Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Jenazah PDP Wafat di Pontianak Dapat Penanganan Khusus

- Apahabar.com Sabtu, 21 Maret 2020 - 21:25 WIB

Jenazah PDP Wafat di Pontianak Dapat Penanganan Khusus

Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) di RS Anutapura di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/3/2020). Simulasi dilakukan untuk meningkatkan kesiapan tenaga serta sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga atau terjangkit virus corona. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

apahabar.com, PONTIANAK – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan kepada Rumah Sakit Soedarso Pontianak dan pihak keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia untuk memberikan penanganan khusus terhadap jenazah tersebut.

“Kami telah menyampaikan kepada pihak rumah sakit dan pihak rumah sakit telah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga pasien dalam pengawasan agar memberikan perlakuan khusus dalam penanganan jenazahnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson di Pontianak, Sabtu (21/3) dilansir Antara.

Pasien dalam pengawasan yang meninggal itu warga Pontianak berjenis kelamin perempuan dan berusia 69 tahun. Almarhumah memiliki riwayat pernah melakukan perjalanan ke Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengikuti kegiatan Pengajian Sajadah Panjang dan diundang pemkab setempat pada 28 Februari sampai 1 Maret 2020.

Pada 13 Maret yang bersangkutan mengeluhkan batuk yang semakin parah sehingga pada hari itu dicek ke RSUD Anton Sujarwo.

Setelah diperiksa, yang bersangkutan mengalami gejala pneumonia berat dan ada gambaran leukoponi yang merupakan gambaran darah pada pasien COVID-19. Selanjutnya pada Jumat (20/3), pasien dirujuk dari ruang isolasi RSUD Anton Sujarwo ke RSUD Soedarso.

“Sayangnya, saat dalam perawatan, pasien meninggal dunia. Ya, kita tunggu saja hasilnya, yang jelas keluarga pasien sesuai prosedur akan masuk dalam orang dalam pemantauan dari Dinkes,” katanya.

Harisson menjelaskan meski kepastian apakah pasien positif atau tidak COVID-19, karena statusnya PDP, maka jenazahnya mendapakan perlakuan sebagai jenazah pasien tertular.

“Saat ini jenazah pasien sudah diletakkan di kamar mayat dan dibungkus sehingga cairan tubuh dari pasien tidak keluar dari bungkus yang disiapkan RS. Atas permintaan keluarga, pasien dimandikan oleh keluarga tetapi keluarga sudah diajarkan oleh Tim RS Soedarso yang memandikan untuk memakai alat proteksi diri lengkap dan nantinya mereka melakukannya dengan cairan disinfektan,” katanya.

Meski penanganan untuk mandi terhadap jenazah PDP dilakukan oleh keluarga, Harisson mengaku tetap dengan pengawasan yang ketat dari RS Soedarso.

“Jadi pasien ini pengelolaan mayat dilakukan oleh keluarga atas pengawasan supervisi yang ketat dari petugas,” kata dia.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Respon Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Sikapi Larangan Mudik
apahabar.com

Kalteng

Hasil Olah TKP, Polisi Ungkap Penyebab Laka Maut Renggut Jiwa Pasutri di Teweh
apahabar.com

Kalteng

Satreskrim Polres Kapuas Kalteng Ringkus Pelaku Curas di Jalan Kasturi

Kalteng

Resmi, Rahmad Jainudin Pimpin Pansus Hak Interplasi DPRD Kapuas Kalteng

Kalteng

Prevalensi Stunting di Kalteng Alami Penurunan Signifikan
apahabar.com

Hukum

Korban Pria Berkelainan Seks di Seruyan Diduga Tak Hanya Anak SD
apahabar.com

Kalteng

Polisi Lumpuhkan OTK Penyerang Mapolres Kobar dengan Sasumata
apahabar.com

Kalteng

Fenomena Awan Vega di Muara Teweh, Simak Keterangan BMKG
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com