Akhir Pekan Ini, Wisata Siring Banjarmasin Resmi Ditutup Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama




Home Ekbis

Selasa, 10 Maret 2020 - 06:30 WIB

Harga Minyak Turun, Menko Luhut Sarankan Pemerintah Cermati Kebijakan

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi tambang migas. Foto-iStockPhoto

Ilustrasi tambang migas. Foto-iStockPhoto

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koodinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan berharap pemerintah Indonesia cermat mengambil kebijakan pasca-anjloknya harga minyak dunia.

“Tadi saya sudah bilang di istana, harga ini kan mesti dicermati baik-baik. Tidak boleh juga buru-buru. Karena bukan Indonesia saja, semua dunia kena,” tegas dia seusai mengisi rapat pembahasan kawasan pariwisata Borobudur.

Alasannya, penurunan harga minyak dunia baru saja berlangsung, sehingga ia merasa masih terlalu prematur bagi pemerintah Indonesia untuk memutuskan kebijakan.

“Kita belum tahu. Ini kan perkelahian Rusia dan Arab Saudi,” tandas Menko Luhut.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan langkah antisipasi agar kegiatan operasi hulu migas tetap berjalan dengan baik saat harga dunia tengah anjlok parah. Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok 30 persen menjadi USD 31,02 per barel.

Baca juga :  Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, penurunan harga minyak harus diantisipasi dengan baik, sehingga kegiatan operasi hulu migas tetap berjalan normal dan target produksi tidak terdampak oleh penurunan harga tersebut. Untuk mendapatkan kebijakan yang tepat, SKK Migas berkoordinasi dengan Kontraktor KKS membahas langkah-langkah yang akan dilakukan.

“Kami berkoordinasi dengan Kontraktor KKS untuk membahas langkah-langkah agar kegiatan operasi dan pengembangan di lapangan dapat tetap dilaksanakan sesuai Work, Program and Budget (WP&B) tahun 2020 yang sudah disepakati bersama,” kata Dwi di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Baca juga :  Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

SKK Migas memantau kegiatan investasi dan produksi KKKS, melalui rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD), rencana program tahunan (Work, Program and Budget/ WP&B), serta melalui persetujuan Authorization for Expenditure (AFE).

Melalui evaluasi tersebut, SKK Migas dapat mengetahui keekonomian masing-masing lapangan. Data inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk menyusun strategi agar kegiatan operasi dan pengembangan lapangan tidak terhenti ketika harga minyak turun. (lip6)

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Peluang Impor LNG Makin Terbuka

Baca Juga: Pertamina Eksplorasi Kandungan Minyak Hulu Sungai Selatan

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ramadan, Pertamina Prediksi Kebutuhan Elpiji Naik 6 Persen
apahabar.com

Ekbis

Gaya Hidup Jadi Pertimbangan Milenial tak Beli Rumah
apahabar.com

Ekbis

Setelah B20, Jokowi Targetkan B30 Januari 2020
apahabar.com

Ekbis

Kotabaru (Masih) Menanti Dana Bagi Hasil Migas di Blok Sebuku
apahabar.com

Ekbis

Terdampak Corona dan Isu Resesi, Rupiah Melemah Lagi
apahabar.com

Ekbis

Wabah Corona, Penerbangan China-Batam Dihentikan
apahabar.com

Ekbis

Jelang ‘New Normal’, Rupiah Diprediksi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Tsunami PHK, Berikut Daftar Bank yang Kurangi Jumlah Karyawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com