Melawan, Pembunuh Sadis di Warung Remang Bungur Didor Tim Serigala Tapin Pembunuhan Sadis di Warung Remang Bungur Tapin, Pelaku ‘Lagi Tinggi’ Buron, Ketua Nasdem Tanah Laut Orbawati Sempat Ngeluh Sakit Dibui Seumur Hidup, Gembong Sabu Banjarmasin Pindah ke Nusakambangan? Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD

Ilmuan Prediksi Puncak Corona di Indonesia Mei 2020

- Apahabar.com Sabtu, 28 Maret 2020 - 16:16 WIB

Ilmuan Prediksi Puncak Corona di Indonesia Mei 2020

Ilustrasi pemeriksaan medis terhadap penyebaran Covid-19. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Puncak infeksi virus Corona jenis baru (Covid-19) di Indonesia diprediksi pada pertengahan Mei 2020.

Perkiraan itu diungkapkan Ilmuwan matematika Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Sutanto Sastraredja, seperti dilansir detik.com, Sabtu (28/3).

Namun, menurutnya akhir dari pandemi ini tergantung dari kebijakan yang diambil pemerintah.

Dosen Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UNS itu juga memaparkan secara matematis dinamika populasi Covid-19 dengan model SIQR.

Penjelasan model ini adalah Susceptible (S) digambarkan sebagai orang yang sehat yang rentan terinfeksi.

Lalu, Infected (I) sebagai individu yang terinfeksi.

Kemudian, Quarantine (Q) sebagai proses karantina.

Dan, Recovery (R) adalah orang yang telah sembuh dari Covid-19.

Ada pun data yang diambil mulai 2 Maret 2020 saat pertama kali pemerintah mengumumkan secara resmi terdapat dua orang yang terinfeksi virus Corona.

“Saya ambil data sampai 22 Maret,” ujar Susanto, Sabtu (28/3).

“Dari data itu saya temukan parameter. Parameter ini kemudian saya masukkan dalam rumus matematika, sehingga bisa menghitung kecepatan orang yang sudah terinfeksi, dan yang masuk karantina,” ujarnya.

Kecepatan orang sehat jadi terinfeksi, menurut Susanto, dipengaruhi faktor laju kontak.
Laju kontak semakin besar jika orang sering bertemu dan berkumpul.

“Kondisi ini akan membuat banyak yang berpindah status dari S jadi I atau terinfeksi,” ujarnya.

Orang yang terinfeksi ini akan ada yang meninggal atau sembuh.
Namun orang yang terinfeksi ini bisa melakukan karantina total atau Q.

Besarnya orang yang masuk dalam karantina tergantung lagi pada faktor laju karantina.

“Faktor laju karantina ini tergantung kemampuan negara dan masyarakat,” ujar Susanto.

Model SIQR ini kemudian dianalisis lagi menggunakan metode numerik Runge-Kutta Orde 4 sehingga menghasilkan sebuah grafik.

Kesimpulannya, jika tidak ada perubahan dalam penanganan, diperkirakan puncak infeksi terjadi pada pertengahan Mei 2020.

Saat itu, menurut perhitungan Susanto, terdapat 2,5 persen dari populasi yang berisiko dari Indonesia akan terinfeksi virus Corona. Setelah itu mulai akan ada penurunan.

Doktor ilmu matematika terapan dari Universite de Bordeaux, Prancis itu, dalam analisisnya mengambil prediksi masa 100 hari penyebaran atau sampai tanggal 10 Juni 2020.

“Kita harus kerja berbasis target. Dan saya lihat negara yang terjangkit Covid-19, pertahanan ekonominya sudah mulai ambruk kalau lewat 100 hari, sehingga saya membuat hitungan 100 hari penyebarannya harus berhenti,” ujar Susanto.

Namun, Susanto mengingatkan, dirinya tidak membuat kesimpulan bahwa pandemi Covid-19 akan berhenti pada 10 Juni tersebut.
Menurutnya, penentu akhir wabah ini berada di tangan pemerintah.
Pemerintah harus bisa mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk mengatur nilai faktor laju kontak dan faktor laju karantina.

Idealnya, kebijakan yang ditempuh adalah memperbesar laju karantina dan mengecilkan laju kontak.
Sebanyak-banyaknya mencari orang yang positif, lalu masukkan karantina, dibarengi usaha menekan orang yang masih sehat agar tetap tinggal di dalam rumah supaya tidak ada kontak.

“Di Wuhan, faktor laju kontak dinolkan dengan lockdown total. Tapi apakah full lockdown bisa dimungkinkan di sini. Kalau ternyata sulit, bisa agak dilonggarkan tapi syaratnya laju orang masuk karantina harus diperbesar,” tandasnya.(dtc)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sri Mulyani Masuk Daftar Wanita Berpengaruh Dunia
apahabar.com

Nasional

Jokowi: 105 Ribu APD untuk Tenaga Medis Segera Didistribusikan
apahabar.com

Nasional

Telkomsel Pamasuka Gelar Pengumuman Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik 2020
apahabar.com

Nasional

Gunung Merapi Alami 7 Kali Gempa Guguran, Status Masih Waspada
apahabar.com

Nasional

Virus Cacar Monyet Bikin Geger Singapura, Berikut Gejalanya
apahabar.com

Nasional

Tanggulangi Covid-19, BNI Relakan THR Rp 130,2 Miliar
apahabar.com

Nasional

Rekonstruksi Mutilasi Sungai Tabuk: Korban Melawan sebelum Dihabisi
Anjuran Dokter Tirta Gunakan Masker DIY dari Kain Cegah Covid-19

Nasional

Anjuran Dokter Tirta Gunakan Masker DIY dari Kain Cegah Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com