Biang Kerok Banjir Kalsel, Ternyata Tak Cuma Tambang dan Sawit Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel

Jelang Sidang Putusan Peladang di PN Teweh, Perpedayak Kalsel Nyatakan Sikap

- Apahabar.com Sabtu, 21 Maret 2020 - 18:14 WIB

Jelang Sidang Putusan Peladang di PN Teweh, Perpedayak Kalsel Nyatakan Sikap

apahabar.com, BANJARMASIN – DPW Perpedayak Dan Pasukan Lawang Bahadang Kalimantan Selatan menyatakan sikap jelang putusan sidang kasus pembakaran lahan dan hutan oleh peladang.

Sesuai jadwal sidang itu bakal digelar 30 Maret 2020 mendatang di Pengadilan Negeri Muara Teweh.

Pernyataan sikap diklaim, sebagai bentuk pengawalan dalam proses keadilan terhadap nasib para peladang yang kini perkaranya sementara disidangkan.

“Kita memiliki sikap yang jelas dan tegas. Semoga hakim yang mengadili bisa membebaskan para peladang seperti yang terjadi di PN Sintar, Kalbar,” ujar lmunaji, Ketua DPW Perpedayak dan Pasukan Lawang Bahadang Kalimantan Selatan kepada apahabar.com di Banjarmasin, Sabtu (21/3).

Warga setempat kata dia sudah berladang sejak dahulu. Harus ada pengecualian terhadap kearifan lokal itu.

Wujud menghargai dan menghormati kearifan lokal suku Dayak yang dilakukan secara turun temurun membuka ladang dengan cara membakar, Almunaji mengklaim pihaknya merasa terpanggil. Untuk betul-betul mengawal proses persidangan hingga hasilnya diputuskan.

“Mereka dituduh sebagai tukang tebang hutan secara ilegal. Yang selalu ditangkap masyarakat kecil, ini tidak karena peladang sudah melakukan ini (buka lahan) sejak turun menurun,” sebutnya.

Pria yang akrab dipanggil Amang Muna itupun berjanji akan mengerahkan seluruh anggota DPW Perpedayak di Kalimantan Selatan hadir ke PN Muara Teweh pada saat sidang putusan.

“Insyaallah kami di Banjarmasin akan bersama-sama turun ke PN Muara Teweh dan bergabung bersama ratusan massa dari puluhan Organisasi dalam Aliansi Solidaritas Bela Nasib Peladang di Kabupaten Barito Utara. Kami akan kawal jalannya persidangan ini sampai para peladang di bebaskan,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat meyakini majelis hakim yang menangani proses hukum enam Peladang di Sintang dalam kasus kebakaran hutan dan lahan berpihak memenangkan dan membebaskan Peladang.

“Kami percaya para hakim yang menangani kasus enam saudara Kita Peladang lebih bijaksana, memiliki hati nurani dan menghormati kearifan lokal dalam memutus perkara dengan memenangkan dan membebaskan Peladang,” tegas Panglima Ampit, Ketua Umum Perpedayak dan Pasukan Lawang Bahadang Kalimantan Selatan.

Sosok yang dituakan dalam suku Dayak itu pun menegaskan sebelum negara ini lahir, orang Dayak sudah ribuan tahun membuka ladang dengan sistem bakar.

“Menurut saya, berladang bukan kejahatan dan negara tidak boleh menjadi jahat kepada peladang. Ladang dan peladang sejati terbukti turun temurun bukan perusak lingkungan hidup,” tuturnya.

Berikut rilis pernyataan sikap DPW Perpedayak dan Pasukan Lawang Bahadang Kalimantan Selatan yang diterima apahabar.com:

1. Mendukung penuh aksi bela peladang di Kalimantan Tengah pada sidang putusan PN Muara Teweh pada tanggal 30 Maret 2020

2. Menentang segala bentuk kriminalisasi Yang menganggap peladang sebagai penjahat

3. Berladang adalah tradisi kami Dan leluhur kami adalah peladang

4. Peladang bukan penjahat

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Polda Kalsel Bongkar Sindikat Penggelapan Mobil Leasing, Intip Modusnya
apahabar.com

Hukum

Polres HST Tahan dan Tetapkan Oknum Tokoh Agama Tersangka Pencabulan Santri di Limpasu
apahabar.com

Hukum

Polisi Tahan Ustaz Jafar Umar Thalib di Rutan Polda Papua
apahabar.com

Hukum

Pengedar Sabu di Sungai Ulin Dibekuk
apahabar.com

Hukum

Sepanjang 2016-2019 KPK Tetapkan 608 Tersangka Korupsi, Selamatkan Uang Negara Rp 63 Triliun
apahabar.com

Hukum

Pengakuan Tetangga, Sifat Remaja Pembunuh Bocah Berubah Sejak Masuk SMP
apahabar.com

Hukum

KPK: UU Antikorupsi Indonesia Belum Berstandar Dunia
apahabar.com

Hukum

3 Tahun Cabuli Anak Belasan Tahun, Oknum Polisi Dilaporkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com