BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini Bantuan Rp 300 Ribu Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK

Jenazah PDP Wafat di Pontianak Dapat Penanganan Khusus

- Apahabar.com     Sabtu, 21 Maret 2020 - 21:25 WITA

Jenazah PDP Wafat di Pontianak Dapat Penanganan Khusus

Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) di RS Anutapura di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/3/2020). Simulasi dilakukan untuk meningkatkan kesiapan tenaga serta sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga atau terjangkit virus corona. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

apahabar.com, PONTIANAK – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan kepada Rumah Sakit Soedarso Pontianak dan pihak keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia untuk memberikan penanganan khusus terhadap jenazah tersebut.

“Kami telah menyampaikan kepada pihak rumah sakit dan pihak rumah sakit telah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga pasien dalam pengawasan agar memberikan perlakuan khusus dalam penanganan jenazahnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson di Pontianak, Sabtu (21/3) dilansir Antara.

Pasien dalam pengawasan yang meninggal itu warga Pontianak berjenis kelamin perempuan dan berusia 69 tahun. Almarhumah memiliki riwayat pernah melakukan perjalanan ke Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengikuti kegiatan Pengajian Sajadah Panjang dan diundang pemkab setempat pada 28 Februari sampai 1 Maret 2020.

Pada 13 Maret yang bersangkutan mengeluhkan batuk yang semakin parah sehingga pada hari itu dicek ke RSUD Anton Sujarwo.

Setelah diperiksa, yang bersangkutan mengalami gejala pneumonia berat dan ada gambaran leukoponi yang merupakan gambaran darah pada pasien COVID-19. Selanjutnya pada Jumat (20/3), pasien dirujuk dari ruang isolasi RSUD Anton Sujarwo ke RSUD Soedarso.

“Sayangnya, saat dalam perawatan, pasien meninggal dunia. Ya, kita tunggu saja hasilnya, yang jelas keluarga pasien sesuai prosedur akan masuk dalam orang dalam pemantauan dari Dinkes,” katanya.

Harisson menjelaskan meski kepastian apakah pasien positif atau tidak COVID-19, karena statusnya PDP, maka jenazahnya mendapakan perlakuan sebagai jenazah pasien tertular.

“Saat ini jenazah pasien sudah diletakkan di kamar mayat dan dibungkus sehingga cairan tubuh dari pasien tidak keluar dari bungkus yang disiapkan RS. Atas permintaan keluarga, pasien dimandikan oleh keluarga tetapi keluarga sudah diajarkan oleh Tim RS Soedarso yang memandikan untuk memakai alat proteksi diri lengkap dan nantinya mereka melakukannya dengan cairan disinfektan,” katanya.

Meski penanganan untuk mandi terhadap jenazah PDP dilakukan oleh keluarga, Harisson mengaku tetap dengan pengawasan yang ketat dari RS Soedarso.

“Jadi pasien ini pengelolaan mayat dilakukan oleh keluarga atas pengawasan supervisi yang ketat dari petugas,” kata dia.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Di Kalteng, Hanya Sukamara Siap New Normal

Kalteng

Bupati Kapuas Serahkan Bantuan Beasiswa Program Baznas
apahabar.com

Kalteng

Dua Pengedar Sabu Dibekuk, Salah Satunya Oknum Sarjana Kehutanan
apahabar.com

Kalteng

Kadin Kalteng Kepengurusan Cristian Sancho Mulai Menunjukkan Eksistensi
apahabar.com

Kalteng

Berjibaku Atasi Karhutla, Paru-paru 31 Petugas Damkar di Kobar Mulai Terancam
pos penyekatan

Kalteng

Kapolda Kalteng Tinjau Pos Penyekatan Perbatasan Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Penyerapan Dana Desa di Kapuas Kalteng Belum Capai Target

Kalteng

64.882 Warga Kapuas Disuntik Vaksin Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com