Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT Live Streaming SCTV & Link Siaran Langsung Liga Champions Ajax vs Liverpool, Prediksi Pemain! Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam

Hipmi Minta Pemerintah Perhatikan Sektor Ekonomi Terdampak Virus Corona

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 23:31 WIB

Hipmi Minta Pemerintah Perhatikan Sektor Ekonomi Terdampak Virus Corona

Ketua Umum Badan Pusat Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Mardani H Maming. Foto-Instagram/mardani_maming

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pusat Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) meminta pemerintah memperhatikan sejumlah sektor ekonomi yang terdampak wabah virus corona jenis baru atau Covid-19.

Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H Maming dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (18/03), mengatakan isu itu antara lain terkait dengan ketersediaan stok dan pasokan pangan yang akan mempengaruhi stabilitas harga pangan serta pembatasan perjalanan dan mobilitas pekerja yang mempengaruhi sektor pariwisata dan transportasi.

“Kemudian disrupsi produksi, distribusi, dan rantai pasok yang mempengaruhi kinerja sektor manufaktur dan turunannya; serta kejatuhan harga minyak dunia akibat pelemahan permintaan dan perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia,” kata Mardani yang juga CEO dari Holding Company bernama PT Maming 69 dan PT Batulicin 69.

Menurut Mardani, dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor ekonomi memang tak terelakkan. Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan akan terkontraksi semakin dalam.

Oleh karena itu, Hipmi menyambut baik langkah pemerintah untuk menjaga agar sektor riil tetap bergerak serta menjaga daya beli masyarakat demi mendorong kinerja ekonomi domestik melalui stimulus fiskal.

Pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan stimulus fiskal jilid dua yang terdiri dari penanggungan PPh Pasal 21 bagi sektor manufaktur oleh pemerintah, pembebasan PPh pasal 22 impor, pengurangan PPh pasal 25 sebesar 30 persen, dan percepatan restitusi PPN.

“Tidak ada batasan nilai restitusi PPN khusus bagi para eksportir, sementara bagi para noneksportir besaran nilai restitusi PPN ditetapkan paling banyak Rp 5 miliar. Dengan adanya percepatan restitusi, Wajib Pajak dapat lebih optimal menjaga likuiditasnya,” imbuh Mardani.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengeluarkan stimulus nonfiskal berupa pengurangan barang larangan terbatas ekspor maupun impor, percepatan proses ekspor impor untuk reputable trader, serta memperbaiki National Logistic Ecosystem.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kurangi Impor, Pertamina Lirik Minyak Sawit
apahabar.com

Ekbis

Intip Strategi BI Bawa Rupiah Lebih Kuat dari Rp 14.500/US$
apahabar.com

Ekbis

Kolaborasi Telkomsel Bersama LLDIKTI Wilayah XI Hadirkan Paket Data Solusi PJJ Bagi Mahasiswa dan Dosen
apahabar.com

Ekbis

Ini Estimasi Biaya Perbaikan Mobil yang Terendam Banjir
apahabar.com

Ekbis

Imbas Corona, Serapan Ayam Potong di Kalsel Turun Hingga 50 Persen
apahabar.com

Ekbis

Resmi, Pasar Non-Bapok di Banjarmasin Ditutup Imbas PSBB
apahabar.com

Ekbis

Investor UK Lirik KEK Maloy Kaltim

Ekbis

Hingga September 2020, Realisasi Penerimaan Pajak Terkontraksi 14,1 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com