, tentu bisa dialami oleh setiap orang.

Tetapi, ada iri yang dibolehkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Iri yang dimaksud hanya untuk kedua orang ini.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

عَن ابنِ عُمَرَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم لآحَسَدَ ألآ فيِ اثنَتَينِ رَجُلُ اتَاهُ اللٌهُ القُرانَ فَهُو يَقُومُ بِه انَأءَ اللًيلِ وَانَأءَ النَهَارِ وَرَجُلُ اعطَاهُ مَالآ فَهُوَ يُنفق مِنهُ انَأءَ الٌلَيِل وَانَأءَ النٌهَارِ.(رواه البخارى ومسلم والترمذى والنسائى وأبن ماجه).

Dari Ibnu Umar r.huma, berkata bahwa Rasulullah SAW Bersabda: “Tidak diperbolehkan hasad (iri-hati”>iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal Alquran). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya pada malam dan siang hari.” (Hr. Bukhari, Tarmidzi, dan Nasa’i)

Maulana Zakariyya Al Khandahlawi dalam kitabnya yang berjudul Fadhilah Amal, menjelaskan, dalam Alquran dan hadits banyak diterangkan bahwa hasad atau iri hati yang hukumannya mutlak dilarang. Sedangkan menurut hadits di atas, ada dua jenis orang yang kita boleh hasad terhadapnya.

Karena banyak riwayat yang terkenal mengenai keharaman hasad ini, maka alim ulama menjelaskan hasad dalam hadist ini dengan dua maksud:

Pertama, hasad diartikan risyk yang dalam bahasa arab disebut ghibtah. Perbedaan antara hasad dan ghibtah yaitu: hasad adalah jika seseorang mengetahui ada orang lain memiliki sesuatu, maka ia ingin agar sesuatu itu hilang dari orang itu, baik ia sendiri mendapatkannya atau tidak.

Sedangkan ghibtah ialah seseorang yang ingin memiliki sesuatu secara umum, baik orang lain kehilangan atau pun tidak. Karena secara ijma’ hasad adalah haram, maka para ulama mengartikan hasad dalam hadits diatas dimaksudnya adalah ghibtah yang dalam urusan keduniaan dibolehkan, sedang dalam masalah agama adalah mustahab (lebih disukai).

Kedua, mungkin juga maksudnya sebagai pengandaian. Yakni seandainya hasad itu dibolehkan, maka bolehlah hasad terhadap dua jenis tersebut di atas.(Rep)

Baca Juga: Dua Putra Abah Guru Sekumpul Pimpin Haul, Malam Penuh Doa

Baca Juga: Agar Hidup Berkah, Ini Amalan dan Doanya

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

2 Tujuan di Balik Tuntunan Berziarah Kubur, Apa Saja?
apahabar.com

Hikmah

Dua Kalimat Zikir yang Berat Timbangan Amalnya
apahabar.com

Hikmah

Nasib Orang Saleh Tapi Gemar Mengeluh Jalani Hidup
apahabar.com

Hikmah

Ini Lafal Zikir Pagi dan Petang Seperti Dicontohkan Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Rindu Ramadan
apahabar.com

Hikmah

Non Muslim yang Hidup Baik dengan Nabi Muhammad 
apahabar.com

Hikmah

Orang-orang yang Gagal Miskin karena Amalan Ini

Hikmah

Mengapa Islam Melarang Nabi Dilukis?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com