BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Hasil Operasi Antik Intan di Batola, Seorang IRT Ikut Digulung

- Apahabar.com Selasa, 10 Maret 2020 - 20:58 WIB

Hasil Operasi Antik Intan di Batola, Seorang IRT Ikut Digulung

Kapolres Barito Kuala, AKBP Bagus Suseno, bersama jajaran memperlihatkan barang bukti hasil Operasi Antik Intan 2020. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Dari sekian tersangka yang diamankan selama Operasi Antik Intan 2020, Polres Barito Kuala juga menggulung seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Operasi Antik Intan berlangsung selama 14 hari di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan, terhitung sejak 21 Februari hingga 5 Maret 2020 dengan sasaran kejahatan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga: Pria Bersenpi, Peneror Penjaga Hutan di Kotabaru Akhirnya Tertangkap

Selama operasi tersebut, Polres Batola berhasil menangkap 17 tersangka dari 12 kasus. Tiga kasus di antaranya ditangani Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Batola, serta 2 dari Polsek Berangas.

Sedangkan masing-masing 1 kasus merupakan hasil kerja Polsek Rantau Badauh, Bakumpai, Anjir Muara, Anjir Pasar, Tabunganen, Berangas dan Mandastana.

“Dari operasi tersebut, kami juga memperoleh barang bukti berupa 6,2 gram sabu dan 264 butir obat berbahaya,” papar Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno, dalam press rilis hasil Operasi Antik Intan 2020, Selasa (10/3).

“Sebagian besar tersangka merupakan kurir atau pengedar. Sedangkan sisanya merupakan pemakai. Kesemuanya dikenakan tindak pidana sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” imbuhnya.

Dibandingkan kegiatan kewilayahan sebelumnya, terjadi peningkatan pencapaian dalam Operasi Antik Intan 2020.

“Bahkan kami mampu melebihi target yang sudah ditetapkan, karena berhasil mengamankan 3 Target Operasi (TO),” jelas Bagus.

“Juga terdapat peningkatan jumlah kasus. Salah satu faktor penyebabnya adalah posisi Batola sebagai perlintasan provinsi,” sambungnya.

Sementara dari 17 tersangka, termasuk seorang IRT bernama H (42). Warga Desa Banitan RT 003 Kecamatan Bakumpai ini menjadi tersangka kepemilikan 102 butir pil yang diduga sejenis carnophen.

Mengklaim terpaksa menjual obat terlarang akibat desakan ekonomi, H ternyata baru sekali mengedarkan obat tersebut.

“Saya terpaksa menjual obat itu, karena suami sedang tidak bekerja. Kami juga memiliki dua dari empat anak yang belum berkeluarga,” papar H.

“Dari hasil penjualan satu strip, saya mendapatkan keuntungan Rp40 ribu. Semuanya digunakan untuk makan sehari-hari,” tandasnya.

Baca Juga: Diawali dari Telepon, Pembunuhan Menantu di Tamban Terbongkar

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Satu Korban Longsor Pumpung Berhasil Dievakuasi

Kalsel

Paman Yani Soroti ‘Kasus’ Puluhan Siswa di Kotabaru yang Bersekolah di Kaltim
apahabar.com

Kalsel

Polisi: Kasus Pelecehan Anak di Banjarmasin Berpotensi Meningkat
Veteran

Kalsel

Dikunjungi Tentara, Warakawuri dan Veteran TNI di Banjarmasin Haru
apahabar.com

Kalsel

Mulai Bulan Ini, DPRD Kalsel Tunda Rapat Paripurna
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Apresiasi Keberadaan SMSI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Ekspor-Impor Kalsel 2019 Turun Dibanding 2018
apahabar.com

Kalsel

Kegiatan Rutin dan Kubah Abah Guru Sekumpul Ditutup Sementara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com