Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

HST Pun Waspada DBD

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 20:38 WIB

HST Pun Waspada DBD

Ilustrasi DBD./foto merdeka.com.

apahabar.com, BARABAI – Di samping ancaman wabah Virus Corona atau Covid 19, ada penyakit lain yang melanda Hulu Sungai Tengah (HST). Yakni, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Ini tantangan bagi kita semua bagaimana kemudian bisa mencegah, bisa menangani berbagai bencana yang ada dan juga bisa memaksimalkan kerja kita untuk melakukan penanganan virus corona dan penyakit DBD,” kata Berry saat Apel Gabungan ASN, Senin (16/3).

Meminjam data Dinas Kesehatan HST, dari Januari hingga Maret 2020 ini tercatat 110 orang terkena penyakit Demam Berdarah (DBD).

Angka itu berdasarkan dari laporan dan penanganan berbagai puskesmas yang ada di berbagai kecamatan di HST.

Di Puskesmas Limpasu 11 orang positif DBD, Puskesmas Ilung 10 orang, Puskesmas Pandawan 9 orang, Durian Gantang 8 orang, Puskesmas Barikin 7 orang, Puskesmas Sungai buluh dan Puskesmas Haruyan 5 orang.

Sementara di Puskesmas Awang Besar, Kasarangan, Kambat Utara dan Kalibaru ada 4 orang. Sedangkan di Puskesmas Pagat dan Birayang 3 orang serta di Puskesmas Hantakan, Kubur Jawa dan Pantai Hambawang sebanyak 2 orang.

apahabar.com

Wabup HST Berry menghimbau untuk bersama-sama menangani wabah di HST saat Apel Gabungan ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (16/3). Foto-Prokom HST for apahabar.com.

“Tertinggi ditemukan kasus DBD ada di Puskesmas Barabai, yakni 27 orang. Sedangkan di Puskesmas Tandilang dan Batu Tangga justru 0 atau tidak ada kasus penyakit DBD ditemukan,” kata Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes HST, Salahuddin belum lama tadi.

DBD, kata Salahuddin merupakan salah satu endemis yang menjadi masalah kesehatan seluh masyarakat di HST.

“Kasusnya terus meningkat dan menyebar semakin luas mencapai seluruh kecamatan. Jadi tidak hanya Corona yang perlu diwaspadai, DBD ini juga perlu mendapat perhatian semua pihak di musim pancaroba ini,”tegas Salahuddin.

Kasus DBD ini, kata Salahuddin, yang paling utama dilakukan adalah memberantas sarang nyamuk.

Sebab menurut dia, memberantas Sarang nyamuk lebih efektif mencegah karena membunuh nyamuk saat masih jentik, sehingga tidak berkembang.

“Kalau fogging atau pengasapan hanya untuk mencegah penularan demam berdarah dan dilakukan jika di wilayah tersebut telah ditemukan kasus demam berdarah Baru di-fogging untuk membunuh nyamuk dewasa.

Fogging, terang dia, bisa dilakukan setelah puskesmas setempat melakukan penyelidikan epidemiologi atau kajian untuk penularan demam berdarah di wilayah bersangkutan.

“Jika fogging dilakukan sembarangan, dikhawatirkan nyamuk akan kebal terhadap obat kimia tersebut. Malah tak ada efeknya,” tutup dia.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabupaten Balangan Siap Gelar Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur
apahabar.com

Kalsel

Maksimalkan Dana Hibah, Pertina Kalsel Renovasi Sarana Latihan
apahabar.com

Kalsel

Pimpin KKSS Tanbu, Cuncung Ingatkan Jaga Persatuan
apahabar.com

Kalsel

Hari Pers, AJI dan IJTI Kalsel Desak Kaji Ulang Penetapan HPN
apahabar.com

Kalsel

Teknologi Kuno Solusi Hindari Defisit, Wiranto: AS, Jepang, Cina Saja Punya Utang
apahabar.com

Kalsel

Silo Grup Menang, Walhi Kecewa Pulau Laut Terancam Tambang
apahabar.com

Kalsel

Kaltim dan Kalteng Kirim Utusan Sumpah Pemuda di Kaki Gunung Meratus
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Muzahik Tumpah Ruah di Penyerahan Zakat Paman Birin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com