Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Harga APD Meroket, Pemkot Banjarbaru Minta Pedagang Alkes Tumbuhkan Kepedulian

- Apahabar.com Kamis, 26 Maret 2020 - 17:10 WIB

Harga APD Meroket, Pemkot Banjarbaru Minta Pedagang Alkes Tumbuhkan Kepedulian

Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan saat ditemui apahabar.com, di ruangannya, Kamis (26/3) siang. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Di tengah mewabahnya Covid-19, harga Alat Pelindung Diri (APD) meroket tak keruan.

Warga pun menjerit. Banyak di antara mereka yang kesulitan mencari masker di pasaran. Kalau pun ada, harganya berkali-kali lipat dibanding biasanya.

“Nyari toko yang jual masker sekarang susah, kalau pun ada harganya luar biasa. Ini (menunjuk maskernya) satunya Rp 10 ribu,” ujar salah seorang pembeli masker, N. Inna kepada apahabar.com, Kamis (26/3) siang.

Ina dan banyak orang lainnya sedang membutuhkan APD untuk meminimalkan potensi tertular Covid-19. Namun, di beberapa tempat di Banjarbaru, APD memang sulit ditemukan.

“Kami juga perlu masker, perlu hand sanitizer, tapi kosong. Kemarin ada yang jual hand sanitizer ukuran paling kecil Rp 80 ribu, saya nggak jadi beli,” terangnya.

Dirinya berharap harga alat kesehatan yang banyak diperlukan warga saat ini dapat kembali normal.

“Saya maunya harganya normal lagi, ya. Walaupun harga naik, naiknya yang wajar lah, jangan separah ini,” tutupnya.

Menyikapi masalah ini, Pemerintah Kota Banjarbaru meminta pedagang alat kesehatan (alkes) berempati dan menumbuhkan solidaritas.

Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan, meminta kepada para pelaku usaha khususnya pedagang alkes agar tidak mencari keuntungan besar, apalagi sampai menjual dengan harga mahal.

“Kita meminta kepada para pelaku usaha agar mempunyai empati dan rasa solidaritas serta kepedulian dalam situasi seperti ini,” ucapnya saat ditemui media ini.

Jaya meminta kelangkaan tidak dijadikan kambing hitam untuk menaikkan harga secara drastis. Dia menegaskan Pemkot melarang keras pelaku usaha menjual alkes dengan harga yang melonjak tajam.

“Razia ada tapi terkait dengan razia kita serahkan di gugus tugas karena ada bidangnya yang menangani itu disana,” katanya.

Dia pun meminta semua masyarakat Banjarbaru bersatu padu dan saling peduli selama wabah Covid-19 masih belum musnah dari Indonesia.

“Ini kesempatan yang baik untuk mendapatkan amal, untuk berbuat kebaikan yang balasannya Insya Allah akan didapat baik di dunia maupun di akhirat,” ucap Jaya, sapaan akrabnya.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Darmawan Jaya Ingin Atlet Sumbang Medali di PON XX Papua
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Gerai Pelayanan Publik Segera Diresmikan di Banjarbaru
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Lomba Masak Ikan, Banjarbaru Juara Menu Balita
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Nadjmi Adhani : Lulusan Pesantren Punya Hak Pendidikan yang Sama
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Pelayanan RSDI Banjarbaru Normal Kembali, Satu Pengidap Covid-19 Masih Bayi
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Terima Bantuan Ribuan Masker, Pemkot Banjarbaru Langsung Bagikan di Posko PSBB
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Covid-19 di Banjarbaru Tembus 160 Kasus, Landasan Ulin Terbanyak
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Menuju New Normal, Walikota Banjarbaru Langsung Tinjau Q Mall
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com