Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang

Iuran BPJS Batal Naik, Pangeran Khairul Saleh: Pelayanan Jangan Sampai Turun

- Apahabar.com Selasa, 10 Maret 2020 - 11:28 WIB

Iuran BPJS Batal Naik, Pangeran Khairul Saleh: Pelayanan Jangan Sampai Turun

Anggota Komisi III DPR RI Dapil Kalsel Pangeran Khairul Saleh. Foto-istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi III DPR RI asal Kalimantan Selatan, Pangeran Khairul Saleh memberikan catatan penting kepada pemerintah, perihal Mahkamah Agung (MA) membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Senin (9/3).

Secara tegas, Pangeran menekankan, jangan sampai kualitas pelayanan BPJS Kesehatan kepada masyarakat menurun dengan alasan iuran BPJS kembali seperti semula.

“Dengan catatan bahwa pelayanan yang didapat oleh masyarakat harus sesuai dengan pelayanan sebelumnya (saat naik),” ujar Pangeran kepada¬†apahabar.com¬†via seluler.

“Jangan menjadikan batalnya kenaikan iuran BPJS ini sebagai alasan untuk menurunkan standar pelayanan kesehatan,” sambungnya.

Mantan Bupati Banjar dua periode itu sangat mengapresiasi keputusan MA membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Apalagi, ungkapnya, keputusan pemerintah dalam menaikkan iuran BPJS mendapat banyak penolakan dari masyarakat luas, karena dianggap kurang memperhatikan aspek keadilan dari pelaksanaan UU BPJS itu sendiri.

“Saya sangat bersuka cita dan bersyukur atas keputusan ini, karena masyarakat Indonesia khususnya konstituen di dapil saya Kalimantan Selatan, pasti lega dan tidak lagi harus merasakan kecemasan karna tidak sanggup membayar iuran BPJS yang meningkat drastis,” tururnya.

Pangeran Khairul Saleh berharap, ke depannya pemerintah bisa lebih menerima masukan dari berbagai pihak dalam mengambil keputusan penting.

“Apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Pemerintah jangan sampai mengesampingkan masukan-masukan dari berbabagi pihak,” harapnya.

Sementara terkait defisit keuangan BPJS Kesehatan, yang melatarbelakangi pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan, pemerintah harus mencari formula lain.

“Perihal defisit keuangan dari BPJS, saya harap pemerintah menemukan formula lain untuk menanggulangi masalah defisit tersebut, tetapi tidak dengan cara menaikan iuran BPJS yang akan meresahkan rakyat,” harapnya.

Baca Juga: Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ihwanudin Husen: Selain Suharso, 4 Nama Berpotensi Jadi Ketum PPP
apahabar.com

Kalsel

Keseruan HUT Ke-73 Bhayangkara Polres HSU, Masyarakat dan Polisi Pun Berbaur
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Asusila Ketua KPU Banjarmasin, DKPP Didesak Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Buruk, Ratusan Pelajar Peserta JMTs Dipulangkan
apahabar.com

Kalsel

Update Karhutla di Kalsel, 4.916,84 Hektar Hutan dan Lahan Hangus Terbakar
apahabar.com

Kalsel

HSU Pusat Layanan Unggulan Kampung KB Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Sembako Belum Tiba, Warga Terdampak PSBB di Banjarmasin Sabar Dulu
apahabar.com

Kalsel

Terus Memupuk Kepedulian Masyarakat Hidup Bersih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com