Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru Pulang ke Banjarmasin, Jemaah Ijtima Ulama Dunia Diobservasi Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga Wafat Usai dari Bandung, Warga Landasan Ulin Kuatir Covid-19 Bertambah Dua, WNA di Palangka Raya Positif Corona




Home Kalsel

Kamis, 26 Maret 2020 - 05:20 WIB

Giliran Barito Kuala ‘Rumahkan’ ASN

Aam - Apahabar.com

Mulai 26 Maret 2020, Pemkab Barito Kuala merumahkan ASN pelaksana dan tenaga kontrak. Foto-Istimewa

Mulai 26 Maret 2020, Pemkab Barito Kuala merumahkan ASN pelaksana dan tenaga kontrak. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Terhitung 26 Maret 2020, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Barito Kuala ‘dirumahkan’.

Kebijakan bekerja tersebut berkaitan dengan upaya pencegahan Covid-19. Terlebih dalam update terakhir, Rabu (25/4), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kalimantan Selatan sudah mencapai 839 orang.

Dalam surat edaran Bupati Batola, periode bekerja dari rumah tersebut dimulai, Kamis (26/3) hingga 14 hari kedepan.

“Sesuai keputusan dan surat edaran Gubernur Kalsel, ASN pelaksana dan tenaga kontrak dapat menjalankan tugas kedinasan dari tempat tinggal,” demikian kutipan surat edaran Bupati Batola.

Meski tidak diwajibkan ke kantor seperti biasa, ASN pelaksana dan tenaga kontrak harus benar-benar berada di rumah.

Baca juga :  BPBD Tala Masih Standby di Lokasi Terbakarnya Limbah Pabrik Plywood PT SWA

Mereka hanya dapat meninggalkan rumah untuk keperluan mendesak seperti memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan dan keselamatan, serta harus mendapatkan persetujuan pimpinan.

Keputusan tersebut diambil dalam waktu yang tepat, setelah siswa sekolah dirumahkan. Selama berada di rumah, siswa tetap belajar dan mengerjakan tugas sekolah dalam pengawasan orang tua.

Selain merumahkan ASN pelaksana dan tenaga kontrak, surat edaran tersebut juga meniadakan semua jenis apel, termasuk senam bersama setiap Jumat pagi.
Kendati demikian, tak semua ASN dapat bekerja dari rumah. Pejabat eselon II dan III tetap bekerja di kantor seperti biasa.

Baca juga :  Covid-19 Mengancam, Pasar Wadai Ramadan Ditiadakan

Kewajiban serupa juga dikenakan untuk pejabat eselon IV. Bedanya pejabat di level ini masih dapat bergantian ke kantor, sesuai efektivitas pelaksanaan tugas dan pelayanan unit organisasi.

Sementara pejabat struktural juga harus dipastikan melaksanakan tugas masing-masing agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tak terhambat.

“Terkait perangkat daerah yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, beberapa upaya preventif sudah dilakukan,” sahut Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, Rabu (25/3).

“Upaya yang sudah dilakukan adalah ketersediaan tempat cuci tangan maupun hand sanitizer. Kemudian Mal Pelayanan Publik yang menyediakan banyak pelayanan, disemprot disinfektan sesering mungkin,” tegasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bentrokan Pecah, Pemuda Bersimbah Darah di Banjarbaru
Tambah Shift Penjaga Perbatasan Kalsel-Kalteng, Batola Siap Kemungkinan Terburuk

Kalsel

Tambah Shift Penjaga Perbatasan Kalsel-Kalteng, Batola Siap Kemungkinan Terburuk
apahabar.com

Kalsel

Korban Kebakaran Pulau Sebuku Perlu Psikolog
apahabar.com

Kalsel

Polemik Portal Jalan Simpang Adhyaksa, Warga Luluh dengan Ancaman Dishub
apahabar.com

Kalsel

Tindak Lanjut BPJS Ketenagakerjaan, Kades serta Aparatur Desa se-HST Dimonitoring
apahabar.com

Kalsel

Haji 2019; Calon Jemaah Haji Kloter 1 Masuk Karantina Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Jarak Pandang Bandara Turun Jadi 2,5 Km
apahabar.com

Kalsel

Dibedah, Rumah Juminem Tak Lagi Diikat Tali