Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Jokowi: Penerima Insentif Gas Industri Harus Mampu Berikan Nilai Tambah

- Apahabar.com Rabu, 18 Maret 2020 - 19:21 WIB

Jokowi: Penerima Insentif Gas Industri Harus Mampu Berikan Nilai Tambah

Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. Foto-Humas Kemensetneg

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas bersama jajarannya untuk membahas soal penyesuaian harga gas untuk industri dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Melalui rapat yang digelar dengan telekonferensi tersebut, Jokowi mengingatkan jajarannya untuk menghitung tiga opsi yang dibicarakan dalam ratas sebelumnya pada 6 Januari 2020 lalu.

“Opsi yang pertama mengurangi atau bahkan menghilangkan jatah pemerintah. Opsi kedua pemberlakuan domestic market obligation (DMO). Opsi ketiga bebas impor gas untuk industri. Saya minta ratas hari ini saya bisa diberikan hitung-hitungan, kalkulasinya seperti apa,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dikutip dari laman setneg.go.id, Rabu (18/03).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan agar industri yang diberikan insentif penurunan harga gas harus betul-betul diverifikasi dan dievaluasi. Dengan demikian, pemberian insentif penurunan gas akan memberikan dampak yang signifikan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Menurut Kepala Negara, industri yang diberi insentif harus mampu meningkatkan kapasitas produksinya dan meningkatkan investasi barunya. Mereka juga harus mampu meningkatkan efisiensi proses produksinya sehingga produknya menjadi lebih kompetitif, serta harus bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Untuk itu saya minta evaluasi dan monitoring secara berkala harus dilakukan terhadap industri-industri yang diberikan insentif. Harus ada disinsentif, harus ada punishment, jika industri tidak memiliki performance sesuai yang kita inginkan,” kata Kepala Negara.

Sementara itu, terkait dengan harga BBM, Jokowi meminta jajarannya menghitung dampak dari penurunan harga minyak dunia yang jatuh ke level kurang lebih US$30 per barel.

“Saya minta dihitung dampak dari penurunan ini pada perekonomian kita, terutama BBM, baik BBM bersubsidi maupun BBM nonsubsidi. Juga dihitung berapa lama kira-kira penurunan ini akan terjadi. Kemudian perkiraan harga ke depan,” kata dia.

“Kita harus merespons dengan kebijakan yang tepat, dan kita juga harus bisa memanfaatkan momentum dan peluang dari penurunan minyak ini untuk perekonomian negara kita,” imbuh Jokowi.

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia
apahabar.com

Ekbis

CSR Telkomsel Siap Akselerasi Pembangunan Masyarakat Digital Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Pembukaan Perdagangan Awal Pekan, IHSG di Zona Hijau
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Saham China Lanjutkan Tren Pelemahan
Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel

Ekbis

Wabah Corona Dijamin Tak Ganggu Investasi di Kalsel

Ekbis

Luffy Siap Beraksi di Game Terbaru One Piece
apahabar.com

Ekbis

Dipicu Pelemahan Dolar, Rupiah Ditutup Menguat
Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Kembalinya Pasar ke Aset Safe Haven

Ekbis

Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Kembalinya Pasar ke Aset Safe Haven
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com