Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan Kapolresta Palangka Raya: Langgar PPKM Bakal Ditindak Tegas!

Duh, Masuk Zona Merah Banjarmasin Kekurangan Alat Tes Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 31 Maret 2020 - 13:34 WIB

Duh, Masuk Zona Merah Banjarmasin Kekurangan Alat Tes Covid-19

BANJARMASIN menjadi salah satu sasaran lokasi penyemprotan disinfektan massal yang dimulai pada Selasa (31/3) pagi. 30 ribu cairan disinfektan disiapkan dengan puluhan armada penyemprot gabungan. Foto: Humas Polda Kalsel

apahabar.com, BANJARMASIN – Sudah lima pasien terjangkit Covid-19 di Kalimantan Selatan. Dua di antaranya warga Banjarmasin.

Merespons itu Pemkot Banjarmasin telah meminta tambahan alat rapid test atau tes cepat Covid-19.

Permintaan itu lantaran 40 alat yang didistribusikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel belum sesuai dengan jumlah orang yang berpotensi terjangkit Covid-19, seperti tenaga medis di RSUD Ulin Banjarmasin.

Menjadi salah satu dari dua rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalsel, per hari ini ada 12 pasien terkait virus menular itu dirawat di sana. Rinciannya: 7 pasien dalam pengawasan dan 5 pasien positif Covid-19.

Ketua Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui jika tenaga medis merupakan pekerja paling berisiko tinggi terpapar Covid-19.

“Banjarmasin ini bisa dikatakan sudah zona merah karena kita kekurangan alat rapid test dan masih mengajukan lagi ke Dinkes Provinsi untuk minta tambahan,” ujarnya, Selasa (31/3).

Machli mengakui masih banyak orang yang masuk kategori Covid-19 belum dilakukan rapid test virus menular itu. Seperti orang tanpa gejala (OTG) yang berinteraksi langsung dengan pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19. Mereka itu adalah tenaga medis tadi dan juga keluarga dekat yang bersangkutan.

Kondisi demikian menurutnya sangat wajar mengingat distribusi alat rapid test dibagi tak hanya di ibu kota Kalsel itu. 12 kabupaten/kota selain Banjarmasin juga kebagian alat tes cepat dari Kemenkes itu.

“Iya dan Banjarmasin hanya kebagian 40 alat. Tapi kita mintanya banyak namun yang dibagi Kemenkes kan seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Indonesia, sebut dia, sudah memesan alat rapid test untuk memeriksa pasien terindikasi virus yang menyerang saluran pernafasan itu. Alatnya bukan berasal dari Indonesia, melainkan Amerika. Saat ini dalam proses pengiriman.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Brimob Polda Kalsel Tebar Kebaikan, 300 Takjil Disebar
apahabar.com

Kalsel

Aksi Premanisme Ipin Cabak Berakhir di Jeruji Besi Polres Tala
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan
apahabar.com

Kalsel

Kreatif, ISFI Banjarmasin Racik Anti Septik Cegah Corona
apahabar.com

Kalsel

Parade Bagarakan Sahur Memasuki Laga Final, Bupati Diagendakan Hadir
apahabar.com

Kalsel

Kongres V di Kendari: DPW PAN Kalsel Dukung Zulkifli Hasan Dua Periode
Kotabaru

Kalsel

Kabar Baik, Kotabaru Nihil Kasus Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Naik Pangkat, ASN Pemprov Kalsel Wajib Tanam Pohon di TPA Banjarbakula
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com