Istri Babak Belur, Suami Mabuk Dikerangkeng di Kotabaru Pulang ke Banjarmasin, Jemaah Ijtima Ulama Dunia Diobservasi Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga Wafat Usai dari Bandung, Warga Landasan Ulin Kuatir Covid-19 Bertambah Dua, WNA di Palangka Raya Positif Corona




Home Ekbis

Rabu, 25 Maret 2020 - 20:43 WIB

Jaga Likuiditas Perbankan, LPS Turunkan Bunga Penjamin 25 BPS

Aam - Apahabar.com

Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta. Foto-Antara/Audy Alwi/hp.

Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta. Foto-Antara/Audy Alwi/hp.

apahabar.com, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Senin (23/03), menetapkan penurunan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum dan di BPR sebesar 25 basis poin (bps).

Namun LPS mempertahankan tingkat bunga penjaminan untuk valuta asing (valas) di bank umum, kata LPS dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (25/03).

Dengan demikian, tingkat bunga penjaminan LPS, untuk simpanan rupiah di bank umum dan BPR menjadi masing-masing 5,75 persen dan 8,25 persen, sementara untuk simpanan valas sebesar 1,75 persen.

Baca juga :  Rupiah Terkoreksi Seiring Kembali Memanasnya Perang Dagang AS dan China

Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku sejak 26 Maret 2020 sampai dengan 29 Mei 2020.

Dijelaskan, kebijakan penurunan tingkat bunga penjaminan simpanan tersebut didasarkan pada perkembangan terkini dari suku bunga simpanan, kondisi likuiditas perbankan, kondisi perekonomian, dan stabilitas sistem keuangan.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menjelaskan bahwa kondisi dan prospek likuiditas perbankan terpantau relatif stabil meskipun terdapat beberapa beberapa faktor risiko yang tendensinya meningkat.

Kondisi Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) juga masih terjaga di tengah adanya tekanan pada kinerja pasar keuangan serta adanya potensi perlambatan pada kinerja perekonomian.

Baca juga :  Ritel Modern di Banjarmasin Terancam Ditutup

LPS terbuka untuk melakukan penyesuaian terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan simpanan dengan mempertimbangkan respons perbankan terhadap pemangkasan bunga kebijakan moneter, dinamika berbagai faktor ekonomi, dan stabilitas sistem keuangan yang potensial mempengaruhi likuiditas perbankan.

Sesuai dengan ketentuan program penjaminan simpanan, LPS meminta agar bank menyampaikan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku.

Apabila nasabah penyimpan menerima hasil bunga melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, maka simpanan nasabah tersebut menjadi tidak dijamin LPS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Inkindo dan Perkindo Gelar Dialog Hukum Lagi, Apa Hasilnya?
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Raih Penghargaan Frost & Sullivan Awards 2019
apahabar.com

Ekbis

Buka Kelas Difabel, Trio Motor Jembatani Akses Kerja di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Rupiah Kembali Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pengamat: Pertanian Indonesia “Mati Rasa”
apahabar.com

Ekbis

Kereta Api Tabalong-Banjarmasin, Ditjen Perkeretaapian: Gunakan Rel Tunggal
apahabar.com

Ekbis

Merugi, DPRD Minta Bank Kalsel Tarik Kantor Cabangnya di Jakarta
apahabar.com

Ekbis

HIPO Buka Peluang Bisnis untuk Pengusaha Online Kalsel