Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin Yang Terjadi Jika MK Menerima Permohonan AnandaMu… Saat Banjarmasin Berlakukan Jam Malam: Lampu-Lampu Dimatikan, ‘Jalur Tikus’ Dijaga Ketat 3 Pelajar Banjarmasin Raih Juara Lomba Baca Berita, Salah Satunya dari SMP Almazaya Maksimalkan Penyekatan, Kalsel Tutup Semua Jalur Mudik Provinsi-Kabupaten

HST Pun Waspada DBD

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 20:38 WIB

HST Pun Waspada DBD

Ilustrasi DBD./foto merdeka.com.

apahabar.com, BARABAI – Di samping ancaman wabah Virus Corona atau Covid 19, ada penyakit lain yang melanda Hulu Sungai Tengah (HST). Yakni, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Ini tantangan bagi kita semua bagaimana kemudian bisa mencegah, bisa menangani berbagai bencana yang ada dan juga bisa memaksimalkan kerja kita untuk melakukan penanganan virus corona dan penyakit DBD,” kata Berry saat Apel Gabungan ASN, Senin (16/3).

Meminjam data Dinas Kesehatan HST, dari Januari hingga Maret 2020 ini tercatat 110 orang terkena penyakit Demam Berdarah (DBD).

Angka itu berdasarkan dari laporan dan penanganan berbagai puskesmas yang ada di berbagai kecamatan di HST.

Di Puskesmas Limpasu 11 orang positif DBD, Puskesmas Ilung 10 orang, Puskesmas Pandawan 9 orang, Durian Gantang 8 orang, Puskesmas Barikin 7 orang, Puskesmas Sungai buluh dan Puskesmas Haruyan 5 orang.

Sementara di Puskesmas Awang Besar, Kasarangan, Kambat Utara dan Kalibaru ada 4 orang. Sedangkan di Puskesmas Pagat dan Birayang 3 orang serta di Puskesmas Hantakan, Kubur Jawa dan Pantai Hambawang sebanyak 2 orang.

apahabar.com

Wabup HST Berry menghimbau untuk bersama-sama menangani wabah di HST saat Apel Gabungan ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (16/3). Foto-Prokom HST for apahabar.com.

“Tertinggi ditemukan kasus DBD ada di Puskesmas Barabai, yakni 27 orang. Sedangkan di Puskesmas Tandilang dan Batu Tangga justru 0 atau tidak ada kasus penyakit DBD ditemukan,” kata Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes HST, Salahuddin belum lama tadi.

DBD, kata Salahuddin merupakan salah satu endemis yang menjadi masalah kesehatan seluh masyarakat di HST.

“Kasusnya terus meningkat dan menyebar semakin luas mencapai seluruh kecamatan. Jadi tidak hanya Corona yang perlu diwaspadai, DBD ini juga perlu mendapat perhatian semua pihak di musim pancaroba ini,”tegas Salahuddin.

Kasus DBD ini, kata Salahuddin, yang paling utama dilakukan adalah memberantas sarang nyamuk.

Sebab menurut dia, memberantas Sarang nyamuk lebih efektif mencegah karena membunuh nyamuk saat masih jentik, sehingga tidak berkembang.

“Kalau fogging atau pengasapan hanya untuk mencegah penularan demam berdarah dan dilakukan jika di wilayah tersebut telah ditemukan kasus demam berdarah Baru di-fogging untuk membunuh nyamuk dewasa.

Fogging, terang dia, bisa dilakukan setelah puskesmas setempat melakukan penyelidikan epidemiologi atau kajian untuk penularan demam berdarah di wilayah bersangkutan.

“Jika fogging dilakukan sembarangan, dikhawatirkan nyamuk akan kebal terhadap obat kimia tersebut. Malah tak ada efeknya,” tutup dia.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

kebakaran

Kalsel

Duka Santri, Potret Pascakebakaran di Komplek Masjid Jami Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sertifikasi Ratusan Guru Macet, DPRD Kalsel Panggil Dinas Pendidikan
PAPPRI Kalsel

Kalsel

Sah! Sirajudin Nahkodai DPD PAPPRI Kalsel
Gantung Diri

Kalsel

Tak Kunjung Sembuh dari Stroke, Petani Tanjung Bajuin Nekat Gantung Diri
apindo

Kalsel

Apindo Banjarbaru Langsung Launching Aplikasi Pencari Kerja
apahabar.com

Kalsel

Kebijakan Saudi Pusingkan Travel Umrah di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Diguyur Hujan, Arus Lalu Lintas Macet
Jokowi

Dinas PUPR Kalsel

Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com