Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Duh, Belasan Warga di Banjarbaru Terserang DBD

and - Apahabar.com Jumat, 6 Maret 2020 - 10:58 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 6 Maret 2020 - 10:58 WIB

Duh, Belasan Warga di Banjarbaru Terserang DBD

Ilustrasi demam berdarah. Foto-net

apahabar.com, BANJARBARU – Menginjak bulan ketiga di 2020, jumlah warga terserang demam berdarah dengue (DBD) di Banjarbaru bertambah jadi belasan orang.

“Bulan Januari 2020 ada 13 Positif DBD. Dan di Februari jadi 17 orang positif DBD,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza kepada apahabar.com, Jumat (6/3) pagi.

Penyebab utama maraknya temuan kasus demam berdarah tak lain karena Kalsel sedang memasuki musim penghujan.

Senada dengan Mirza, hal serupa juga diungkapkan, Kepala Seksi P2PM Dinkes Banjarbaru Siti Khadijah.

Menurutnya, peningkatan DBD di Banjarbaru dipengaruhi musim hujan dan kurangnya penerapan 3 M Plus.

Metode dimaksud, yakni menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air.

Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.

Lalu, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Sementara, plus-nya, yakni menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Kemudian, menggunakan obat nyamuk atau anti-nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, atau memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

“Kasus DBD, kecenderungan meningkat karena masih musim hujan. Untuk itu, dilakukan upaya pencegahan agar kasus dapat dicegah. Dan tidak meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Lokasi terpenting yang perlu dilaksanakan penyuluhan Jumantik, Jumat Bersih, dan PSN (3 M plus) menurutnya ialah di sekolah. Karena kebanyakan, anak sekolah atau remaja yang paling mudah terserang DBD.

“Nyamuk aides, keluar sarang pukul 09.00 dan kembali sarang pukul 17.00. Sesuai jam aktifitas anak sekolah,” paparnya.

Terakhir Ia berpesan agar semua pihak harus saling memerhatikan kebersihan lingkungan.

Agar masyarakat terhindar dari penyakit yang disebabkan dari perilaku hidup tidak sehat.

Baca Juga: Kemenkes: Hingga Maret 2020, 94 Orang Meninggal Akibat DBD

Baca Juga: Korban DBD di Banjarmasin Sudah Delapan Orang

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

10.169 Siswa SMP Sederajat Ikuti USBN
apahabar.com

Kalsel

Meranti Dinilai Langka, KPH Pulau Laut Sebuku Bangun Dipterocetum
apahabar.com

Kalsel

Warga Kecamatan Hatungun Diduga Tenggelam di Danau Bekas Tambang
apahabar.com

Kalsel

Disambar Mobil, Kakek 70 Tahun Tewas
banjir

Kalsel

DPD PSI Tanbu Bantu Korban Banjir di Tanah Laut
apahabar.com

Kalsel

Cara Kakwarran Kelumpang Hulu Kotabaru Maknai HUT Pramuka Saat Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Diduga Sopir Mabuk, Mobil 4×4 Nissan Navara Hantam Median Jalan
apahabar.com

Kalsel

Ajak ke Haul Guru Sekumpul, Wali Kota Banjarmasin juga Minta CCTV Terminal Pal 6 Dipasang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com