Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Jokowi Antisipasi Tekanan Ekonomi Berlanjut Sampai 2021

- Apahabar.com Senin, 9 Maret 2020 - 16:34 WIB

Jokowi Antisipasi Tekanan Ekonomi Berlanjut Sampai 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memerintahkan jajarannya untuk menghitung ulang risiko pelemahan ekonomi global akibat merebaknya virus corona (Covid-19) yang berpotensi merembet ke Indonesia. Foto-Antara/Hafidz Mubarak

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memerintahkan jajarannya untuk menghitung ulang risiko pelemahan ekonomi global akibat merebaknya virus corona atau Covid-19 yang berpotensi merembet ke Indonesia.

Bahkan dalam sambutan rapat terbatas, Senin (09/03), Jokowi juga menyampaikan peluang dampak ekonomi lanjutan yang lebih panjang hingga 2021 nanti.

“Langkah-langkah mitigasi yang kita kerjakan tahun 2020 ini harus diperkuat lagi untuk tahun 2021,” jelas Jokowi.

Presiden juga kembali mengingatkan tim ekonomi di kabinetnya untuk benar-benar menyiapkan rancangan kebijakan fiskal yang mampu menangkal risiko dari global yang bisa dirasakan di dalam negeri.

Kendati demikian, Jokowi mengaku bahwa fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat terbukti dengan pertumbuhan PDB di level 5,02 persen pada 2019 lalu.

“Pertumbuhan ini cukup baik di tengah ketidakpastian situasi global dan kemungkinan resesi yang sudah terjadi di beberapa negara,” kata Jokowi seperti dilansir dari republika.co.id.

Presiden mengaku optimistis, sejumlah rancangan UU omnibus law seperti Cipta Kerja dan Perpajakan akan semakin memperkuat perekonomian nasional. Kedua rancangan undang-undang tersebut digadang-gadang mampu menekan angka pengangguran, mendorong belanja rumag tangga, dan mengamankan penerimaan negara dari sektor perpajakan.

“Ekonomi harus tumbuh secara berkualitas sehingga kebijakan fiskal 2021 harus bisa beri stimulus, rangsangan, peningkatan daya saing ekonomi nasional, peciptaan nilai tambah dan mendorong pemerataan pembangunan,” jelas Presiden.

Poin lain yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah adalah menjaga daya tarik investasi untuk membuka semakin banyak lapangan kerja. Pemerintah, ujar Jokowi, juga akan memberikan insentif terhadap industri manufaktur demi mendorong industri padat karya.

“Penguatan UMKM harus terus dilakukan sehingga bisa naik kelas dan masuk supply chain nasional dan global. Saya minta diberi perhatian khusus pada program KUR, Mekaar, UMi, dan bank wakaf mikro,” ujarnya.

Jokowi pun mewanti-wanti jajarannya untuk memastikan ruang defisit neraca dagang dan defisit transaksi berjalan semakin menyempit pada 2021 mendatang.(Rep)

Baca Juga: Sepekan, Harga Gula di Tanbu Sudah Tiga Kali Naik

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Peluang Impor LNG Makin Terbuka

Baca Juga: Kembali Naik, Harga Emas Antam Jadi Rp 851.000 per Gram

Baca Juga: Terdampak Corona dan Isu Resesi, Rupiah Melemah Lagi

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tahun Ini, Honda Bidik Realisasi Ekspor Brio
apahabar.com

Ekbis

Pencopotan Pejabat Bank Kalsel, Ini Analisa Ekonom
apahabar.com

Ekbis

Ketegangan Dagang AS-China, Rupiah Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Turun Rp 8.000 per Gram Jadi Rp 903.000
apahabar.com

Ekbis

56 Perusahaan di Bogor Rumahkan 1.467 Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Omnibus Law, Jubir Jokowi Pede Kerek Ekonomi ke 6%
apahabar.com

Ekbis

Investor UK Lirik KEK Maloy Kaltim
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Datang, Anggota DPRD Kalsel Harap Realisasi PSN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com