Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Hamidah, Cucu Pendiri Tapin di Tengah Gempuran Minimarket

- Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 22:59 WIB

Hamidah, Cucu Pendiri Tapin di Tengah Gempuran Minimarket

Hamidah, cucu H. Hasyim Thaib bin Thaib di samping kios sederhana miliknya, tak jauh dari alun-alun Kota Rantau, Kabupaten Tapin. apahabar.com/Fauzi Fadillah

Entah sampai kapan, Hamidah, 65 tahun, berjualan. Satu dekade sebelumnya, cucu pendiri Tapin ini bisa leluasa berjualan tanpa bayang-bayang minimarket.

Fauzi Fadillah, RANTAU

SEMENJAK menjamurnya bisnis minimarket waralaba, kini pendapatan Hamidah menurun drastis.

Selain penghasilannya yang terjun bebas, kepiluannya bertambah. Sebuah bangunan minimarket berdiri. Hanya berjarak selemparan batu dari kiosnya.

Saking dekatnya, pembuangan AC minimarket terdengar gaduh. Tetesan air dan hawa panasnya kerap kali mengganggu istirahat dan aktivitasnya.

Ketir ceritanya tentang usaha sekarang, kerap pusing putar modal, bertahan dan berharap. Sebelum ada minimarket itu pendapatan seharinya bisa jutaan rupiah. Sekarang hanya ratusan ribu.

“Sebelum ada minimarket pendapatan bisa capai Rp2 juta, sekarang paling Rp200 atau 300 ribu per hari,” ujar Hamidah dengan raut wajah cemas, siang itu.

Sebagai muslim, Hamidah tak menampik bahwa rezeki memang sudah diatur Yang Kuasa.

Ia menggambarkan apa yang dialaminya, juga dirasakan oleh masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah.

“Kalau bisa dipindah, 3 kilometer kah dari sini, kasihan aku,” lirih Hamidah.

Lokasi rumahnya berada di sekitaran alun alun Kota Rantau. Setiap harinya tentu dilalui ataupun disinggahi oleh ASN, pejabat publik ataupun tokoh masyarakat.

Kakeknya adalah H. Hasyim Thaib bin Thaib. Hasyim adalah salah satu orang yang berjasa atas berdirinya Kabupaten Tapin.

Makamnya ada di Kelurahan Lokpaikat. Sering kali diziarahi oleh para pejabat publik pemerintahan daerah saat Hari Jadi Kabupaten Tapin, dengan serimonial yang isinya, “Mengenang Jasa”.  Toh, hal itu tak merubah keadaan Hamidah sekarang.

Kembali ke persoalan Hamidah, terpantau kurang lebih 10 gerai minimarket beredar di Kabupaten Tapin.

Semakin hari, kiosnya yang berjarak selemparan batu dari sebuah minimarket itu makin sepi pengunjung.

Kios kecil milik Hamidah itu berjual bermacam dagangan yang tak jauh beda dengan retail modern itu. Dari segi fasilitas pun, kios berbahan kayu milik Hamidah jelas tertinggal jauh.

Entah bagaimana tata cara perizinannya. Yang pasti, di antara dua kabupaten tetangga, hanya Tapin lah yang melegalkan keberadaan retail modern. Kebijakan yang tentu tak ramah bagi pelaku usaha kecil-kecilan seperti Hamidah.

“Lihatlah kabupaten tetangga! Untuk Tapin patut dipertanyakan analisis dampak keberadaan minimarket terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM). Menguntungkan bagi siapa?” celetuk salah seorang sahabat yang merupakan seorang akademisi.

Sahabat ini memberikan analogi sederhana menyangkut menjamurnya minimarket di Tapin. Jika dipandang sebagai penyerap tenaga kerja, diakuinya itu memang betul. Namun tak semua putra daerah bisa bekerja di sana.

Ia memberikan logika matematika sederhana tentang fenomena ini. Anggaplah misal 10 gerai itu masing-masing ada 5 putra daerah bekerja di sana dengan gaji rata rata Rp2 juta.

“Ya, itu mungkin untuk 50-an orang saja dan perputaran ekonominya sedikit,” tuturnya.

“Jika dibanding minimarket itu tidak ada maka perputaran ekonomi di Tapin akan lebih berputar. Siklus ekonomi dari pembeli ke UKM, UKM ke Pasar Rakyat, Pasar Rakyat ke Distributor dan tentunya ada banyak peluang untung kepala rumah tangga bisa menghidupi keluarganya, misalnya pendidikan dan kehidupan sehari harinya. Sosial ekonomi itu patut dipertimbangkan,” sambungnya panjang lebar.

Namun begitu, tentunya pemerintah daerah mempunyai perhitungan. “Dan kita mempunyai wakil-wakil rakyat di gedung DPRD. Namun, apabila kebijakan nyeleneh ya apa boleh buat, apabila saya pelaku usaha UKM saya pasti protes,” ujarnya.

Keberadaan retail modern di kawasan Hulu Sungai khususnya Tapin ikut dikomentari Kepala Ombudman Kalsel, Nurcholis Majid.

Kehadiran bisnis waralaba ini bak dua sisi mata uang. Pertama, dapat menciptakan atmosfer ekonomi baru asal lokasinya di daerah yang belum ada kegiatan ekonomi.

“Misalnya di daerah itu kosong, jauh dari hunian, ketika muncul waralaba, menciptakan kawasan perkembangan ekonomi baru yang dapat merangsang. Pertumbuhan kegiatan lainnya, termasuk pergeseran hunian penduduk,” ujarnya dihubungi apahabar.com, Kamis (5/3) malam.

Kedua, bisa pula berdampak negatif. Karena membuat toko dan warung tradisional mati, tidak mampu bersaing, kalah modal dan keterampilan manajerial.

“Maka sangat bergantung dari perspektif kepala daerah, kalau dia berpihak pada pedagang tradisional, maka dia selektif dalam memberi izin atau bahkan menolak memberi izin,” sarannya.

Berkaca dari kasus Hamidah, Nurcholis menyarankan pemerintah daerah lebih memperhatikan UKM pedagang kios kecil dan pasar rakyat.

“Saya sendiri menyarankan agar kepala daerah memikirkan pedagang tradisional karena di situlah rakyat mencari penghidupan,” ujarnya mengakhiri.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Teladani Nabi Ibrahim
apahabar.com

Kalsel

“Tolak Bala”, Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Doa Bersama
Banjarmasin

Kalsel

Terkuak! Korban Pembunuhan di Hotel Banjarmasin Ternyata Anak di Bawah Umur
apahabar.com

Kalsel

Berkas Dikembalikan Jaksa, Lihan Belum Juga Diadili
apahabar.com

Kalsel

Melaju Kencang, Minibus Tabrak Truk Berhenti di Pinggir Jalan
apahabar.com

Kalsel

Upaya Satgas Selamatkan Bekantan Akibat Karhutla
apahabar.com

Kalsel

BRT Banjarbakula Bakal Tambah Lima Unit Bus
apahabar.com

Kalsel

Direktur RSUD Barabai Pastikan ikut Pilbup HST 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com