Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Erupsi Gunung Merapi Masih Didominasi Gas

- Apahabar.com Selasa, 3 Maret 2020 - 12:17 WIB

Erupsi Gunung Merapi Masih Didominasi Gas

Rekaman yang menunjukkan awal terjadinya erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 05.22 WIB. Foto-Antara/Eka AR

apahabar.com, YOGYAKARTA – Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah kembali erupsi pada Selasa (03/03) pukul 05.22 WIB dan seperti erupsi sebelumnya yang terjadi 13 Februari, erupsi kali ini juga tetap didominasi gas.

“Kejadian ini merupakan erupsi yang masih didominasi gas atau eksplosif yang juga disertai luncuran awan panas dengan jarak dua kilometer ke Sungai Gendol. Masih ke arah bukaan kawah,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida di Yogyakarta, Selasa (03/03).

Karena penyebab letusan adalah gas dari proses intrusi magma, kata dia, maka tidak ada tanda-tanda awal yang biasanya muncul sebelum terjadinya letusan, salah satunya adalah deformasi yang terjadi di tubuh Gunung Merapi.

“Kejadian letusan seperti ini masih berpotensi terjadi. Namun, masyarakat tetap diminta tenang, beraktivitas seperti biasa di jarak lebih dari tiga kilometer dan tetap waspada,” katanya.

Akibat letusan dengan tinggi kolom 6.000 meter, sejumlah wilayah di sekitar Gunung Merapi pun diguyur hujan abu, khususnya wilayah Jawa Tengah yang berada di sisi utara-timur gunung api aktif itu.

Berdasarkan catatan BPPTKG Yogyakarta, sejumlah wilayah yang mengalami hujan abu berada pada jarak 10 km dari puncak yaitu di Kecamatan Musuk dan Kecamatan Cepogo Boyolali Jawa Tengah, bahkan di Desa Mriyan Boyolali yang berada pada jarak 3 kilometer dari puncak mengalami hujan abu bercampur pasir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD di beberapa wilayah terkait kejadian ini. Warga tidak perlu mengungsi. Jarak aman tetap seperti rekomendasi awal, yaitu lebih dari tiga kilometer dari puncak,” katanya.

Saat ini pun, kata Hanik, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada level Waspada. Status tersebut sudah ditetapkan sejak 21 Mei 2018 dan tidak ada perubahan apapun.

“Kami akan terus monitoring perkembangan dan aktivitas seismiknya. Dari rangkaian letusan yang terjadi sejak November 2019 dan kondisi kegempaan, maka Gunung Merapi memasuki fase ke tujuh atau intrusi magma,” katanya.

Sedangkan untuk kondisi kubah lava, volumenya berkurang karena ikut terlontar bersamaan dengan kejadian erupsi.

“Kami berharap, masyarakat tetap tenang, tidak mudah termakan hoaks dan mempercayai informasi dari instansi yang berwenang. Informasi mengenai aktivitas Merapi akan selalu diberikan,” katanya.(Ant)

Baca Juga: BPPTKG: Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Asap 6.000 Meter

Baca Juga: Di Merapi, Presiden Jokowi Lepas Dua Elang Jawa

Baca Juga: Letusan Merapi Picu Hujan Abu

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jenazah Ani Yudhoyono Disemayamkan di Aula Riptaloka KBRI
apahabar.com

Nasional

Jaksa Agung Janji akan Hitung Untung dan Rugi TP4 dan TP4D
apahabar.com

Nasional

Plt Ketum PSSI Joko Driyono Ditahan Satgas Antimafia Bola Polri
apahabar.com

Nasional

Mahfud MD: Kejiwaan Penusuk Syekh Ali Jaber Ditentukan di Pengadilan
apahabar.com

Nasional

Jelang Munas I, JMSI Gelar Lomba Baca Puisi Virtual
apahabar.com

Nasional

MUI Khawatir Reuni 212 untuk Hasrat Ambisi Kekuasaan
apahabar.com

Nasional

Tersisa Gorontalo Nihil Kasus Covid-19
apahabar.com

Nasional

Mahathir Ungkap Alasan Pengunduran Dirinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com