Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang

Hipmi Minta Pemerintah Perhatikan Sektor Ekonomi Terdampak Virus Corona

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 23:31 WIB

Hipmi Minta Pemerintah Perhatikan Sektor Ekonomi Terdampak Virus Corona

Ketua Umum Badan Pusat Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Mardani H Maming. Foto-Instagram/mardani_maming

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pusat Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) meminta pemerintah memperhatikan sejumlah sektor ekonomi yang terdampak wabah virus corona jenis baru atau Covid-19.

Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H Maming dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (18/03), mengatakan isu itu antara lain terkait dengan ketersediaan stok dan pasokan pangan yang akan mempengaruhi stabilitas harga pangan serta pembatasan perjalanan dan mobilitas pekerja yang mempengaruhi sektor pariwisata dan transportasi.

“Kemudian disrupsi produksi, distribusi, dan rantai pasok yang mempengaruhi kinerja sektor manufaktur dan turunannya; serta kejatuhan harga minyak dunia akibat pelemahan permintaan dan perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia,” kata Mardani yang juga CEO dari Holding Company bernama PT Maming 69 dan PT Batulicin 69.

Menurut Mardani, dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor ekonomi memang tak terelakkan. Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan akan terkontraksi semakin dalam.

Oleh karena itu, Hipmi menyambut baik langkah pemerintah untuk menjaga agar sektor riil tetap bergerak serta menjaga daya beli masyarakat demi mendorong kinerja ekonomi domestik melalui stimulus fiskal.

Pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan stimulus fiskal jilid dua yang terdiri dari penanggungan PPh Pasal 21 bagi sektor manufaktur oleh pemerintah, pembebasan PPh pasal 22 impor, pengurangan PPh pasal 25 sebesar 30 persen, dan percepatan restitusi PPN.

“Tidak ada batasan nilai restitusi PPN khusus bagi para eksportir, sementara bagi para noneksportir besaran nilai restitusi PPN ditetapkan paling banyak Rp 5 miliar. Dengan adanya percepatan restitusi, Wajib Pajak dapat lebih optimal menjaga likuiditasnya,” imbuh Mardani.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengeluarkan stimulus nonfiskal berupa pengurangan barang larangan terbatas ekspor maupun impor, percepatan proses ekspor impor untuk reputable trader, serta memperbaiki National Logistic Ecosystem.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Selasa Pagi, Rupiah Bergerak Seperti Yoyo
Anggarkan Rp 106 Miliar Entaskan Wilayah Rentan Pangan

Ekbis

Anggarkan Rp 106 Miliar Entaskan Wilayah Rentan Pangan
apahabar.com

Ekbis

Waspadai Gejolak Ekonomi Global 2020

Ekbis

Facebook Hapus 1,5 Miliar Akun Palsu antara April dan September
apahabar.com

Ekbis

Raker Perdana dengan Komisi VI, Erick Thohir Didampingi 5 Dirut BUMN
apahabar.com

Ekbis

Kampanyekan #AntiHoax, Telkomsel Roadshow #InternetBaik Sambangi Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Efek BI Turunkan Suku Bunga Acuan, IHSG Menghijau Sore Ini
Gegara Corona, Pengusaha Pelayaran di Kotabaru Terancam Gulung Tikar

Ekbis

Gegara Corona, Pengusaha Pelayaran di Kotabaru Terancam Gulung Tikar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com