Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Impor Alat dan Obat Sudah Datang, Tinggal Skema Tes Massal

- Apahabar.com Minggu, 22 Maret 2020 - 10:44 WIB

Impor Alat dan Obat Sudah Datang, Tinggal Skema Tes Massal

Ilustrasi alat tes deteksi virus corona. Foto-Shutterstock

apahabar.com. JAKARTA – Jumlah orang yang terpapar Corona COVID-19 di negeri ini setiap hari bertambah.

Hingga Jumat (20/3), jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 369, 17 kasus sembuh, dan 32 orang meninggal dunia.

Menghadapi kondisi yang semakin genting, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji mengerahkan seluruh kekuatan guna mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia. Beberapa cara telah ditempuh agar penyebaran COVID-19 tak semakin luas, seperti imbauan social distancing hingga beraktivitas dari rumah.

Terbaru, Jokowi juga menginstruksikan agar segera dilakukan rapid test secara massal dan memperbanyak ketersediaan alat tes. Jokowi menyebut, mulai Jumat (20/3) tes massal melalui sampel darah akan dilakukan.

“Hari ini pemerintah telah mulai melakukan rapid test sebagai upaya untuk memperoleh indikasi awal apakah seseorang positif terinfeksi COVID-19 ataukah tidak. Pemerintah memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menunjukkan indikasi yang paling rawan terinfeksi COVID-19,” kata Jokowi.

Pada hari yang sama, Juru Bicara Penanganan Percepatan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan, kit atau alat untuk melakukan rapid test sebagai skrining tes Corona sudah tersedia dan akan dikirimkan ke masing-masing dinas kesehatan provinsi.

“Hari ini juga sudah (ada), kita tinggal kirim 2.000 kit. Harapannya besok sudah bisa masuk ke masing-masing dinas kesehatan provinsi. Kemudian sekitar 100.000 kit lagi yang akan masuk di hari berikutnya,” ungkap Yuri saat konferensi pers melalui siaran live di Kantor BNPB, Jakarta.

Langkah melakukan rapid test secara massal mendapat dukungan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengingatkan agar praktik rapid test tidak lantas memancing warga.

Pemerintah melalui tenaga medis bisa mendatangi langsung rumah-rumah warga sehingga tak menimbulkan masalah baru.

“Diusahakan rapid test tidak dipusatkan di satu tempat dan tidak memancing kerumunan massa. Sehingga, menghindari bercampurnya orang yang telah terpapar virus Covid-19 dengan yang masih sehat. Sebab, orang yang terlihat sehat pun sebenarnya bisa berperan sebagai carrier Covid-19 dan bisa menularkan virus tersebut ke orang lain,” ujar Bamsoet. (lip6)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Apakah Tsunami Susulan Kembali di Selat Sunda? Ini Penjelasan BMKG
apahabar.com

Nasional

Jokowi Instruksikan Segera Evakuasi WNI di Hubei
apahabar.com

Nasional

Polisi Kantongi Identitas Penyiram Air Keras Pejabat Kemenkumham Kalsel
Gisel

Nasional

Gisel Tersangka Video Syur, Roy Marten: Gading Pasti Kepikiran
apahabar.com

Nasional

Menjelang Sekolah Tatap Muka, Simak Pesan Presiden Jokowi
apahabar.com

Nasional

Resmi, Kaltara Dapat Hibah 3 Kapal Pelra
apahabar.com

Nasional

4 ABK Masih Hilang Usai Kapal di Nias Disambar Petir
apahabar.com

Nasional

Jadi Ibu Kota, Wagub Harap Uang dari Pusat Banyak Masuk ke Kaltim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com