ga('send', 'pageview');
Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!




Home Ekbis

Senin, 9 Maret 2020 - 15:44 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok, Peluang Impor LNG Makin Terbuka

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi sebuah fasilitas produksi dalam kilang gas alam cair (LNG). Foto-AP

Ilustrasi sebuah fasilitas produksi dalam kilang gas alam cair (LNG). Foto-AP

apahabar.com, JAKARTA – Turunnya harga minyak dunia juga turut menarik penurunan harga gas. Hal ini membuat harga gas alam cair (LNG) akan makin murah jika kondisi anjloknya harga minyak berlangsung lama.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai penurunan harga minyak juga turut menurunkan harga gas alam cair. Dengan kondisi ini, ekspor LNG dalam negeri yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor akan terdampak.

“Dampak lain saya kira adalah harga gas juga akan mengalami penurunan, termasuk harga gas LNG. Apalagi, dengan kondisi ekonomi dunia saat ini yang lemah, ekspor kita juga akan menurun,” ujar Mamit seperti dilansir dari republika.co.id, Senin (09/03).

Ia khawatir dengan turunnya harga LNG, peluang impor LNG akan makin terbuka. Pasalnya, jika dibandingkan membeli LNG dalam negeri dengan kondisi harga minyak dunia anjlok, harga LNG di pasar juga akan murah.

Baca juga :  Cenderung Terkoreksi, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar

Baca Juga: Corona Efek, Harga Minyak Naik Tipis

“Dengan turunnya harga gas, kemungkinan dibukannya keran impor oleh pemerintah karena keluhan industri sangat besar. PGN saya kira yang akan pusing karena impor LNG ini dibuka. Mereka akan semakin tertekan,” ujar Mamit.

Ia menilai pemerintah perlu melakukan mitigasi untuk mengantisipasi anjloknya harga minyak dunia. Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis untuk merespons kondisi ini.

“Antisipasi saya kira dengan menggunakan gas dalam negeri di mana pemerintah harus bisa mengurangi jatah penerimaan seperti yang diwacanakan Pak Jokowi,” ujar Mamit.

Apalagi, menurut Mamit, jika kondisi ini berlangsung lama, semua sektor energi akan terdampak. “Iya, akan terasa jika paling tidak kondisi ini berlangsung enam bulan sampai satu tahun karena pasti akan langsung terdampak,” ujar Mamit.

Baca juga :  Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW

Selain LNG, turunnya harga minyak dunia, menurut Mamit, juga akan memengaruhi penggunaan EBT di sektor energi primer. Ia menjelaskan, kondisi minyak yang murah saat ini akan menggerus opsi EBT yang ongkos produksinya masih mahal.

“Dampak lain yang saya khawatirkan, dengan murahnya harga minyak, EBT akan semakin terganggu karena pemerintah melihat lebih menguntungkan jika membeli energi fosil. EBT akan semakin tertinggal,” ujar Mamit.(Rep)

Baca Juga: Pertamina Eksplorasi Kandungan Minyak Hulu Sungai Selatan

Baca Juga: Minyak Jatuh ke Level Terendah karena Corona

Baca Juga: Kabar Virus Corona: Mie Instan Hingga Minyak Goreng Laris Manis, Kok Bisa?

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Negosiasi Pemerintah, APJI Usul Wadah Khusus Kuliner untuk UMKM Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Siapkan 100 Ribu Masker, RNI: Stok Aman untuk Kebutuhan Darurat
apahabar.com

Ekbis

Perang Dagang AS vs China Mereda, Asa Pertumbuhan Ekspor Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Kesadaran Masyarakat akan Keamanan Siber Masih Kurang
apahabar.com

Ekbis

Di Depan Pengusaha Kalsel, KH Ma’ruf Amin Bicara Ekonomi Umat
apahabar.com

Ekbis

Berhasil Tipu Google dan Facebook, Pria Ini Kantongi Rp 1,7 triliun
apahabar.com

Ekbis

Bank Indonesia Edukasi Puluhan Jurnalis Ekonomi Se-Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Sempat Rp 60 Ribu, Harga Bawang di Banjarmasin Turun Drastis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com