Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Impor Tersendat Akibat Corona, Bawang Putih Picu Inflasi Kalsel 0,08 Persen

- Apahabar.com Selasa, 3 Maret 2020 - 17:11 WIB

Impor Tersendat Akibat Corona, Bawang Putih Picu Inflasi Kalsel 0,08 Persen

Bawang putih. Foto-Tribunnews

apahabar.com, BANJARMASIN – Bawang putih menjadi salah satu komoditi penyebab inflasi di Kalimantan Selatan.

Meminjam data Badan Pusat Statistik (BPS), per 2 Maret 2020, Kalsel mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 105,41.

“Adapun pendorong inflasi di Banjarmasin seperti ikan gabus dan bawang putih. Untuk di Tanjung ada ayam ras dan bawang putih. Begitu pula di Kotabaru terdapat komoditi bayam dan bawang putih,” ucap Kepala BPS Kalsel, Diah Utami kepada¬†apahabar.com, Selasa (3/3) siang.

Baca Juga: Corona Masuk Indonesia, Harga Emas Antam Tembus Rp 815.000 Per Gram

Bukan tanpa alasan, tingginya harga bawah putih di pasaran dikarenakan imbas dari sebaran virus corona.

Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan, Ahmad Murjani mengatakan lajunya tingkat inflasi Kalsel sepanjang Februari 2020 dikarenakan faktor pasokan komoditas bawang putih dari negara China.

“Mengingat sekitar 90 persen Indonesia impor bawang putih dari China. Dalam artian Indonesia ketergantungan dengan China,” sebutnya.

Untuk mengatasi masalah itu, kata dia, maka pemerintah daerah harus memaksimalkan produksi bawang putih domestik. “Ini merupakan antisipasi mengatasi kekosongan bawah putih ke depan,” tegasnya.

Adanya wabah virus corona ini, tegas dia, menjadi penyebab distribusi bawah putih tersendat. Terlebih, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa bawang putih mempu mengobati pasien yang mengindap virus corona.

“Itu juga salah satu penyebab meningkatnya permintaan terhadap bawang putih, sedangkan barang terbatas. Maka berlaku hukum pasar,” bebernya.

Menurutnya, giat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Disperindag sangat penting untuk melakukan operasi pasar. Dengan harapan, produk domestik mampu mengatasi inflasi bawah putih di Kalsel.

“Ini perlu dipikirkan agar Kalsel mampu memproduksi bawang putih sendiri dan tidak bergantung dengan produk impor,” pungkasnya.

Baca Juga: Bulog Jamin Beras Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Pastikan Kenyamanan Momen Ramadan dan Idul Fitri 2020
apahabar.com

Ekbis

Ekonom: RI Bakal Jadi Pengimpor Gula Terbesar Dunia Jelang Pemilu
apahabar.com

Ekbis

Catat, Ini Daftar Pelanggan Dapat Insentif Listrik hingga Akhir Tahun
apahabar.com

Ekbis

Investor Amerika Jajaki Potensi Perhotelan di Pesisir Selatan
apahabar.com

Ekbis

WhatsApp Rilis Pusat Informasi Covid-19, Begini Isinya
apahabar.com

Ekbis

Alasan Erick Tohir Tunjuk Ahok Jadi Bos BUMN Awal Desember
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Covid-19, Pelni Semprot Seluruh Kapal dengan Disinfektan
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Raih Penghargaan Marketing Terbaik 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com