Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Jakarta Lockdown dan Warga Luar Harus Izin, Polisi: Informasi Itu Hoaks

- Apahabar.com Sabtu, 21 Maret 2020 - 20:43 WIB

Jakarta Lockdown dan Warga Luar Harus Izin, Polisi: Informasi Itu Hoaks

Ditlantas Polda Metro Jaya memberikan cap merah Hoax untuk penggalan informasi bahwa "DKI Jakarta mulai besok 'Lockdown'. Warga di luar Jakarta tidak boleh masuk kecuali ada izin polisi", Sabtu (21/03). Foto-Antara/HO-Polda Metro Jaya

apahabar.com, JAKARTA – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, menegaskan kabar tentang Jakarta melakukan lockdown serta bagi warga luar tidak dibolehkan masuk kecuali ada izin polisi adalah hoaks.

“Kata-kata itu ‘tidak dibolehkan masuk tanpa izin polisi” yang hoaks,” kata Sambodo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Sebelumnya, beredar di media sosial dan grup percakapan Whatsapp penggalan informasi bahwa “DKI Jakarta mulai besok Lockdown. Warga di luar Jakarta tidak boleh masuk kecuali ada izin polisi”.

Kutipan dua kalimat tersebut digabungkan dengan link berita milik Koran Tempo yang berjudul “Ibu Kota Bersiap Menutup Diri”, lalu viral di media sosial.

Sambodo mengimbau masyarakat tidak percaya begitu saja dengan informasi yang belum jelas kebenarannya di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19.

Polda Metro Jaya juga telah memberikan cap Hoax!! berwarna merah pada penggalan informasi yang tersebar di sosial media tersebut.

Termasuk juga dengan informasi data tol yang ditutup arah DKI Jakarta terkait kabar ‘lockdown’ juga diberi cap Hoax!!.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso melalui siaran persnya memberikan klarifikasi terkait kabar hoaks itu.

Pertama, berita berjudul “Ibu Kota Bersiap Menutup Diri” itu benar merupakan berita Koran Tempo edisi Kamis, 19 Maret 2020.

Berita itu menjelaskan dua skenario karantina wilayah yang disiapkan Pemerintah DKI Jakarta bila wabah corona di ibu kota memburuk.

“Dua skenario itu merupakan usulan pemerintah DKI yang masih harus menunggu persetujuan dari pemerintah pusat yang berwenang menyatakan karantina wilayah,” kata Budi.

Kedua, adapun dua kalimat bahwa “Jakarta mulai besok akan lock down dan Warga di luar Jakarta tidak dibolehkan masuk kecuali ada izin polisi” bukan berasal dari berita Koran Tempo.

“Berdasarkan penelusuran kami, kedua kalimat itu berasal dari beberapa pengguna media sosial yang digabungkan dengan link berita Koran Tempo lalu menyebar di mana-mana,” kata Budi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga telah memberikan klarifikasi terkait informasi mengenai ditutupnya sejumlah ruas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga Group di wilayah Jabotabek, sebagai kabar tidak benar atau hoaks.(Ant)

Baca Juga:

Baca Juga:

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Helikopter Jatuh di Tasikmalaya, 4 Orang Luka-luka

Nasional

Sambut Habib Rizieg dengan Rekam Lagu dan Ucapan Ini, Prajurit TNI AD Dipenjara 14 Hari, Personel TNI AU Diborgol

Nasional

Kiat Pemkot Banjarmasin untuk Ramah Kaum Difabel
apahabar.com

Nasional

Tangani Covid-19, Indonesia Terima 101 Dukungan Internasional
apahabar.com

Nasional

Ani Yudhoyono Dijenguk Cucu, Hanya Bisa Lepas Rindu Lewat Kaca Pintu
apahabar.com

Nasional

Sentuh Angka 10.551, Kasus Positif Corona di Indonesia Lebih Banyak Laki-laki
apahabar.com

Nasional

Bom Bunuh Diri di Medan, Polda Kalbar Tingkatkan Penjagaan
apahabar.com

Nasional

PLN Klaim 90 Persen Listrik di Daerah Tsunami Lampung Sudah Pulih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com