BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Jokowi: Klorokuin Bukan Obat Utama Virus Corona

- Apahabar.com Senin, 23 Maret 2020 - 14:43 WIB

Jokowi: Klorokuin Bukan Obat Utama Virus Corona

Presiden Jokowi. Foto-setneg.go.id

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluruskan anggapan masyarakat mengenai peruntukan klorokuin sebagai “obat Covid-19”.

Presiden menekankan bahwa klorokuin bukan obat utama atau first line drugs bagi penyakit yang disebabkan virus corona itu. Obat utama bagi Covid-19 pun, ujar Jokowi, belum ditemukan. Begitu pula dengan antivirusnya.

“Klorokuin ini adalah bukan obat first line, tetapi obat second line. Karena, memang obat Covid-19 ini belum ada dan juga belum ada antivirusnya. Tetapi, dari pengalaman beberapa negara, klorokuin ini sudah digunakan dan banyak pasien Covid-19 yang sembuh dan membaik kondisinya,” kata Jokowi setelah meresmikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS darurat Covid-19, seperti dilansir republika.co.id, Senin (23/03).

Penggunaan klorokuin di Indonesia berdasarkan implementasi yang sudah berjalan di sejumlah negara dalam menangani pasien Covid-19. Presiden juga mengingatkan bahwa klorokuin bukan obat bebas yang bisa diakses masyarakat sesukanya. Pembelian obat yang dikenal sebagai obat malaria itu perlu resep dokter. Indonesia, menurut Jokowi, sudah memiliki persediaan klorokuin hingga 3 juta butir dari produsen Kimia Farma.

“Ini produksi negara kita, produksi Indonesia. Barang ini produksi Indonesia, produksi Kimia Farma,” ujarnya.

Perbincangan masyarakat soal “obat Covid-19” bermula saat Presiden Jokowi mengumumkan bahwa pemerintah telah memesan obat avigan dan klorokuin yang dipercaya bisa menyembuhkan infeksi virus corona. Pemerintah menyebut akan mendatangkan 5.000 obat avigan, sedangkan sebanyak 2 juta lainnya masih dalam proses pemesanan. Sementara itu, obat jenis klorokuin saat ini telah siap sebanyak 3 juta butir.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erick Thohir: Setelah Vaksin Covid-19 Ditemukan, Imunisasi Massal Awal 2021
apahabar.com

Nasional

Seorang Guru Tewas: Mayatnya Dibuang dalam Koper Tanpa Kepala
apahabar.com

Nasional

Komunitas LGBT Kabur dari Brunei, Hindari Hukuman Rajam Mati
apahabar.com

Nasional

BPJS Kesehatan Defisit, Iuran Dinaikkan
apahabar.com

Nasional

Mutilasi Warga dan Tembak Polisi, Ali Kalora Cs Diburu Satgas Tinombala
apahabar.com

Nasional

Sehari, Transaksi Tiket KRL Tembus Rp3,3 M
apahabar.com

Nasional

Presiden Terima Laporan Kesiapan Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Nasional

Gali Prosuder Seleksi Pejabat, KPK Tanya Mantan Sekjen Kemenag
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com