Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Isu Virus Corona, Masker di Banjarmasin Mencapai Ratusan Ribu Per Kotak

- Apahabar.com Senin, 2 Maret 2020 - 17:06 WIB

Isu Virus Corona, Masker di Banjarmasin Mencapai Ratusan Ribu Per Kotak

Walau pun ada, harga masker melonjak naik. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Isu virus corona sejak satu bulan terakhir berimbas terhadap ketersediaan atau stok masker di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Banua – sebutan Kalsel, stok masker bisa dibilang mengalami keterbatasan.

Berdasarkan pantauan apahabar.com di lapangan, masker di Pasar Cempaka, Banjarmasin sangat susah diperoleh.

Dari beberapa toko yang dijumpai, dominan mengalami kekosongan. Di antaranya seperti Toko Firdaus, Toko Riyadh, dan Toko Erna Jaya.

Bahkan salah seorang Pemilik Toko Erna Jaya, Iberahim mengakui kelangkaan toko terjadi sejak satu bulan lalu.

Distributor masker di Jakarta, kata dia, tak kunjung mengirim pasokan masker ke toko milikinya.

“Biasanya cuma lewat telepon, barang langsung datang. Tapi sekarang rada susah,” ucap Iberahim, Senin (2/3) siang.

Hingga hari ini, sambung dia, harga masker berkisar antara Rp 130 ribu untuk yang merek biasa dan Rp 250 ribu untuk merek Sensi per kotaknya.

“Harga sebelumnya hanya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kotak,” katanya.

Sejauh ini, ia masih memiliki stok masker sebanyak 2 kotak. Itu pun didapatkan bukan dari distributor resmi, melainkan dari orang yang ingin menjual kembali barang tersebut.

Ia mengakui, jumlah masyarakat yang mencari masker sangat signifikan yakni sekitar 20 orang per hari.

Dengan kondisi tersebut, ia pun kebingungan harus mencari masker kemana lagi.

“Bahkan, setiap kali menelpon distributor, pasti jawabannya habis,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli masker, Ibat mengatakan sangat kesusahan mencari masker. Kesana-kemari namun tak kunjung diperoleh.

Dibandingkan hari biasa, ungkap dia, masker sangat mudah didapatkan.

Akan tetapi, setelah satu minggu ke belakang, masker sangat langka.

“Harga juga lumayan naik. Biasanya hanya Rp 25 ribu sampai dengan Rp 50 ribu. Namun, sekarang sudah mencapai Rp 130 ribu,” bebernya.

“Masker ini digunakan untuk keperluan kantor dan keluarga,” pungkasnya.

Baca Juga: Karena Corona, Penjual Masker di Banjarbaru Ketiban Cuan!

Baca Juga: Jangan Salah, Begini Cara Pasang Masker  

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Gapki: Ekspor Minyak Sawit Indonesia Naik 13 Persen pada September
apahabar,com

Ekbis

Terkait Kepemilikan Lahan Berlebihan, Luhut: Era Jokowi Tak Akan Ada Lagi
apahabar.com

Ekbis

BUMN Harus Jadi Teladan Perusahaan Swasta
apahabar.com

Ekbis

Facebook Melorot ke Posisi 7, untuk Kategori Tempat Kerja Terbaik
apahabar.com

Ekbis

Kegiatan Ekonomi Meningkat, IHSG Diprediksi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Hari Pertama Lebaran, Bandara Syamsudin Noor Capai 5.093 Penumpang
apahabar.com

Ekbis

Pariwisata Lesu, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Kalsel Turun
apahabar.com

Ekbis

Kembangkan Potensi Bisnis, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Danareksa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com