Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Efek Corona: Giliran Hand Sanitizer Diborong di Banjarbaru, IDI Angkat Bicara

- Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 14:14 WIB

Efek Corona: Giliran Hand Sanitizer Diborong di Banjarbaru, IDI Angkat Bicara

Hand Sanitizer menjadi langka di Banjarbaru usai merebaknya kabar dua warga Depok terjangkit virus Corona atau Covid-19. Foto ilustrasi-Tribunnews

apahabar.com, BANJARBARU – Gara gara Covid 19 atau corona, Hand Sanitizer mulai menghilang dari pasaran. Sebelumnya masker lebih dahulu langka di Banjarbaru.

Penulis menelusuri ke beberapa apotek dan ritel modern di Kota Idaman. Faktanya benar bahwa Hand Sanitizer habis diburu masyarakat.

Baca Juga: Masker Langka di Banjarmasin, Dinkes: Orang Sehat Jangan Pakai!

“Pembersih tangan habis sejak 3 hari lalu,” ujar seorang pegawai Apotek Raya Farma, Kiki saat ditemui apahabar.com, Kamis (5/3) siang.

Menurutnya, di tingkat distributor pun kosong. Hal itu karena kepanikan yang muncul setelah mendengar kabar positifnya dua WNI di Depok.

“Dari distributornya kosong, karena orang panik semenjak corona masuk Indonesia,” terangnya.

Untuk harga sendiri dikatakannya pasti akan melonjak jika berkaca dari kejadian masker.

“Sebelumnya Kami jual Rp10 ribu, lalu kemungkinan naik karena di distributornya sudah kosong dan kabarnya semua apotek kosong, bahkan di toko ritel pun sama,” jelasnya kepada media ini.

Mendengar informasi dari Kiki, penulis pun melanjutkan penelusuran. Hingga mendapati hal yang sama di Apotek Thaibah, Gerbang Pasar Bauntung Banjarbaru.

“Iya kosong sejak 2 minggu lalu, sebelum kosong, harganya masih Rp12 ribu yang ukuran 50 mili,” ucap Asisten Apoteker Apotek Thaibah, Noor.

Masih sama seperti pengakuan di 2 Apotek sebelumnya. Di 2 toko Retail di Banjarbaru juga menyatakan hal yang sama.

“Hand Sanitizer sudah habis sejak 2 hari yang lalu, dan stok masih kosong sampai ini,” ujar penjaga Kasir, Rizky kepada media ini.

Dirasa cukup, penulis mencoba menghubungi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dr Mohammad Rudiansyah mengenai hal ini.

Menurutnya, wajar jika Hand Sanitizer banyak dicari masyarakat ketika kabar virus corona mulai merebak.

Pasalnya, untuk menghindari virus berbahaya tersebut masyarakat harus lebih sering-sering cuci tangan.

Lebih lanjut, penularan Corona umumnya lantaran ada kontak dengan tubuh penderita. Salah satunya percikan air liur yang tidak kasat mata.

“Air liur penderita jangan sampai masuk ke tubuh kita. Misal lewat mulut, hidung dan mata,” jelasnya.

Sebab, jika cairan penderita tidak masuk ke tubuh orang lain, maka menurutnya virus tidak bisa langsung menular.

Namun jika orang yang terkena cairan dari si penderita langsung mencucinya maka orang tersebut bisa aman dari virus.

“Jadi, cuci tangan salah satu cara yang sangat efektif untuk mencegah penularan virus corona. Selain pakai masker,” pungkasnya.

Baca Juga: Efek Corona, Harga Bawang di Banjarmasin Masih Melejit

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Mulai Godok 4 Raperda Baru, Ini Harapannya
apahabar.com

Kalsel

JKN KIS untuk Masyarakat HST Melalui PBI Daerah
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, Polres HSU Gelar Senam Pagi

Kalsel

Dikira Patung, Ternyata Mayat Pemuda Rawasari Mengapung
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Antrean, 4 Dermaga Dioperasikan di Batulicin
apahabar.com

Kalsel

Pembunuhan di Sungai Lulut, Rekonstruksi Diiringi Isak Tangis Istri Korban
Desa Rentan Pangan

Kalsel

Masih Ada 13 Desa Rentan Pangan di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Ponpes Al-Falah Banjarbaru Berlakukan Sosial Distancing Cegah Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com