Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Hingga Juni 2020, Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik

- Apahabar.com Kamis, 5 Maret 2020 - 21:33 WIB

Hingga Juni 2020, Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik

Petugas PLN memperbaiki gardu listrik. Foto-Antara/Adeng Bustomi/foc

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tarif tenaga listrik (tariff adjustment) untuk bulan April sampai dengan Juni 2020 dengan tidak ada kenaikan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Rida Mulyana mengatakan bahwa hingga Juni tidak ada penyesuaian tarif tenaga listrik atau tarifnya ditetapkan sama dengan tarif tenaga listrik sebelumnya.

“Sampai Juni tidak ada penyesuaian tarif. Sudah ditetapkan dengan berbagai pertimbangan kondisi keekonomian. Sekarang adanya isu Corona, suka nggak suka, ikut menekan kondisi keekonomian yang kurang menggembirakan,” ujar Rida, Kamis (05/03), di Jakarta.

Penetapan tarif tenaga listrik ini, sebut Rida, adalah untuk menaikkan daya beli masyarakat dan daya saing industri di tengah merebaknya isu Corona yang membuat harga sumber energi turun.

“Daya beli masyarakat dan daya saing industri, ujungnya itu. Melihat ke masyarakat, apalagi sekarang kan (harga energi) turun semua. Malah sumber daya energi berlebih. Makin murah, logikanya kan malah turun, bukannya dinaikkan,” imbuh Rida.

Rida juga mengatakan, ketetapan penyesuaian tarif ini melihat keempat parameter, yakni Indonesian Crude Price (ICP), harga batu bara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan inflasi tiga bulan terakhir, yang dibandingkan dengan penetapan di tahun 2017.

“Ini kan sejak tahun 2017 tidak dinaikkan itu, jadi dibandingkannya bukan dengan triwulan sebelumnya, tetapi pada saat terakhir ditetapkan, yaitu 2017. Jadi harus lihat lagi ke belakang, untuk bisa turun atau naiknya tarif listriknya” jelas Rida.

Penetapan ini tentu saja berdampak kepada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) PT PLN (Persero). Namun Rida memastikan Pemerintah tidak akan membiarkan PLN merugi dengan menyiapkan dua skema pembayaran bagi PLN.

“Mereka dapat dalam bentuk subsidi yang dibayar perbulan dan ada mekanisme kompensasi yang diatur PMK (Peraturan Menteri Keuangan) dan dihitung setelah ada audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” tandasnya.

Diumumkannya tarif tenaga listrik sebulan sebelum masa berlaku ini merupakan bagian dari usaha meningkatkan indeks Ease of Doing Business (indeks kemudahan berusaha). Hal ini juga menjadi bagian transparansi kepada publik.

“Secara aturan tarif adjustment boleh diusulkan per 3 bulan. Aturan dalam kaitannya dengan perbaikan Ease of Doing Business, sebulan sebelumnya harus sudah diumumkan sebagai bentuk transparansi publik dan itu harus diumumkan,” jelas Rida.(Ant)

Baca Juga: Hadapi Haul, PLN Terjunkan Ratusan Personil Siaga Gangguan Kelistrikan

Baca Juga: Sukseskan Haul Sekumpul ke-15, PLN Perkuat Sistem Pengamanan Listrik

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Cicilan dan Sederet Kredit Ditangguhkan Jokowi, Berikut Aturannya

Ekbis

Cicilan dan Sederet Kredit Ditangguhkan Jokowi, Berikut Aturannya
apahabar.com

Ekbis

Penyebab Jumlah Penerbangan Saat Pemilu Turun
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Bergerak Melemah, Dipicu Pasar Waspadai Aksi Demo UU Cipta Kerja
apahabar.com

Ekbis

Dipicu Sentimen Vaksin Covid-19, IHSG Ditutup Menguat Hampir 2 Persen
apahabar.com

Ekbis

Biar Tak Boros, Mau Tau Caranya?
apahabar.com

Ekbis

Demo Rusuh di AS, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Dampak Covid-19, Jokowi Gratiskan Tagihan Listrik 3 Bulan
apahabar.com

Ekbis

Sejumlah Industri Masih Tunjukan Kinerja Positif di Tengah Pandemi Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com